Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Kalian saling kenal


__ADS_3

Saat ini Mahen sedang duduk berdua dengan seorang gadis kecil yang saat ini sudah fasih dalam membaca buku di depannya. Yups dia adalah Ica. Gadis kecil yang dulu sangat ceria.


Hanya tersisa dia saja disini sekarang. Sejak Basecamp nya di tutup secara paksa. Hanya dia yang masih berani untuk datang kesana. Beruntung saat itu dia tengah berjalan di sekitar base camp untuk mengobati rasa rindunya pada anak-anak sehingga dia dipertemukan dengan Ica. Si gadis kecil yang paling aktif.


"Udah lancar banget nih kamu bacanya. Oya gimana sekolahnya?" Tanya Mahen.


Ica pun menceritakan semuanya pada Mahen.


"Oya kak, Kak Caca apa kabar? Ica kangen banget" ucap Ica dengan raut wajah sedih. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan kakak kesayangannya itu. Dia rindu latihan bersama.


"Kamu ingin bertemu dengannya?" Tanya Mahen.


"Mau" ucap Ica antusias.


"Sebentar" ucap Mahen kemudian mengambil Hpnya.


"Ting" sebuah pesan WA masuk saat dia menyalakan Hpnya.


"Mami, tumben banget" ucap Mahen kemudian membuka isi pesan Mamanya.


Dia tersenyum saat melihat isi pesan Mamanya.


"OTW" balasnya.


"Ayo kita ketemu sama kak Caca" ucap Mahen kemudian mengajak gadis kecil itu naik ke motornya.


"Yeay, ketemu kak Caca" teriak Ica antusias.


Disisi lain,

__ADS_1


Nadin, Mahalini, dan Sarwenda terlihat tengah makan bertiga. Clarissa sedang pergi ke kamar mandi.


Setelah menerima pesan dari Mahen tadi. Sarwenda tidak henti-hentinya tersenyum dan melihat ke arah pintu masuk.


"Mama cariin siapa sih?" Tanya Mahalini ketika melihat keanehan mamanya.


"Cari kucing, siapa tahu ada yang masuk" ucap Sarwenda asal.


"Ada-ada saja Tante. Mana ada kucing disini" ucap Nadin menimpali.


Selang beberapa menit, Clarissa terlihat keluar dari kamar mandi.


"Maaf Tante, saya lama" ucap Clarissa.


"Nggak apa-apa sayang" ucap Sarwenda.


Mereka makan dengan tenang, sesekali terdengar celoteh dari Mahalini yang membuat siapapun gemas melihatnya.


-Hingga-


"Ca, lihat ke arah jam 2" bisik Nadin. Clarissa langsung menengok ke arah yang Nadin maksud.


"Deg"


"Kak Mahen" batinnya saat melihat Mahen berjalan ke arahnya.


Sebentar, siapa yang berjalan bersamanya.


"Ica" ucap Clarissa yang terlihat langsung begitu antusias.

__ADS_1


"Kak Caca" teriak Ica kemudian berlari menuju Clarissa hingga menarik perhatian beberapa pengunjung disana.


Dia langsung berhambur ke pelukan Clarissa.


"Ica, astaga, aku sangat merindukan" ucap Clarissa memeluk Ica erat. Melepas kerinduannya selama ini.


"Hikss Ica kangen banget" ucap Ica lagi. Semua yang ada disana terlihat ikut terharu melihat mereka. Begitupun dengan Mahen yang hanya bisa diam melihat mereka. Hanya dia yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.


"Jangan nangis dong, nanti kakak juga ikut sedih" ucap Clarissa kemudian menghapus air mata yang membasahi pipi Ica.


Ica menggeleng kemudian menghapus sisa air matanya.


"Ica nggak nangis, ini air mata bahagia" ucap Ica yang tentu saja membuat Clarissa tersenyum gemas.


"kak Mahen" ucap Clarissa saat melihat Mahen yang saat ini tengah berdiri di samping mereka.


"Duduk dulu yuk" ucap Mahen.


Clarissa melihat ke sekeliling, ternyata saat ini beberapa orang terlihat masih melihat mereka. Dia langsung membungkukkan badan dan meminta maaf


Dia langsung mengajak Ica bangun dan duduk di samping Nadin.


Mahen pun langsung mengambil tempat di samping Mahalini.


"Kak Mahen kenapa duduk disini sih, Jadi sempit gini" protes Mahalini.


"Kalian saling kenal?" Tanya Clarissa spontan.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2