
1 bulan berlalu, Hari ini Clarissa dan Mahen akan melangsungkan lamaran. Bertukar cincin satu sama lain sebagai simbol pengikat antara keduanya.
Mereka hanya mengundang beberapa orang. Hanya orang terdekat saja. Clarissa saat ini menggunakan kebaya berwarna krem, dengan motif batik di bawahnya.
Rambutnya disanggul dan dengan make yang terlihat lebih natural. Sehingga dia terlihat begitu manis dan cantik.
Sedangkan Mahen menggunakan Kemeja putih dan jas berwarna krem senada dengan baju yang Clarissa gunakan.
Mahen terlihat sudah berada di tempat, menunggu kedatangan Clarissa. Nadin, Alex, Bryan dan Nathan juga terlihat sedang duduk menanti kedatangan Clarissa.
Beberapa menit menunggu, MC mengumumkan bahwa Clarissa sudah tiba. Semua mata pun langsung tertuju pada pintu masuk.
Clarissa terlihat muncul dengan bersama dengan Mahalini di sampingnya. Mereka terlihat begitu manis saat berjalan berdua.
Mahen hanya terdiam memandangi Clarissa. Tatapan penuh kekaguman sekaligus penuh cinta.
Rasanya dia masih belum menyangka bahwa hubungannya akan sejauh ini dengan Clarissa. Walaupun belum sampai ke acara ijab kabul, tetapi setidaknya ini adalah perkembangan yang luar biasa untuk hubungan mereka.
Clarissa tersenyum ke arah Mahen. Dia pun mengambil tempat duduk tepat di depan Mahen.
Acara pertama, salam dan sambutan dari pihak keluarga.
Pihak dari Mahen pun langsung berdiri untuk mengucapkan maksud kedatangan nya.
"Bapak / ibu dan keluarga yang kami hormati
Kami perkenalkan terlebih dahulu rombongan keluarga kami yang turut hadir dalam acara lamaran hari ini, yaitu
Bapak Wendi selaku paman Mahen beserta istri dan anak,
Ibu Sarah selaku bibi Mahen beserta suami dan anak,
Sebelumnya kami menghaturkan salam yang diiringi ucapan terimakasih atas penerimaan kami sekeluarga yang telah disambut dengan baik.
Perkenankanlah saya untuk menyampaikan tuturkata mewakili orang tua kami Bapak Alexander untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami.
__ADS_1
Pada hari ini kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak / Ibu, dalam rangka bersilaturahmi agar saling mengenal lebih dekat antara satu dengan lainya, ini yang pertama.
Dan adapun yang kedua, tujuan kedatangan kami adalah untuk menyampaikan hajat dari adik kami Saudara Mahen dimana adik kami sudah cukup lama mengenal putri Bapak / Ibu yang bernama saudari Clarissa.
Singkat cerita, adik kami telah menyampaikan niat yang tulus kepada orangtua kami untuk dihantar meminang saudari Clarissa. Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini, yakni meminang putri bapak untuk adik kami.
Mudah-mudahan Bapak berkenan untuk meridho’i niat adik kami, dengan menerima lamaran ini.
Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada Bapak / Ibu. Tak lupa kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Terimakasih"
Selanjutnya giliran pihak wanita.
"Baik terima kasih atas waktunya, Kami mengucapkan selamat datang di kediaman kami, yaitu di kediaman Bapak Syam Wijaya.
Pada kesempatan yang berbahagia ini , saya mewakili Bapak Syam beserta Istri ingin menyampaikan rasa terima kasih yang amat sangat dalam, atas kehadiran bapak dan ibu sekalian di kediaman kami. Juga, bersama-sama telah kita dengarkan maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan keluarga Bapak Alexander dengan sangat jelas dan terbuka.
Pertama, kami sangat mengucapkan terima kasih atas berkenannya keluarga besar Bapak Alexander untuk bersilaturahmi ke kediaman kami.
Yang kedua, berkaitan dengan maksud dan tujuan Bapak untuk melamar anak kami Clarissa. Bahwa benar, saat ini tidak ada pria yang sedang menjali hubungan atau melamar nya.
Namun, untuk lebih jelasnya, marilah kita bersama-sama mendengarkan jawaban yang akan diberikan oleh ananda Clarissa yang akan ditanyakan oleh Ayah nya Langsung"
"Anakku Clarissa, saat ini ada seorang pria yang datang dengan maksud untuk mengkhitbahmu untuk dijadikan tunangan menuju perkawinan pada waktunya nanti. Apakah kamu bersedia menerima lamaran dari Ananda Mahen?"
Clarissa terdiam sesaat, dia menatap ke arah Mahen. Mahen terlihat begitu gugup. Terlihat jelas dari raut wajahnya. Clarissa pun tersenyum.
"Insyaallah, apabila Ayah dan Ibu merestui Clarissa menerima lamaran kak Mahen dengan segala kekurangan yang ada pada diri saya mudah - mudahan Allah meridhoi. Terima kasih untuk Ayah dan Ibu"
Setelah mendengar ucapan Clarissa tadi, Mahen langsung bisa bernafas lega. Dia tersenyum bahagia menatap Clarissa.
Begitulah selanjutnya, hingga acara tukar cincin pun selesai.
"Selamat Ya Ca" ucap Nadin kemudian memeluk Clarissa erat.
"Makasi ya Nad" ucap Clarissa kemudian.
Semua tamu undangan bergantian mengucapkan selamat pada Clarissa dan Mahen.
__ADS_1
Kini giliran sesi foto bersama, Semua pihak keluarga berfoto bersama. Nadin dan yang lainnya pun ikut. Terlihat jelas senyum bahagia di wajah mereka semua.
Kecuali satu orang yang sedang menatap dari kejauhan dengan tatapan penuh dengan amarah.
"Lihat Saja pembalasanku. Berani sekali kalian mengadakan acara tanpa mengundangku" ucap Laki-laki tersebut sambil tersenyum sinis dan menyeramkan.
***
"Kau tahu apa yang paling menyebalkan dalam jatuh cinta. Ketika kamu harus dipaksa berpisah dengan orang yang kamu cintai. Keadaan memang sering memaksa kita untuk harus kuat saat semuanya tidak berjalan seperti apa yang kita inginkan"
Itulah yang Clarissa alami sekarang. Hari ini tepat waktunya Mahen pergi ke Amrik. Clarissa sudah siap untuk mengantarnya.
Yups, ujian nasional sudah selesai, tunangan pun sudah. Jadi Mahen akan pergi karena harus menjalankan salah satu cabang bisnis papanya, Dia akan pergi ke Amrik hari ini.
Bukannya dia ingin cepat-cepat meninggalkan Clarissa. Tapi dia pun terpaksa.
"Kak Mahen serius mau berangkat hari ini" ucap Clarissa dengan mata sembab. Semalaman dia menangis, rasanya dia tidak sanggup untuk melepaskan Mahen. Walaupun dia tahu ini sementara.
Tapi rasanya bener-bener sakit. Dan sesak sekali, apalagi menyadari fakta bahwa dia kemungkinan besar tidak akan bertemu dengan Mahen lagi dalam waktu yang cukup lama.
Mahen mendekati Clarissa kemudian mengusap air matanya lembut.
"Kakak nggak akan pergi lama kok. Kita akan bertemu sebentar lagi. jadi kakak harap kamu belajar yang bener untuk ujianmu ya. Habis itu kakak balik lagi" ucap Mahen.
"Kakak janji ya" ucap Clarissa.
Mahen mengangguk mantap.
"Ingat jangan macam-macam disana" ucap Clarissa sambil menatap Mahen tajam.
"Nggak akan sayang. Kan kakak udah ada yang punya" ucap Nya sambil menunjukkan cincin lamaran mereka.
Clarissa tersenyum dan mengangguk.
"Oke, jangan dilepas ya. Ingat cepet pulang, anak orang butuh dinikahin nih" ucap Clarissa.
"Haha, cepetan makanya selesaikan sekolahnya. Habis itu langsung sat set sat set kita" ucap Mahen sambil tersenyum nakal.
__ADS_1
"Apaan sih kak" ucap Clarissa dengan pipi yang sudah memerah sekarang.
-Bersambung-