Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Jangan Berisik


__ADS_3

"Makan dulu" ucap Mahen dengan lembut.


"Tapi ini belum selesai Kak" ucap Clarissa sambil memperlihatkan bukunya.


"Makan tidak sampai menghabiskan waktumu 5 menit, aku tidak ingin kau sakit" ucap Mahen kemudian mengambilkan roti di depannya dan berniat menyuapinya. Clarisa dengan sigap langsung mengambil roti di tangan Mahen yang membuat Mahen tersenyum.


"Clarissa sendiri saja kak, ini Clarissa makan" ucap Clarissa kemudian memasukkan roti tersebut ke mulutnya.


Clarissa makan dalam diam. Lebih tepatnya dia makan sambil berusaha mengabaikan keberadaan Mahen di sampingnya saat ini. Karena sedari tadi jantungnya terus berdetak tidak karuan.


"Serius banget makannya. Ini minum dulu" ucap Mahen sambil menyodorkan susu yang sudah dia beli.


"Terimakasih kak" ucap Clarissa kemudian meminumnya.


"Oya nanti pulang sekolah barengan ya. Aku mau bawa beberapa buku baru untuk anak-anak" ucap Mahen. Clarissa hanya mengangguk sambil fokus membaca buku-buku di depannya.


"Ya sudah. aku tinggal dulu ya. Yang rajin belajarnya. Sampai ketemu nanti" ucap Mahen kemudian mencubit pipi Clarissa gemas.


"Makasi kak" ucap Clarissa yang kemudian dibalas senyuman dan kedipan mata oleh Mahen.


Setelah kepergian Mahen, Clarissa langsung bernafas lega. Dia menyederkan kepalanya di kursi.


Bertemu dengan Mahen serasa habis lari maraton. Dia tidak tahu sejak kapan ini terjadi. Tetapi jantungnya selalu berdetak tidak karuan jika bersama Mahen.


"Ciee ciee" ucap Nadin yang tidak tahu berasal dari mana.

__ADS_1


"Kau darimana saja astaga?" ucap Clarissa sambil menatap Nadin kesal. Bagaimana tidak, temannya ini rela membiarkan dirinya tersiksa seperti ini.


"Tentu saja mengamati dari kejauhan sepasang sejoli yang sedang dilanda cinta" ucap Nadin dengan senyuman yang mengembang sambil membayangkan adegan yang baru saja dilihatnya.


"Ish, apaan sih. Siapa yang sedang jatuh cinta. Biasa saja. Oya ini makan dulu. Tadi kak Mahen nitip buat kamu juga" ucap Clarissa.


"Ish, nggak mau ah. Orang ini spesial buat kamu" ucap Nadin sambil tersenyum mengejek.


"Kau ini" Clarissa sepertinya sudah kehabisan kata-kata untuk mengelak.


"Tuh kan. Pipimu saja sudah memerah begini. Jadi pilih kak Mahen ini?" ucap Nadin sambil mencolek pipi Clarissa.


"Heh, Jangan Berisik" teriak seseorang dari kejauhan. Bisa ditahu dari suaranya bahwa itu adalah penjaga perpustakaan.


"Iya-iya kak Mahen. Ups Clarissa" ucap Nadin sambil tersenyum. Clarissa memilih tidak meladeni temannya ini karena dia sangat tahu bahwa ini tidak akan selesai. Dia memilih fokus untuk mengerjakan tugasnya.


***


"Kau habis darimana?" Tanya Bryan dengan wajah penuh curiga. Namun Mahen diam saja dan memilih duduk di bangkunya.


Alex dan Nathan saling pandang dan memberikan kode. Alex pun mendekati Mahen.


"Jadi kau habis darimana?" Tanya Alex setengah berbisik.


"Habis dari perpus" ucap Mahen kemudian membuka hpnya.

__ADS_1


"Tumben banget, ada apa gerangan?" Tanya Alex sambil melihat gerak gerik Mahen.


"Ada urusan" ucap Mahen.


'Nanti langsung keparkiran atau aku jemput?'


Mahen.


Sebuah pesan singkat berhasil terkirim di Hp Mahen.


Alex yang melihat itu hanya tersenyum seakan mengerti apa yang terjadi.


'Diparkiran saja kak'


Clarissa.


Setelah itu Mahen pun langsung memasukkan Hpnya.


"Owhh begitu" ucap Alex sambil tersenyum. Mahen bersikap biasa saja, dia tidak peduli dengan respon Alex.


Nathan yang melihat itu langsung menepuk bahu Alex. Namun Alex langsung memberi kode.


"Nanti lihat saja sendiri" kode Alex


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2