Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Pernyataan Cinta


__ADS_3

"Kak, lalu bagaimana dengan Papa?" Tanya Clarissa seketika teringat bayang-bayang papanya yang tidak akan suka dengan hubungan mereka.


"Biar kakak yang ngurus itu. Papa yakin bisa mendapatkan restu papa. Kamu jangan khawatir ya. Dan satu lagi, jangan dekat-dekat dengan Mark. Aku benar-benar tidak suka" ucap Mahen.


"Tapi kak Mark cuma temen kak. Disekolah baru, Clarissa nggak punya temen. Jadi cuma kak Mark temen Clarissa " ucap Clarissa sedih. Mengingat bagaimana orang-orang disana mengabaikannya bener-bener membuatnya sakit hati. Seandainya dia bisa kembali ke sekolah yang dulu, mungkin dia sudah melakukannya. Lagi-lagi karena papa.


"Pindah ke sekolah yang dulu saja. Biar kakak bisa jagain kamu" ucap Mahen.


Clarissa langsung menggeleng.


"Nggak bisa kak. Papa pasti marah" ucap Clarissa.


Mahen menghela nafasnya.


"Ya sudah. Tapi ingat jangan terlalu dekat. Boleh ngobrol tapi tahu batasan ya" ucap Mahen terpaksa. Dia sebenarnya tidak ikhlas, tapi dia juga harus mengerti posisi Clarissa.


"Siap bos" ucap Clarissa sambil meletakkan telapak tangannya di kepala.


Mahen hanya tersenyum sambil mengacak rambut Clarissa gemas.


"Oya kak, jadi ini tandanya kita pacaran?" Tanya Clarissa karena tidak ingin digantungin lagi.

__ADS_1


"Kamu maunya gimna?" Tanya Mahen yang terlihat serius.


"Ihhh, nggak romantis banget sih" ucap Clarissa.


"Lah, kan kakak nanyak Ca" ucap Mahen yang bingung.


"Masak nembaknya kayak gitu, yang romantis dong" ucap Clarissa mulai kesal.


"Haha. ya udah kamu tunggu disini sebentar" ucap Mahen. Dia pun langsung pergi meninggalkan Clarissa. Entahlah dia kemana.


Setelah lama menunggu, Mahen akhirnya datang juga dengan sebuah balon di tangannya.


"Balon?" Batin Clarissa tidak percaya.


"Aku tidak pandai merangkai kata. Apalagi kata-kata romantis yang akan membuat hatimu luluh. Satu hal yang perlu kamu tahu. Aku mencintaimu Ca. Maukah kamu jadi pasanganku untuk berbagi bersama sampai nanti aku bisa menggantikan balon kecil ini dengan cincin dan mawar merah" ucap Mahen sambil menyodorkan balon itu.


Clarissa terdiam sesaat. Entah mengapa air matanya mengalir begitu saja membasahi matanya.


Dia langsung mengambil balon itu dan mengangguk.


"Makasi Ca" ucap Mahen kemudian memeluk Clarissa erat. Dia tidak henti-hentinya bersyukur. Karena hal yang seharusnya terjadi 1 tahun yang lalu bener-bener terjadi sekarang.

__ADS_1


Dulu dia merencanakannya dengan sangat matang sebelum menembak Clarissa, dan itu gagal. Sekarang, dia melakukannya tanpa persiapan sama sekali, akhirnya berhasil.


Rencana sang pencipta tidak ada yang tahu. Manusia bisa saja berencana, tapi sang maha perencana lah pengatur sebaik-baik nya.


Mahen terus bersyukur dalam hatinya. Memeluk wanita kecil yang merupakan cinta pertamanya ini. Melupakan sejenak tentang masalah yang mungkin akan mereka hadapi kedepannya.


"Caca Makasi juga kak, akhirnya cinta Caca nggak bertepuk sebelah tangan" ucap Clarissa.


"Pernah" ucap Clarissa sambil mendongak menatap Mahen yang masih dalam pelukannya ini.


"Kapan?" ucap Mahen yang terlihat begitu penasaran.


"Dulu pas Clarissa masih kecil" ucap Clarissa.


"Owh" ucap Mahen yang terlihat tidak suka. Dia melepaskan pelukannya.


Lagi-lagi sikap posesifnya kambuh lagi. Clarissa langsung merutuki perbuatannya.


"Itu hanya masa lalu kak. Dihati Clarissa sekarang, kak Mahen seorang" ucap Clarissa kemudian memeluk Mahen lagi.


"Masak baru jadian langsung marahan. Kan Nggak lucu sayang" ucap Clarissa dengan senyum mautnya.

__ADS_1


Mahen yang mendengar itu tidak mampu berkata-kata. Rasa cemburunya hilang seketika. Dia kembali memeluk Clarissa kemudian mencubit pipi Clarissa gemas.


-Bersambung-


__ADS_2