
Hari terus berlalu, Minggu depan adalah jadwal ujian untuk kelas 3.
Clarissa pun mulai jarang bertemu dengan Mahen. Karena Mahen sibuk belajar dengan geng the King.
Dia mengerti itu, dia sebagai pacar tentunya tidak ingin egois. Dia ingin yang terbaik untuk Mahen.
"Aku juga harus membiasakan diri untuk tidak bertemu kak Mahen dari sekarang" ucap Clarissa.
"Ingat Ca, sekolahnya kak Mahen jauh lebih penting" ucap Clarissa dengan semangat penuh membara.
Setelah terlalu lama berbicara dengan diri sendiri, Clarissa kemudian mengetik sesuatu di Hpnya.
"Hallo, Nad" ucap Clarissa saat panggilan tersambung. Ternyata dia baru saja mencoba menelpon Nadin.
"Iya Ca" ucap Nadin dari seberang telpon.
"Kita ketemuan yuk, di Cafe biasa" ucap Clarissa.
"Hah? Cafe? Sekarang?" Tanya Nadin yang terdengar sedikit kaget.
"Iya Nad, ayo" ucap Clarissa.
"Ma-maaf Nad. Aku nggak bisa. A- itu aku harus nganter Mama ke super market belanja bulanan" ucap Nadin yang terdengar sedikit aneh menurut Clarissa.
"Owh nggak bisa ya. Ya udah deh aku sendiri saja" ucap Clarissa.
"Eh, jangan Ca. hmmm, ehh, disana itu banyak cowok jam-jam segini. Bahaya, emang kamu mau digodain disana kayak sebelum-sebelumnya?" Tanya Nadin.
"Tapi aku bosan Nad di rumah terus" ucap Clarissa sedikit kesal.
"Bermain sama kucing peliharaan mu saja dulu Ca. Kan banyak itu, sekalian refresing otak. Katanya bagus loh bermain sama binatang buat kesehatan otak" ucap Nadin.
"Iya udah deh. Aku matiin ya. Bye" ucap Clarissa.
Dia sebenarnya sedikit curiga dengan sikap Nadin. Dia merasa Nadin sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi dia tidak tahu apa.
"Ya sudahlah, aku bermain dengan Katty saja" ucap Clarissa kemudian bangun dari tidurnya dan meletakkan hpnya di laci.
__ADS_1
Dia sengaja tidak membawa hp. Karena memang tidak mungkin ada yang menelponnya nanti, semua orang sedang sibuk.
"Kenapa hari ini pakai libur sih. Tumben banget aku libur tapi ngerasa bener-bener nggak bahagia" ucap Clarissa kesal. Dia berguling-guling tidak karuan di kasurnya sebagai bentuk pelampiasan kekesalan nya.
"Sangat menyebalkan, aku membenci hari ini" teriak Clarissa memenuhi kamarnya.
Kirana yang saat ini sedang masak, mendengar suara teriakan langsung berlari ke kamar anaknya.
Tok Tok Tok
"Ca, apa kau baik-baik saja?" Tanya Kirana dari Luar kamar.
Mendengar mamanya mengetuk pintu. Clarissa langsung berlari membuka pintu kamarnya.
"Mama" ucap Clarissa kemudian memeluk Kirana.
"Anak Mama nggak apa-apa kan? tadi aku denger kamu teriak" ucap Kirana.
"Ma, aku bosan dan kesal sekali Ma" ucap Clarissa.
"Kamu bosan atau kesal sayang, satu-satu dong" ucap Kirana lagi.
"PR udah jadi?" tanya Kirana.
Clarissa mengangguk.
"Belajar udah? kan mau ulangan kenaikan kelas sebentar lagi" ucap Kirana lagi.
Clarissa langsung mengangguk.
"Ya udah, ayo bantu Mama buat kue" ucap Kirana.
"Tumben banget Mama buat kue lagi. Ada apa ini" tanya Clarissa.
"Mama lagi kangen saja buat kue. Ayo" ucap Kirana.
"Ya udah deh. Ayo" ucap Clarissa kemudian.
__ADS_1
Daripada dia tidak melakukan apa-apa yang akan membuatnya semakin kesal. Lebih baik dia membantu Mama nya membuat kue.
Clarissa langsung mengambil memasang celemek di badannya.
"Ma, ini mau diapain?" Tanya Clarissa saat melihat adonan tepung di depannya.
"Itu udah jadi Ca. Kamu tinggal masukkan saja ke oven" ucap Kirana.
"Lah, terus Clarissa ngapain habis ini. Masak cuma masukin ini saja selesai?" Tanya Clarissa.
"Kamu tunggu saja kue itu sampai matang" ucap Kirana.
"Oke deh Ma" ucap Clarissa kemudian. Sebenarnya dia malas. Tapi sepertinya itu bukan lah ide buruk daripada dia harus diam di kamar.
"Ma, aku cuci piring juga deh" ucap Clarissa.
"Biar bibik saja nanti itu" ucap Kirana.
"Hmm" ucap Clarissa sambil melihat kue di oven.
"Sepertinya akan lama" batin Clarissa.
"Ma, lama banget deh" ucap Clarissa yang sudah mulai bosan menunggu.
Kirana hanya menahan senyum melihat anaknya.
"Ma, sekarang tanggal berapa sih?" Tanya Clarissa pada Kirana.
"Entahlah, kamu lihat saja di kalender sana. Tumben banget peduli sama tanggal" ucap Kirana pada anaknya.
"Hmm, padahal aku cuma mau cari topik pembicaraan. Ya udah deh aku diam saja" ucap Clarissa kemudian melihat ke arah oven di depannya. Dia fokus melihatnya seperti anak kecil.
Hingga lama-lama dia mulai mengantuk. Dia menguap beberapa kali.
"Kalau ngantuk tidur Ca" ucap Mamanya.
"Iya udah deh Ma, Clarissa masuk tidur bentar ya" ucap Clarissa.
__ADS_1
Bener saja. Saat dia sampai kamar dia langsung membanting tubuhnya dikasur dan tertidur.
-Bersambung-