
Kedatangan Clarissa membuat anak-anak tersebut langsung berhamburan kearahnya. Termasuk Ica yang saat ini juga langsung memeluknya erat.
"Kenapa kalian semua begitu menggemaskan" ucap Clarissa kemudian meletakkan kembali beberapa makanan di tempat biasa dia menaruhnya.
Clarissa melihat beberapa makanan dan mainan yang berjejer rapi di samping anak-anak. Clarissa mengerti dahinya bingung.
"Adik-adik semuanya, kakak boleh nanyak?" Tanya Clarissa dengan senyum riangnya.
"Iya kak" ucap mereka serempak. Clarissa tersenyum kemudian menanyakan perihal mainan dan makanan itu dari mana.
Mereka pun langsung membalas dengan serentak.
"Dari kakak ganteng" ucap mereka serempak.
Clarissa terdiam sebentar. Dia mencoba ucapan anak-anak.
"Kakak Ganteng, siapa yang mereka maksud? jangan-jangan dia orang jahat yang ingin menjahati mereka" batin Clarissa.
"Kakak ganteng itu siapa? kalian sudah mengenalnya sebelumnya?" Tanya Clarissa. Anak-anak sontak langsung mengangguk bersama dengan polosnya.
"Kakak ganteng dulu sering kesini juga mengunjungi kami. Tapi sekarang sudah jarang. Dia sering membawakan kami banyak mainan dan makanan. Kadang juga mengajari kami menghitung" ucap Ica yang membuat Clarissa benafas lega.
__ADS_1
"Setidaknya dia bukan orang jahat. Tapi aku penasaran, dia siapa? Tapi nanti saja aku tanyakan, sekarang aku harus fokus mengajar mereka dulu" Pikir Clarissa.
"Ya sudah, tapi kalian hati-hati ya. Jangan sampai terlalu percaya sama orang yang belum dikenal" ucap Clarissa yang langsung diiyakan oleh mereka.
Setelah itu Clarissa mulai mengajarkan anak-anak mengenai seni bela diri. Mulai dari seni-seni dasar bela diri.
***
Hari ini hari libur, jadi pagi-pagi Clarissa pamit kepada Kirana untuk pergi jogging sambil menikmati udara pagi.
Dia berlari di taman yang tidak jauh dari rumah nya.
"Ma, Kirana mau jogging dulu ya" pamit Clarissa.
"Iya Mamaku sayang, bye, muachh" kecup Clarissa pada pipi Mamanya.
Baru saja membuka pintu, dia bisa langsung merasakan udara segar menyeruak di wajahnya. Ini lah yang dia sukai ketika pagi hari. Udara pagi yang begitu menyegarkan.
Di mulai pemanasan, menggerakkan tangan dan kakinya agar tidak cedera nantinya.
Setelah itu dia mulai berlari sendiri menyusuri kompleks menuju taman. Disana pasti sudah ada beberapa orang yang juga berlari pagi seperti dirinya.
__ADS_1
Benar saja, terlihat beberapa orang berlalu lalang disana. Ada yang berlari berpasangan, ada yang bersama kakaknya, ada juga yang sendiri seperti dirinya.
"Brukk" seseorang tiba-tiba menabrak Clarissa.
"Maaf-maaf" ucapnya kemudian berlalu begitu saja.
"Lain kali lihat jalan dong mas, masak aku yang Segede ini nggak keliatan" ucap Clarissa. Masih pagi orang tersebut sudah membuat mood Clarissa buruk. Namun dia tidak ingin ambil pusing, dia melanjutkan berlari sendiri sambil menghirup udara pagi yang menenangkan.
"Lah, bukannya itu" ucap Clarissa terhenti sat orang yang dia maksud melihat kearahnya.
"Hay kak mahen" ucap Clarissa mencoba ramah. Namun Mahen malah mengabaikannya.
"Ish dasar, dingin banget. Tidak salah dia dijuluki manusia kulkas" ucap Clarissa. Tiba-tiba dia sadar akan sesuatu.
Kenapa kak mahen ada disini, berarti dia anak kompleks sini juga. pikir Clarissa yang tentu saja pikirannya sendiri justru membuatnya syok.
"Ahh tidak mungkin" ucap Clarissa lagi kemudian berlari lagi menyusuri taman. Namun entah mengapa pikirannya tidak bisa berhenti memikirkan fakta bahwa mahen juga ada ditempat itu sekarang.
Hingga dia memutuskan untuk berlari mengelilingi kompleks saja, dari pada harus bertemu dengan mahen nantinya.
Namun baru saja keluar dari area taman.
__ADS_1
"Bruk" dia menabrak seseorang.
-Bersambung-