
Sesampainya di rumah, Clarissa melihat ke sekeliling. Tidak ada yang berbeda, mungkin yang berbeda adalah posisi penataan bunga di depan rumah dan beberapa tanaman yang terlihat mulai berbunga.
Dia pun langsung masuk ke dalam rumah diikuti oleh kedua orang tuanya.
"Tidak ada yang berbeda, tapi aku sangat merindukan tempat ini" ucap Clarissa kemudian menghempas kan tubuhnya di Sofa.
"Ganti baju dulu sayang, lalu turun makan" ucap Kirana.
Clarissa pun bangkit dan langsung menuju kamarnya.
"Wow, aku sangat merindukanmu" ucap Clarissa pada boneka beruang di kasurnya. Dia memeluk boneka itu erat. Seketika itu juga bayangan kenangan masa lalu bersama Mahen muncul kembali.
-Flashback-
"Kak Mahen, nanti malem ke pasar malam yuk" ajak Clarissa pada Mahen yang saat ini tengah sibuk dengan Hpnya. Dia tengah Mabar bersama anggota the king yang lain.
"Cieee, yang mau ke pasar malam, nggak ngajak-ngajak nih" ucap Nathan.
"Kalau kakak-kakak mau ikut, ayo aja, semakin rame semakin seru" ucap Clarissa.
Berbeda dengan Mahen yang malah memandang teman-temannya tidak suka. Matanya seperti mengisyaratkan bahwa mereka tidak boleh ikut.
"Wah-wah, nggak deh kayaknya Ca. Takutnya nanti macan ngamuk kalau kami ikut. Lain kali saja ya" ucap Nathan.
"Kau sih, sudah tahu temen modelan es batu kayak gitu. Sekalinya diganggu macan pun kalah. Haha" ucap Alex. Mahen tidak menanggapi ucapan Alex, dia kembali fokus dengan games di Hpnya.
"Jam berapa nanti aku jemput?" Tanya Mahen.
"Jam 7 gimna?" Tanya Clarissa sambil melihat Mahen yang masih fokus dengan Hpnya.
Rasanya ingin sekali dia mengganggu Mahen. Dengan merampas Hp itu. Tapi dia sangat tahu bahwa laki-laki yang sedang bermain games tidak bisa diganggu. Bisa-bisa kena amuk dia. Walaupun memang kecil kemungkinan Mahen akan marah padanya. Tapi bukannya lebih baik bejaga-jaga kan ya.
"Deal" ucap Mahen.
Malam harinya Clarissa sudah siap dengan baju kaos dan celana jeans panjang. Kali ini dia mengikat rambutnya hingga memperlihatkan leher mulusnya.
Memoleskan sedikit lipstik dan make up sederhana. Membuatnya begitu manis. Apalagi ditambah dengan rambut panjangnya yang bergelombang. Jadi walaupun menggunakan baju sederhana dia tetap terlihat begitu cantik.
Kring
"Aku di depan" sebuah pesan singkat dari Mahen.
Clarissa langsung mengambil tas kecilnya kemudian turun ke bawah. Disana dia sudah disambut oleh Mamanya yang sedang asik menonton tv.
"Ma, Caca pergi dulu ya" ucap Clarissa kemudian mencium tangan dan pipi Mamanya bergantian.
__ADS_1
"Hati-hati sayang. Ingat jangan pulang Malam" ucap Kirana.
Clarissa pun mengiyakan kemudian keluar untuk menemui Mahen.
"Kak Mahen" panggil Clarissa.
Mahen terdiam sesaat memandangi takjub pada ciptaan sang pencipta yang begitu indah.
"Hey, ayo kak" ucap Clarissa.
Mahen pun langsung memberikan helm pada Clarissa.
"Hati-hati" ucap Kirana yang entah datang dari mana.
"Tante, Mahen izin bawa Clarissa jalan-jalan ke pasar malam ya" ucap Mahen kemudian mencium tangan Kirana.
"Iya, titip anak Tante ya. Ingat jangan pulang Malam. Sebelum jam 10 harus sudah di rumah" ucap Kirana tanpa ada bantahan.
"Siap Tante. Mahen sama Clarissa izin ya Tante" ucap Mahen.
Kirana mengangguk dan tersenyum. Ada rasa sedih bercampur haru melihat mereka.
Haru karena anaknya sudah tumbuh dewasa dan menemukan cintanya. Sedih karena lambat laun mereka mungkin akan dipisahkan karena perjodohan.
"Kak, naik itu yuk" ucap Clarissa sambil menunjuk sebuah wahan kincir.
Melihat wahana itu, Mahen langsung pucat. Dia begitu takut ketinggian, tapi melihat antusias Clarissa. Dia benar-benar tidak tega untuk menolak.
"Ka-aauu serius?" Tanya Mahen.
"Kak Mahen takut?" tanya Clarissa melihat gelagat aneh Mahen. Mahen langsung menggeleng.
"Ya sudah ayo kak" ucap Clarissa sambil menarik tangan Mahen.
Selama perjalanan untuk menaiki wahana tersebut, Mahen keringat dingin.
"Bagaimana bisa aku menaiki ini, boleh kah aku menghilang sebentar?" ucap Mahen dalam hati.
Clarissa langsung mengambil posisi duduk di sebelah kiri. Dan Mahen di sebelah kanan. Mereka dalam posisi saling berhadapan.
"Kak" panggil Clarissa saat melihat wajah Mahen yang begitu pucat.
"Kakak takut?" Tanya Clarissa lagi.
Mahen diam saja, hingga tiba-tiba kincir mulai bergerak. Jadi mau tidak mau Mahen harus tetap diposisinya.
__ADS_1
"Kak" ucap Clarissa kemudian menggenggam tangan Mahen erat.
"Lihat aku kak" ucap Clarissa. Mahen pun mencoba membuka matanya. Menatap perempuan di depannya.
Clarissa tersenyum kemudian mengelus pipi Mahen.
"Kakak akan baik-baik saja. Percaya sama Clarissa. Ada Clarissa disini" ucap Clarissa.
Mendapat sentuhan seperti ini. Menciptakan desiran yang tidak mampu diucapkan dengan kata-kata.
Waktu seperti berhenti begitu saja. Jantung Mahen berdetak lebih cepat dari biasanya. Bukan karena rasa takut, tapi karena sentuhan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya.
Lama mereka dalam posisi saling tatap-tatapan. Hingga kincir pun berhenti.
"Ayo kak, sudah selesai" ucap Clarissa sambil menggandeng tangan Mahen mengajaknya untuk keluar.
Mahen mengikuti Clarissa turun. Rasanya lega sekali sudah keluar dari wahana itu.
"Maaf ya kak, Clarissa tidak tahu kalau kakak takut naik itu. Kenapa nggak bilang tadi?" Tanya Clarissa.
"Kak Mahen nggak enak sama aku ya?" Tanya Clarissa lagi. Dia terus berbicara sendiri. Dan Mahen pun setia mendengarkan. Seperti sebuah musik yang mengalun begitu indah, Mahen begitu nyaman mendengar ocehan wanita disampingnya ini.
"Kak" ucap Clarissa tiba-tiba sambil menunjuk sebuah permainan dimana jika berhasil memenangkan permainannya akan mendapatkan hadiah.
"Kamu Mau?" Tanya Mahen. Clarissa langsung mengangguk antusias.
Mahen pun langsung mendekati permainan itu.
"Ayo kak Mahen pasti bisa" ucap Clarissa sambil berteriak.
Mahen tersenyum, dia pun mulai melakukannya. Menembak semua yang ada di depannya.
"Done" ucap Mahen.
Semua yang ada di sana merasa kaget. Karena ini permainan yang cukup sulit. Bagaimana bisa seorang anak remaja bisa memenangkannya.
Clarissa teriak antusias.
"Yeay menang" ucap Clarissa. Sang pemilik langsung memberikan boneka beruang pada Mahen sebagai hadiahnya.
"Ini" ucap Mahen sambil memberikan boneka itu pada Clarissa.
"Makasi kak" ucap Clarissa kemudian memeluk boneka beruang itu erat.
-Bersambung-
__ADS_1