
"Sayang" ucap Clarissa kemudian mengambil tempat duduk di sebelah Mahen.
Clarissa langsung menyenderkan kepalanya di bahu Mahen.
Semua orang yang ada di sana sontak terkejut. Begitu pun dengan Mahen yang saat ini tengah diam menahan desiran hebat di hatinya.
"Tadi aku dengar kak Mia menggodamu ya?" tanya Clarissa dengan suara yang begitu manja.
Mahen hanya diam, sambil menatap Clarissa dengan tatapan tidak percaya.
Bagaimana bisa dia bertingkah semanis ini.
"Sayang, jawab" ucap Clarissa lagi.
"He eh itu" Mahen sulit bicara, suaranya tiba-tiba susah keluar. Dia blank, benar-benar blank.
"Kenapa sayang? ada yang salah dengan tenggorokanmu, kamu sakit?" tanya Clarissa sambil menatap Mahen dengan senyuman yang membuat siapapun luluh terhadapnya.
Jantung Mahen semakin di buat berdetak olehnya. Bahkan rasanya dia kesulitan bernafas dan kesulitan berbicara sekarang.
"Kak Mia, kakak tahu kan hubunganku dengan kak Mahen. Kenapa mencoba menggoda pacarku?" ucap Clarissa yang sekarang beralih menatap Mia yang hanya bisa terdiam sekarang. Clarissa menggandeng tangan Mahen. Seperti memperlihatkan bahwa Mahen hanya miliknya.
"Huk huk. sepertinya aku haus. Aku ambil air minum dulu ya" ucap Alex kemudian berlari menuju ke arah dapur.
"Perutku tiba-tiba sakit. Aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Nathan.
"Ah sepertinya ada yang ketinggalan di kamar. Aku ambil dulu" ucap Nadin.
__ADS_1
"Nad, gw ikut" ucap Sindy.
Sedangkan Bryan memilih untuk mengikuti Alex.
Sisa mereka bertiga disana.
Clarissa kini fokus pada Mia.
"Kak Mia, jawab Clarissa. Kakak ada perasaan sama kak Mahen?" tanya Clarissa.
"Iya Ca" ucap Mia dengan tegas.
"Tapi kak Mahen pacar aku kak. Kak Mahen sayangnya sama aku. Kakak tahu itu kan?" ucap Clarissa lagi.
Mahen hanya diam, dia hanya bisa menatap bangga pada Clarissa yang menurutnya sangat keren sekarang.
"Iya aku tahu. Tapi sebelum jalur kuning melengkung. Dia bukan milik siapa-siapa" ucap Mia lagi.
Mendengar itu, kesabaran Mia sepertinya sudah di ujuk tanduk.
Dia langsung bangun dan hendak memukul Clarissa. Namun Mahen langsung memegang tangannya.
"Jangan macam-macam Mia. Aku sudah cukup bersabar ya selama ini" bentak Mahen.
Mendengar itu, Mia tidak bisa berkata-kata lagi. Dia langsung mengambil tasnya, dan berlari meninggalkan rumah Nadin.
Clarissa hanya bisa diam dan memandang Mia dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
"apa aku tadi sudah keterlaluan" batinnya.
Kini sisa tinggal Clarissa dan Mahen yang diam tanpa kata.
"Kak" ucap Clarissa memulai suara.
"Iya" ucap Mahen sambil melihat Clarissa yang saat ini tengah memandang lurus ke depan.
"Kakak tahu kan, aku sayang banget sama kakak. Kenapa kakak tadi deket-deket sama kak Mia. Sakit tahu kak" ucap Clarissa sambil memegang dadanya.
"Maaf Ca. Tapi itu juga yang kakak rasakan saat kamu cerita tentang Mark tadi di mobil" ucap Mahen lagi.
"Kalau sakit, kenapa nggak bilang? Caca nggak tahu kalau kakak sakit" ucap Clarissa kemudian menunduk.
"Dengarkan aku Ca. Kakak juga nggak tahu kenapa bisa sesakit itu hanya dengar kamu cerita tentang laki-laki lain. Bahkan kamu tersenyum pada laki-laki lain pun kakak sakit banget Ca. Kakak nggak pernah ngerasain ini sebelumnya" ucap Mahen sambil mengangkat wajah Clarissa untuk menatapnya.
"Aku tidak ingin posesif Ca. Tapi aku juga tidak bisa mengatur hatiku untuk sakit atau tidak. Sepertinya aku bener-bener jatuh cinta Ca" ucap Mahen lagi.
Clarissa hanya terdiam. Dia bingung harus berekspresi seperti apa. Dia bahagia dengan pengakuan Mahen. Tapi disisi lain, dia juga merasa bersalah.
"Aku juga sayang sama kakak. Sayang banget malah. Kakak percaya kan kalau aku nggak akan pernah mengkhianati kakak?" ucap Clarissa setelah beberapa lama.
"Aku percaya, dan aku harap kamu juga" ucap Mahen kemudian memeluk Clarissa erat.
"Hmmm hmmm ini rumah gue ya" ucap Nathan datang tiba-tiba.
Clarissa langsung melepas pelukannya. Dia menyembunyikan wajahnya malu.
__ADS_1
"Ganggu saja lu" ucap Mahen kesal
-Bersambung-