Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Tertarik


__ADS_3

"halo Nadine" ucap sindy yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


"iya kak ada yang bisa dibantu" ucap Nadine dengan muka malas.


"kamu adiknya Nathan ya?" tanya Sindy.


"iya kak kenapa?" tanya Nadin yang mulai sangat malas meladeni perempuan yang memang diketahui sangat sok ini.


"boleh minta nomormu nggak?" ucap Sindy dengan wajah sok-nya.


"mohon maaf ya kak saya bukan tipe orang yang dengan gampang memberikan nomor saya untuk orang yang belum saya kenal" ucap Nadine.


"wah gila sombong banget lu" tiba-tiba salah satu anggota dari geng Sindy berbicara.


Sindy terlihat kesal, namun dia mencoba untuk menahannya. Dia mempunyai sebuah cara untuk mendapatkan hati mahen. Dan salah satunya dengan melibatkan Nadine.


"untuk itulah aku minta nomor kamu agar kita bisa saling mengenal" ucap Sindy.


"Dalam rangka apa kakak ingin mengenalku?" Tanya Nadine yang membuat Clarissa sedang ada berada di sampingnya melotot. Clarissa daritadi merasa tidak nyaman karena kehadiran Sindy di samping mereka.


"Aku ingin memasukkan mu ke Geng populer ku" ucap Sindy.


"idih enggak minat" ucap Nadine kemudian hendak berdiri ingin meninggalkan tempat itu.


"Ayo cha kita pergi dari sini"ucap Nadine.


"hello mau kemana? aku belum selesai ngomong"teriak Sindy.

__ADS_1


Namun Nadine Dan Clarissa tidak mengindahkan mereka. Mereka terus berjalan dan mengabaikan teriakan Sindy beberapa kali.


Sindy tentunya sangat kesal. Dia menghentakkan kakinya beberapa kali sambil mengumpat mengabsen setiap jenis hewan dikepalanya.


"Kurang ajar lihat aja aku akan membuatmu bertekuk lutut di kakiku" ucap Sindy.


Di sisi lain Nadine juga sedang mengumpat kesal. Intinya berbicara tentang Sindi. Clarissa hanya tersenyum sambil mendengarkan ocehan Nadine dari tadi.


"Cewek tidak tahu malu. Kalau bukan kakak kelas aku mungkin sudah menjambak rambutnya sejak tadi" ucap Nadine.


"Kenapa kau tidak jambak saja. Aku pasti mendukungmu. hehehe" ucap Clarissa.


"Tanganku dari tadi itu gatal banget. rasanya aku ingin menutup mulut keganjenannya itu. Aku sudah tahu niat busuknya itu untuk mendekati geng king. Dia pasti ingin memanfaatkan ku" ucap Nadine dengan wajah yang sangat kesal.


"sudahlah kita lebih baik tidak membicarakan dia. sangat tidak penting sekali lebih baik kita masuk kelas saja" ucap Clarissa kemudian menggandeng tangan Nadine.


Mereka berdua tidak sadar jika saat ini ada empay pasang mata sedang melihat mereka dari kejauhan. Mereka adalah geng the king.


"Itu adik kamu kan tan? sikapnya sungguh tidak beda jauh dengan mu" ucap Alex.


"siapa perempuan yang bersamanya?" tanya mahen tiba-tiba.


Hal itu sontak membuat ketiga temannya langsung menatap mahen. hal ini karena ini pertama kalinya mahen penasaran terhadap seorang wanita.


"wah wah ada apa ini? kau tertarik pada gadis itu?" tanya Brian.


Brian terlihat sangat penasaran dengan jawaban mahen. Hal ini karena dia juga penasaran dengan gadis yang dimaksud mahen.

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya bertanya namanya apa salah?" ucap mahendi dengan wajah khasnya. dingin sedingin es batu.


"Syukurlah. Sepertinya aku tertarik padanya" ucap Bryan yang membuat ketiga temannya kali ini berfokus padanya.


"hei. kau serius Yan? bukannya kamu sudah dijodohkan?" ucap Nathan.


"aku tidak pernah menginginkan perjodohan ini " ucap Brian dengan wajah dingin.


"wah wah rupanya teman kita sudah dewasa" ucap Alex yang membuat Brian langsung menatapnya kesal.


"hahaha. Bercanda bro" ucap Alex. Alex memang terlihat dingin namun dia tidak sedingin mahen atau pun Brian. Dia hanya akan bersikap dingin pada orang yang tidak dia kenal terutama wanita-wanita yang tidak dia sukai.


"sudah sudah. oke Yan. apa kamu perlu bantuan? aku bisa membantumu untuk dekat dengan gadis itu" ucap Nathan.


"tidak perlu. aku akan mendekatinya dengan caraku sendiri" ucap Brian.


Mahen yang ada di samping Bryan sedari tadi hanya terdiam. Dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Brian yang ada di samping mahen menepuk pundaknya.


"kau yakinkan hen kau tidak tertarik padanya? karena aku tidak ingin Kita bertarung untuk merebutkan seorang wanita. aku lebih mementingkan persahabatan kita daripada seorang wanita" ucap Brian.


"Tenang saja aku tidak tertarik padanya" ucap mahen kemudian berlalu pergi meninggalkan teman-temannya.


"Kebiasaan mahen sungguh sangat buruk. dia selalu meninggalkan kita seperti ini. tapi kalau tidak seperti itu bukan mahen namanya. hahaha" ucap Nathan.


Nathan tertawa sendiri karena teman-temannya yang lain juga meninggalkannya. Dan dia tidak menyadari itu. Hingga dia melihat ke arah samping kiri dan kanannya. Tersisa hanya dia sendiri. Dia pun langsung mengejar ketiga temannya.


"Sial gue ditinggal sendiri. Hei kalian tunggu" teriak Nathan.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2