
Hari terus berlalu, hubungan mereka baik-baik saja. Tidak ada halangan sama sekali. Berantem kecil pasti ada, tapi pasti akhirnya mereka akan baikan lagi.
Yang berbeda mungkin sekarang Alex dan Nadin semakin dekat. Seperti nya Alex sudah menemukan perempuan yang tepat.
Dia yang sulit untuk jatuh cinta, langsung bucin Se bucin-bucinnya. Hari-hari rasanya tidak lengkap jika dia belum bertemu Nadin dan menggodanya.
Sedangkan Mahen saat ini sedang dipusingkan dengan kelakukan Clarissa. Dia begitu aneh, bahkan sangat Aneh sekarang.
Dia menjadi sangat posesif dan kemanapun Mahen pergi, dia selalu ingin ikut.
"Sayang lagi dimana?" Tanya Clarissa melalui WhatsApp.
"Di kantin sekolah, kenapa?" Tanya Mahen.
"Kok balesnya cuek gitu sih. Kan nanyak" bales Clarissa lagi.
"Ya ampun, perasaan gw balesnya biasa deh. Apanya yang salah" batin Mahen.
"Iya sayang, ini lagi di kantin. Kenapa?" Balas Mahen lagi.
Clarissa langsung tersenyum lagi saat melihat tulisan sayang di notifikasi hpnya.
"Sama siapa?" balas Clarissa.
__ADS_1
"Sama geng the King" balas Mahen.
"Oke sayang, lanjut saja dulu. Ingat jangan nakal" balas Clarissa.
Dia pun langsung menyimpan hp nya. Kemudian lanjut berjalan menuju perpustakaan sekolah.
#Flashback On
Tadi saat jam istirahat, Clarissa berniat langsung ke kantin. Namun dia tertarik untuk melihat mading sekolah. Karena beberapa kelas 3 sedang berkumpul disana.
Hingga dia juga bertemu Mark disana.
"Kak Mark, ada apa sih rame-rame gini?" tanya Clarissa.
"Biasalah, udah kelas 3, pengumuman hasil tryout kemarin" ucap Mark.
"Astaga Ca, lu saja udah hampir setahun disini. Ya wajarlah, 2 bulan lagi UN loh. Ya kali nggak Tryout dari sekarang" ucap Mark.
"Haha, belum setahun kak. Lebay deh kak Mark. Owh bentar lagi" ucap Clarissa.
Entah kenapa dia merasa sedih mendengar berita itu. Tubuhnya langsung lemes dan tidak bersemangat seketika.
"Iya udah deh kak Aku permisi dulu ya" ucap Clarissa kemudian pamit pada Mark.
__ADS_1
Setelah berjalan beberapa langkah menjauh dari keramaian. Clarissa langsung mengetik nama seseorang di Hpnya.
#Flashback Off
Clarissa duduk sendiri di perpustakaan. Bayang-bayang kenangan dulu saat Mahen dan dia di perpustakaan muncul kembali.
"Aku takut, kak Mahen akan lanjut kuliah ke luar negeri dan ninggalin aku disini" ucap Clarissa sambil memandang kosong ke arah rak buku di depannya.
Beberapa hari ini dia terlihat benar-benar lebih posesif, karena dia selalu berpikiran seperti itu.
Dia takut Mahen akan meninggalkannya.
Ingin sekali dia bertanya, kemana Mahen akan melanjutkan sekolah. Tapi dia sangat takut akan kenyataan itu.
Itu pun yang membuatnya menjadi tidak bisa jauh dari Mahen sedikitpun.
"Apa aku bertanya saja ya? Tapi bagaimana kalau firasatku benar. Aku tinggal satu tahun baru lulus. Aku tidak mungkin pindah lagi. Tapi aku juga nggak bisa LDR. Apa ini akan jadi karma karena dulu aku ninggalin kak Mahen" batin Clarissa.
Dia pun menenggelamkan wajahnya di sela-sela tangannya.
Rasanya sangat lelah overthingking setiap hari. Apalagi ini pada hal yang tidak mungkin terjadi.
Yang membuat semua orang overthingking itu karena pikiran mereka. Tapi sangat sulit untuk mengontrol pikiran sendiri. Padahal kita masih dalam satu tubuh. Kenapa susah sekali.
__ADS_1
"Rasanya aku ingin menjambak rambutku sekarang" ucap Clarissa lagi.
-Bersambung-