Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Semoga berakhir baik


__ADS_3

Saat ini mereka tengah duduk berdua sambil menatap air mancur yang terus mengucur tanpa hentinya.


Setelah adegan menangis tadi, mereka terlihat sama-sama diam. Entah apa yang ada diisi kepala mereka masing-masing.


Yang pastinya hati mereka sedikit tenang sekarang karena sudah mencurahkan hati satu sama lain.


"Sudah sore ini Ca. Kamu tidak pulang" Tanya Mahen saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Aku tidak tahu mau pulang kemana kak" ucap Clarissa dengan tatapan kosong.


"Ada masalah?" tanya Mahen.


"Hmm, biasalah kak. Papa ingin memaksakan keinginannya lagi" ucap Clarissa.


"Mau cerita?" tanya Mahen dengan tatapan lembut.


Clarissa menggeleng.


"Oke, tapi kalau mau cerita, aku siap dengerin kok. Ini sudah mau malam, mau nginap di rumah kakak?" Tanya Mahen.


Lagi-lagi Clarissa menggeleng.


"Apa kata orang kak kalau aku nginap di rumah kakak. Nanti coba aku tanya Nadin saja" ucap Clarissa. Mahen mengangguk.


Dia memegang tangan Clarissa lembut.


"Apapun masalahmu sekarang. Kalau kamu butuh bantuan, hubungi aku ya. Intinya jangan hilang seperti dulu" ucap Mahen sambil mengusap punggung tangan Clarissa dengan lembut.

__ADS_1


Clarissa tersenyum kemudian mengangguk.


"Siap kak. Makasih juga ya udah maafin Clarissa" ucap Clarissa.


"Yang lalu biarkan berlalu okey" ucap Mahen kemudian berganti mengelus pipi Clarissa.


Clarissa mengangguk mantap.


Dia merasa sangat bersyukur karena dipertemukan dengan Mahen. Dan dia juga sangat bersyukur karena tidak salah pilih dalam menambatkan hatinya.


Tapi yang membuatnya sedih, kenapa takdir susah sekali untuk menyatukan mereka.


"Ayo aku antar ke rumah Nadin" ucap Mahen kemudian berdiri. Clarissa ikut bangun dan mengikuti Mahen.


Mereka berangkat dengan mobil masing-masing. Karena sangat tidak mungkin jika Clarissa membiarkan mobilnya disana.


Mendapatkan perhatian seperti ini membuat hatinya begitu bahagia. Bagaimana tidak, laki-laki yang dia pikir membencinya, ternyata mau memaafkannya.


"Kamu sangat beruntung Ca" batin Clarissa.


Setelah memastikan Clarissa sampai di rumah Nadin dengan selamat. Mahen langsung pergi meninggalkan Clarissa.


Setelah memarkir mobilnya. Clarissa langsung menelpon Nadin. Beberapa menit menunggu, Nadin terlihat keluar dan mendekati Clarissa.


"Ca, kamu mau pindahan?" Tanya Nadin bingung saat melihat Clarissa membawa tas besar di punggungnya.


"Aku nginap di sini untuk sementara ya Nad" ucap Clarissa.

__ADS_1


"Tentu saja, ayo masuk dulu" ucap Nadin kemudian mengajak Clarissa masuk. Mereka langsung menuju ke kamar Nadin.


"Ca, coba cerita. Kenapa?" ucap Nadin.


Clarissa menceritakan semuanya pada Nadin. Mulai dari kejadian tadi pagi saat bersama papanya hingga tadi dia diantar oleh Mahen.


"Astaga Ca, bagaimana bisa kau dijodohkan? Ini sudah bukan zamannya lagi loh. Papamu hidup di zaman apa sih?" ucap Nadin yang juga ikut terlihat kesal dan marah.


"Aku juga tidak mengerti Nad. Padahal aku sudah menuruti apa yang papa mau. Bahkan aku sudah melepas mimpiku demi mimpi papa" ucap Clarissa.


"Aku turut prihatin ya Ca. Apa kak Mahen sudah tahu ini?" Tanya Nadin. Clarissa langsung menggeleng.


"Aku tidak berani memberitahunya. Aku akan mencoba menyelesaikan ini semua sendiri. Intinya aku tidak ingin mengecewakannya lagi Nad. Sudah cukup yang terjadi 1 tahun ini. Aku tidak ingin terulang lagi" ucap Clarissa.


"Apapun keputusan mu aku akan selalu dukung Ca. Sekarang kamu menginap disini saja dulu untuk menenangkan hatimu. Kenapa kisah cintamu complicated banget Ca. Nggak habis pikir aku. Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk sahabatku" ucap Nadin.


"Makasi Nad" ucap Clarissa kemudian memeluk Nadin. Dia merasa begitu beruntung dikelilingi dengan orang-orang baik disekelilingnya.


"Jadi sekarang udah balikan ini sama kak Mahen? Cieee" ucap Nadin mencoba menghibur temannya.


"Nggak pernah pacaran Nad" ucap Clarissa dengan wajah sedih.


"Lah, kak Mahen tidak mengungkapkan perasaannya tadi?" Tanya Nadin.


Clarissa menggeleng.


"Bener-bener emang itu orang. Suka sekali gantungin orang. Padahal satu tahun yang lalu.." ucapan Nadin terhenti. Dia langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2