Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Tembakan


__ADS_3

Andre terlihat muncul dengan menggunakan pakaian hitam bersama dua orang di belakangnya.


"Kerja bagus" ucapnya sambil memegang bahu Lee.


Lee hanya menunduk tanda hormat.


"Dimana mereka?" Tanya Andre.


"Di dalam tuan" ucap Lee.


Lee pun mengantarkan Andre masuk ke dalam.


Andre terdiam sesaat melihat Clarissa. Begitupun dengan Clarissa. Namun kali ini Clarissa menatap Andre penuh Amarah. Dia sudah tidak takut lagi. Karena jika dia takut lalu siapa yang akan melindungi kedua temannya.


"Lama tidak berjumpa anak manis" ucap Andre.


"Lepaskan kami" ucap Clarissa lantang.


"Haha, apa aku salah dengar? Lepaskan? aku sudah susah paya menunggu momen ini. Lalu kau minta lepaskan? Enak saja" ucap Andre, kemudian berjalan mendekati Clarissa.


Mark pun lang berinisiatif melindungi Clarissa dan Nadin. Namun badannya langsung ditendang oleh anak buah Andre.


"Kalau kau ingin tetap hidup, diam lah. Jangan mengganggu" ucap Andre pada Mark.


"Lebih baik aku mati" ucap yang kemudian bangkit lagi dan berusaha melindungi Clarissa dengan tangan dan kaki yang masih terikat.


Namun lagi-lagi di malah ditendang.


"Kak Mark" teriak Clarissa karena melihat darah keluar dari wajah Mark.


"Lepaskan kak Mark dan Nadin. Ini urusanku denganmu" ucap Clarissa.


"Haha. Rupanya kau cukup berani. Tapi tidak segampang itu, karena mereka juga sering membuatku kesal" ucap Andre.


"Apa yang kau mau? Aku akan memberikan semuanya, asalkan kau melepaskan mereka!" ucap Clarissa lagi.

__ADS_1


Nadin dan Mark langsung melihat Clarissa.


"Ca, apa yang kau katakan. Kalau memang harus mati, kita mati sama-sama" ucap Nadin.


"Wah, persahabatan yang sungguh manis. Tapi maaf aku membencinya" ucap Andre.


"Plakkk" satu tamparan mengenai wajah Nadin.


Kepala Nadin terbentur di dinding hingga membuatnya pingsan seketika.


"Nadin!!!" Teriak Clarissa.


"Hey appa Yang Kau lakukan? Iblis!!" ucap Clarissa sambil menatap Andre penuh Amarah.


"Dia membuatku kesal" ucap Andre kemudian memegang wajah Clarissa. Menekannya keras.


"Jangan menatapku seperti itu. Kau tahu aku tidak suka dilawan" ucap Andre sambil terus menekan tangannya di wajah Clarissa.


Clarissa merasa kesakitan. Dia berusaha melepaskan diri namun tangan Andre begitu kuat. Hingga suara tembakan beberapa kali di luar menghentikan nya.


"Tuan kita sudah dikepung musuh" ucap Lee.


"Sial! Siapa yang memberitahu keberadaan kita?" ucap Andre kesal.


"See! Kejahatan akan selalu kalah" ucap Clarissa.


Andre pun langsung menarik Clarissa. Memegang tangannya di belakang. Dia akan menjadikan Clarissa sebagai Sandra Agar dia selamat.


Pintu rumah itu pun terbuka.


Disana terlihat Mahen dan teman-temannya dan beberapa anak buahnya di belakang


"Kak Mahen" ucap Clarissa yang saat ini lehernya tengah di pegang oleh Andre.


"Lepaskan dia" ucap Mahen sambil menodongkan pistol ke arah Andre.

__ADS_1


Semua anak buah Andre angkat tangan. Mereka menyerah karena jumlah mereka kalah banyak.


"Haha, aku akan membunuhnya" ucap Andre.


"Kalau sampai kau melakukannya. Aku tidak akan membiarkanmu bernafas sedikitpun" ucap Mahen.


"Aku tidak takut. Yang terpenting balas dendamku telah terbayarkan" ucap Andre lagi.


Clarissa hanya diam, dia memilih memejamkan matanya dan pasrah pada semuanya.


"Apa yang kau mau, aku akan berikan semuanya asal kau lepaskan Clarissa " ucap Mahen lagi.


"Aku ingin nyawa kalian semua, haha" ucap Andre dengan wajah yang sangat mengerikan.


"HENTIKAN!!!" Teriak seseorang yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


Andre langsung terdiam ketika melihat siapa yang datang. Begitupun juga dengan Mahen dan yang lainnya.


Clarissa langsung membuka matanya dan melihat siapa yang datang.


"Pak Indra" ucap Clarissa.


"Jangan ikut campur kau Indra" teriak Andre.


"Pa, lepaskan dia. Ini salah pa. Aku yakin Mama di atas sana sedih melihat papa seperti ini" ucap Indra mencoba membujuk papanya.


"Jangan ikut campur kamu. Apa yang kamu tahu. Mereka ini yang membuat mama mu meninggal dunia. Aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan selama ini" ucap Andre lagi.


"Papa pikir hanya papa yang menderita. Aku juga pa. Aku sedih karena kehilangan Mama. Tapi aku berpikir bahwa mama harus bahagia di atas sana. Untuk itu aku berusaha ikhlas. Kau yakin Mama tidak ingin papa seperti ini. Papa lupa apa yang terakhir kali mama ucapkan? Mama ingin papa melupakan semua hal tentang balas dendam. Bukankan mama sedih ketika kejadian 10 tahun yang lalu" Ucap Indra.


Andre terdiam, semua yang diucapkan Anaknya memang benar. Hingga


"DOR" suara tembakan menggelegar memenuhi ruangan itu.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2