
Clarissa hanya diam sambil melihat tingkah Mia yang masih bergelayut manja dengan Mahen.
Kepalanya terasa mendidih melihat keganjenan cewek itu.
"Kak Mahen, dia siapa sih?" tanya Mia karena sedari tadi dia mulai merasa risih pada Clarissa.
"Ehh iya, aku belum kenal, perkenalkan, aku Clarissa Wijaya. Sahabatnya Nadin. Adik kelasnya kak Mahen dulu" ucap Clarissa sambil melihat ke Mahen.
Ingin sekali dia mengatakan teman dekatnya kak Mahen. Namun dia tahu diri, dia tidak ingin malu jika nanti kak Mahen malah mengelak.
"Ohh iya, perkenalkan aku Mia. Aku teman dekat kak Mahen" ucap Mia.
"Owh masih teman dekat. Kapan pacarannya?" Tanya Clarissa sambil melirik ke Mahen. Namun. Mahen hanya diam saja sambil melihat lurus ke arah depan.
Mia terlihat bingung menjawab. Dia terlihat menunggu jawaban dari Mahen. Tapi nihil jika mengharapkan jawaban dari seorang Mahen.
"Oups, jangan-jangan kau digantung juga ya sama kak Mahen?" ucap Clarissa yang membuat Nadin dan yang lainnya langsung melihat ke arahnya tidak percaya.
"Emang kak Mahen suka gantungin cewek?" tanya Mia spontan.
"Kau tanya saja sendiri pada orangnya" ucap Clarissa.
Seketika suasana langsung diam. Semuanya seperti menunggu jawaban dari Mahen. Namun Mahen hanya diam saja.
"Sudah-sudah, sekarang kita fokus dulu membicarakan rencana kemah kita. Mumpung Clarissa disini nih, jadi kita juga akan tambah personil" ucap Nathan mencoba mencairkan suasana.
Clarissa terlihat terkejut mendengar kata kemah. Dia ingat bahwa papanya mungkin tidak akan setuju.
"Kemah Nad?" Tanya Clarissa.
"Iya, dengerin saja dulu" ucap Nadin.
__ADS_1
Clarissa diam saja, namun entah mengapa dia masih ragu bisa ikut nanti. Tapi tidak ada salahnya untuk mendengarkan dulu.
"Jadi sekarang kita mulai dari lokasi dulu" ucap Nathan.
Mereka pun mulai membicarakan lokasi untuk kemah, kemudian penentuan waktu, bawa perlengkapan apa saja, dll. Hingga saat semuanya sudah jelas, Clarissa angkat bicara.
"Kak, aku janji bisa ikut. Ini juga dadakan banget. Aku belum izin ke Papa" ucap Clarissa dengan wajah merasa bersalah.
Bryan tiba-tiba menggenggam tangan Clarissa. Hal itu sontak menarik perhatian banyak orang disana.
"Tenang, nanti aku bantu minta izin ya" ucap Bryan.
Clarissa langsung menarik tangannya.
"Hmmm, nanti Clarissa izin sendiri kak" ucap Clarissa. Dia melihat ke arah Mahen yang saat ini tengah melihat mereka tidak suka.
"Kalau Nggak diizinin telpon aku saja. Ingat kan papa kita sahabatan" ucap Bryan. Clarissa hanya membalas dengan anggukan.
Mahen tiba-tiba bangun dan pergi tanpa sepatah katapun.
"Wah perang dunia nih" ucap Nathan.
Clarissa pun mengejar Mahen. Entah mengapa dia merasa bersalah dengan kejadian yang tadi.
Mia ingin menyusul, namun tangannya di tahan oleh Nadin.
"Lo diam disini" ucap Nadin tanpa ingin ada penolakan. Mia pun hanya menurut.
Saat di parkiran.
"Kak Mahen" panggil Clarissa yang membuat Mahen langsung berhenti.
__ADS_1
"Kakak Mau kemana?" Tanya Clarissa.
"Pulang" ucap Mahen singkat.
"Ya ampun, akhirnya aku denger suara kakak lagi" ucap Clarissa sambil tersenyum.
"Ada apa?" Tanya Mahen lagi.
"Kakak kenapa pulang gitu saja? Kan belum selesai" ucap Clarissa lagi.
"Sakit Mata gw ka..." Mahen menggantungkan ucapannya karena saat ini Clarissa malah maju untuk mengecek mata Mahen.
"Mata kak Mahen sakit? Mau ke dokter?" tanya Clarissa dengan polosnya.
Mahen langsung terdiam. Sudah lama sekali dia tidak sedekat ini dengan Clarissa. Dia sangat merindukannya.
Namun rasa egonya mengalahkan segalanya. Dia mengalihkan wajahnya seketika.
"Lupakan, bilang sama anak-anak. Aku balik duluan" ucap Mahen kemudian meninggalkan Clarissa yang masih mematung bingung.
"Katanya sakit, tapi matanya terlihat baik-baik saja. Tapi syukur deh, akhirnya kak Mahen mau ngomong sama aku. Walaupun sedikit. Dan apa tadi?" ucap Clarissa sambil melihat tangannya yang tadi memegang wajah Mahen.
Dia tersenyum sambil berteriak ria di dalam hatinya.
"One step closer" batin Clarissa.
"Hati-hati kak" teriak Clarissa sambil melambaikan tangan pada Mahen. Mahen hanya melihat Clarissa dari spion mobilnya. Sebuah senyuman tiba-tiba tercetak di bibirnya.
Setelah itu, Clarissa kembali lagi ke cafe.
"Kak Mahen katanya pulang duluan" ucap Clarissa kemudian mengambil tempat duduk seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Kebiasaan dia itu, ya udah kita mulai lagi, jadi kesimpulannya tadi apa?" ucap Nathan.
-Bersambung-