
Malam ini, Mahen masih tidak menghubunginya. Dia masih kepikiran dengan alasan Mahen memilih bekerja. Padahal dia sudah kelas 3. Seharusnya dia fokus untuk ujian sekolahnya.
Drrrtttt
Hp Clarissa tiba-tiba berbunyi yang membuatnya langsung bangun dari tidurnya.
Panggilan video Call dari Mahen. Wajah Clarissa langsung berubah bahagia.
Clarissa langsung merapikan rambutnya, kemudian mengangkat panggilan video tersebut.
"Ca" ucap Mahen.
"Hallo kak" ucap Clarissa yang terlihat begitu bahagia.
Terlihat jelas mata Mahen yang begitu sembab dan kelelahan. Sepertinya dia bekerja terlalu keras hingga membuat kantung matanya mulai terlihat.
"Tadi kamu bener ke rumah?" Tanya Mahen. Clarissa spontan mengangguk.
"Hmm, maafin aku ya Ca. Ini aku baru saja pulang dari kantor papa" ucap Mahen dengan wajah yang terlihat begitu bersalah.
"Tidak apa-apa kak. Kakak istirahat saja dulu. Kakak kelihatan capek banget" ucap Clarissa merasa bersalah.
Namun Mahen menggeleng.
__ADS_1
"Aku kangen lihat muka kamu Ca" ucap Mahen yang membuat pipi Clarissa langsung bersemu malu.
"Clarissa juga kangen kak Mahen. Huhu, kenapa kak Mahen nggak pernah menghubungi Clarissa beberapa hari ini?" Tanya Clarissa.
"Maafin aku Ca. Beberapa hari ini, aku terlalu fokus untuk belajar kelola perusahaan papa. Jadi sering pulang malem, selesai pulang sekolah aku langsung ke kantor" ucap Mahen merasa bersalah.
Sebenarnya Clarissa sudah tahu, tapi dia hanya ingin tahu alasan nya langsung dari Mahen.
"Kak Mahen kenapa kerja? Bentar lagi kan mau ujian kelulusan kak" ucap Clarissa.
"Masih lama Ca. Tinggal 8 bulan lagi ujiannya" ucap Mahen terkekeh.
"Iya itu bentar lagi namanya kak. Kakak kurang uang saku atau gimana?" Tanya Clarissa dengan polosnya.
"Buktiin ke siapa kak?" Tanya Clarissa lagi.
"Ke calon mertua" ucap Mahen yang membuat Clarissa terdiam seketika.
"Calon mertua? kak Mahen mau nikah? Dengan siapa? Aku belum siap" batin Clarissa.
Moodnya yang tadi bahagia, tiba-tiba berubah seketika.
"Kok muka kamu kayak gitu Ca?" Ucap Mahen karena melihat perubahan sikap Clarissa.
__ADS_1
"Aku sedih, kak Mahen udah punya calon mertua. Kak Mahen mau nikah sama siapa?" ucap Clarissa dengan polosnya.
"Astaga Ca" ucap Mahen sambil menepuk jidatnya.
"Jawab kak, biar Clarissa bisa siapin mental dan hati kalau misalnya dia jauh lebih cantik daripada Clarissa" ucap Clarissa yang membuat Mahen langsung melihat Clarissa dengan ekspresi yang tidak mampu dijelaskan lagi.
"Hmm, dia memang lebih cantik dari kamu sih Ca. Jadi kamu siap-siap saja" ucap Mahen sambil mengulum senyumnya.
"Nggak ada wanita yang lebih cantik dari aku" ucap Clarissa menyombongkan diri.
"Lah sombong" ucap Mahen sambil terkekeh. Karena berhasil mengerjai wanita dambaannya.
"Biar. Intinya aku mau lihat wanita itu" ucap Clarissa. Dia sebenarnya tidak sanggup mengucapkannya. Itu hanya alibinya saja untuk menutupi kesedihannya saat ini.
"Besok ya" ucap Mahen yang sukses membuat Clarissa semakin kesal.
"Sekarang kak" ucap Clarissa.
"Dia polos atau bagaimana sih. Jelas-jelas yang aku maksud dia. Pakai nanyak segala" batin Mahen. Namun dia tetap ingin mengerjai Clarissa. Bahagia sekali rasanya bisa mengerjai Clarissa dan melihat wajah kesalnya itu.
"Besok oke. Sekarang tidurlah" ucap Mahen kemudian mematikan telpon yang sukses membuat Clarissa semakin kesal.
"Hahah" tawa Mahen memenuhi kamarnya.
__ADS_1
-Bersambung-