Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Ragu


__ADS_3

"Ca" panggilan Kirana beberapa kali.


Clarissa ternyata tertidur sambil memeluk boneka beruang pemberian dari Mahen.


"Hmmm" ucap Clarissa tanpa mengubah posisi tidurnya.


"Ca bangun, Ada Nadin" ucap Kirana yang membuat Clarissa langsung bangun tanpa aba-aba.


"Astaga? dimana ma?" Tanya Clarissa yang seketika itu juga rasa kantuknya menghilang. Dia bertanya dengan ekspresi terkejut dan wajah yang sudah acak-acakan layaknya orang baru bangun.


"Aku disini Ca" ucap seorang wanita yang sangat dikenalinya.


Clarissa menengok ke arah samping kirinya.


"Astaga? Nadin" ucap Clarissa kemudian memeluk sahabatnya erat.


"Aku sangat merindukanmu" ucap Clarissa.


"Aku juga merindukanmu Ca" ucap Nadin yang kemudian mempererat pelukannya. Mereka berpelukan layaknya di film teletubbies. Melampiaskan rindu yang tertahan selama ini.


"Pelukannya nanti lagi ya, sekarang makan dulu, Makanannya keburu dingin nanti" ucap Kirana.


Mereka berdua melihat Kirana kemudian mengangguk bersamaan. Sungguh ekspresi yang sangat lucu.


Mereka pun makan berdua di meja makan.

__ADS_1


"Papa mana Ma?" Tanya Clarissa saat tidak melihat keberadaan papanya disekelilingnya.


"Sudah ke kantor tadi, ada yang mau diurus" ucap Kirana sambil fokus menata makanan di depannya.


"Hmm, Oya Din, bagaimana disekolah tadi? kamu tidak ditanya sama kak Nathan mau kemana?" Tanya Clarissa sambil mengunyah makanannya.


"Kau penasaran dengan kak Nathan atau dengan kak Mahen ni" ucap Nadin sambil tersenyum mengejek.


"Ish, apaan sih, orang nanyak kak Nathan, tapi kalau mau jawab tentang kak Mahen juga boleh, hehe" ucap Clarissa sambil tersenyum penuh arti.


"Itu kan, Ternyata ada udang di balik bakwan" ucap Nadin sambil menggeleng.


Clarissa hanya nyengir sambil menunjukkan deretan giginya.


"Di balik batu Nad" ucap Clarissa berusaha mengoreksi kalimat Nadin.


"Heh, mana ada, kau saja yang membuat-buat" ucap Clarissa.


"Kau ini lama di Singapura makin nyebelin ya" ucap Nadin ingin memukul kepala Clarissa dengan sendok di tangannya.


"Heh" ucap Clarissa kemudian menangkis sendok Nadin secepat kilat. Sepertinya dia sedang mengeluarkan jurus-jurusnya.


"Heh, tidak adil. Dilarang mengeluarkan kemampuan bela diri disini ya" ucap Nadin.


"Hey, jangan ributtt!!" teriak Kirana dari arah ruang tamu.

__ADS_1


Setelah selesai menyiapkan makanan, Kirana langsung ke ruang tamu untuk menonton tv.


Namun karena kebisingan yang diciptakan oleh Clarissa dan Nadin membuatnya tidak mendengar acara yang sedang dia tonton. Terpaksa dia harus menghabiskan tenaganya untuk teriak.


"Maaf Tante" ucap Nadin dengan wajah yang terlihat takut.


"Lo sih. Ternyata Mama Kirana serem banget kalau marah" bisik Nadin dengan wajah yang terlihat ketakutan.


"Hahah" Clarissa tertawa terbahak-bahak melihat wajah takut Nadin.


"Hey, diam, jangan ribut. Nanti Mama Kirana marah lagi" ucap Nadin sambil membungkam mulut Clarissa dengan tangannya.


"Mukamu itu loh, lucu banget kalau lagi takut kayak gini, haha" ucap Clarissa.


"Caaa, pleaseee" ucap Nadin sambil melirik ke arah ruang tamu.


"Iya iyaa, sorry, haha. Aku berhenti. Huhhh" ucap Clarissa sambil berusaha menarik nafas kemudian menghembuskannya lagi untuk membuat dirinya berhenti tertawa.


"Hmm, Oya Ca, habis ini kerumah yuk. Kak Mahen pasti lagi kumpul dirumah sekarang. Kau kan mau tahu gimana kabar kak Mahen nih. Bagaimana kalau kamu tanya saja sendiri" ucap Nadin sambil tersenyum penuh arti.


"Hmmmmm" ucap Clarissa. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Dia terdiam sesaat.


"Udah nggak usah banyak mikir. Bukannya kau kesini untuk mengejar cintamu lagi" ucap Nadin.


Clarissa hanya mengangguk. Membenarkan ucapan Nadin. Namun entah mengapa dia merasa belum siap bertemu dengan Mahen.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu, kamu harus ikut aku kerumah sekarang" ucap Nadin tanpa ingin dibantah.


-Bersambung-


__ADS_2