
"Dek, ini jagungnya" ucap Pak Joko.
"Oya, makasi pak. Ini uangnya" ucap Nadin.
Setelah itu mereka pun pamit kepada Mark dan Li.
"Kak, kami ke atas duluan ya. Nanti kalau ada waktu senggang bisa gabung sama kami" ucap Nadin yang langsung dibalas anggukan oleh keduanya.
Setelah itu, Nadin terlihat begitu bahagia membawa jagung-jagung itu ke atas.
"Nad, Pokoknya Kamu harus comblangin aku sama temennya kak Mark. Sumpah Ca, dia itu ganteng banget. Tipe aku banget. Putih, tinggi, manis, pinter lagi" ucap Nadin dengan senyum mengembang.
"Darimana kamu tau dia pintar?" Tanya Clarissa.
"Dari suaranya, dari cara bicaranya" ucap Nadin cepat.
Clarissa hanya menggeleng melihat tingkah temennya ini. Baru saja kenal beberapa menit yang lalu. Dia sudah berani menjudge orang.
"Sudahlah, ayo kita makan dulu" ucap Clarissa setelah mereka sampai di atas.
Terlihat tenda-tenda sudah berdiri.
"Astaga sudah selesai ya" ucap Nadin.
"Lu bisa lihat sendiri kan" ucap Alex dengan nada dinginnya.
Alex langsung saja mengambil jagung yang di pegang Nadin kemudian pergi meninggalkannya begitu saja.
"Lah, dia kenapa?" ucap Nadin sambil melihat Alex yang menurutnya berbeda.
"Makanya jangan kelamaan pacaran" ucap Mahen dingin kemudian mengambil jagung di tangan Clarissa dan pergi begitu saja.
"Lah, siapa yang pacaran?" Tanya Clarissa bingung.
Nadin dan Clarissa saling tatap. Dia juga bingung apa maksud dari perkataan Mahen tadi.
"Udahlah, biarin saja. Ayo kita makan. Keburu ini dingin nanti nggak enak" ucap Nadin yang langsung diiyakan oleh Clarissa.
"Hey Nad, kenapa kita nggak tidur di dalam Vila saja. Ini kan vila lu. Gw nggak sanggup tidur di luar. Apalagi di tenda, kotor dingin" ucap Sindi yang tiba-tiba datang menghampiri Nadin.
"Lah, kita ke sini kan buat kemah. Kalau emang kakak keberatan ngapain ikut. Kita disini buat seneng-seneng menikmati suasana malam disini. Bukan buat manja-manja. Kalau kakak mau di vila. Minta Kak Nathan saja. Ngapain nanyak di aku" ucap Nadin kesal.
__ADS_1
"Udah, tapi dia diam saja" ucap Sindi.
"Ya udah sih. Kalau emang kakak nggak nyaman disini. Bisa pulang sendiri kan" ucap Nadin.
"Sial. Nggak ada gunanya ngomong sama kamu" ucap Sindi kemudian pergi meninggalkan Nadin dan Clarissa yang saat ini tengah geleng-geleng kepala melihat sikap manja mantan kakak kelasnya itu.
"Ya udah sih. Ribet banget jadi cewek" ucap Nadin.
"Huss, udah-udah" ucap Clarissa mencoba menenangkan sahabatnya ini.
Malam harinya mereka berkumpul bersama di depan tenda.
Mahen dan Nathan terlihat menyalakan api unggun bersama.
Clarissa hanya memperhatikan dari jauh. Sejak tadi, Mahen terus bersikap dingin padanya. Bahkan saat mengambil kayu bakar. Mahen lebih memilih bersama Mia daripada dirinya.
Alex tiba-tiba datang dengan membawa gitar.
"Ada yang mau sumbang lagu nggak?" Tanya Alex.
"Nggak bisa nyanyi" ucap Sindi dan Mia bersamaan.
"Iya, aku percaya. Aku nggak minta kalian" ucap Alex. Yang membuat keduanya langsung cemberut.
"Mine-petra Sihombing" ucap Clarissa.
"Nggak terlalu hafal lagu Bahasa Inggris" ucap Alex.
"Tapi kakak tahu kunci gitarnya kan?" ucap Clarissa.
"Gampang itu mah" ucap Alex.
"Kalau gitu, Clarissa yang nyanyi" ucap Clarissa.
"Oke deal" ucap Alex yang terlihat bersemangat.
Petikan gitar pun mulai terdengar.
Hening sesaat. Semuanya terlihat menunggu.
... Boy your heart, Boy your face is so different from them others
__ADS_1
I'll say, you're the only one that I'll adore
'Cause every time you're by my side
My blood rushes from my veins
And my geeky face, blushed so silly, yeah, oh yeah
… And I want to make you mine
Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I (You and I) (You and I)
And we'll be together till we die
Our love will last forever and forever, you'll be mine
You'll be mine
Oh-ooh, oh-ooh
… Boy, your smile and your charm
Lingers always on my mind I'll say
You're the only one that I've waited for
… And I want you to be mine"
Setiap lirik lagu yang dinyanyikan oleh Clarissa membuat semua orang terpana mendengar suaranya.
Begitu pun dengan Mahen yang terdiam sesaat. Dia bahkan terlihat tidak berkonsentrasi dengan api di depannya.
"I Want you to be mine" ucap Clarissa dan lagu pun selesai.
Terdengar tepuk tangan dari beberapa orang disana.
"Suara yang indah" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba datang.
Hal itu sontak membuat semua orang yang ada disana terdiam seketika.
__ADS_1
-Bersambung-