
"Kak Mahen" ucap Clarissa. Saat melihat Mahen yang melotot ke arahnya saat ini.
Dia langsung berlari mendekati Mahen.
Clarissa menjadi pusat perhatian anak-anak disana sekarang.
"Siapa sih cewek itu? keganjenan sekali" ucap seorang siswi kelas 10.
"Hey, jaga omongan lu ya. Dia itu pacar Mahen. Lu itu yang sok keganjenan. Ngaca dulu deh Sono. Sok-sok an banget lu. Baru saja kelas 10" ucap Nadin kesal.
beberapa siswa kelas 10 langsung pergi meninggalkan Nadin. Mereka terlihat ketakutan. Secara Nadin adalah Adik Nathan yang merupakan salah satu siswa berpengaruh di sekolah.
Nadin langsung berlari mendekati Clarissa setelah puas memberi ceramah pada adik kelasnya.
"Caca, siapa tadi yang ngantar?" Tanya Nadin langsung.
Mendengar Nadin bertanya seperti itu, Clarissa langsung melotot ke arahnya.
Nadin pun langsung menutup mulutnya, karena menyadari apa yang telah dia lakukan.
"Kak aku bisa jelasin masalah yang tadi" ucap Clarissa langsung.
"Ikut aku" ucap Mahen kemudian menarik tangan Clarissa. Meninggalkan Geng the king dan Nadin disana.
"Kebiasaan deh. Untung aku sabar" ucap Nadin sambil memandangi Clarissa yang sudah mulai menjauh.
"Kamu mau aku tarik juga kayak gitu?" tanya Alex tiba-tiba.
"Apaan sih kak. Emang aku tali tambang, pakai di tarik-tarik" ucap Nadin lagi.
"Iya hampir sama lah. Bedanya kamu udah narik hati aku" ucap Alex yang membuat beberapa orang disana langsung melotot ke arahnya.
"Hueekkk. Lu sejak kapan kayak gini bro. Alay" ucap Nathan.
"Sejak kenal sama adik lu lah" ucap Alex yang semakin PD.
"Apaan sih kak" ucap Nadin kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Itu kan salting dianya. Haha" ucap Alex yang merasa begitu bahagia karena berhasil menggoda Nadin.
Disisi lain, Clarissa saat ini tengah duduk diam di kursi mobil. Tepatnya di samping Mahen.
__ADS_1
Setelah menyuruh Clarissa masuk ke mobil. Mahen hanya diam tanpa suara.
Jantung Clarissa terus berdetak cepat sekarang.
"Aku merasa tidak bersalah. Lalu kenapa Aku harus takut" batin Clarissa.
Tapi tetap saja, jantungnya benar-benar tidak karuan sekarang.
"Jelaskan!" ucap Mahen kemudian.
"Coba kakak lihat hp kakak dulu" ucap Clarissa kemudian.
Mahen langsung cek hpnya. Dia melihat beberapa panggilan dari Clarissa dan juga ada beberapa pesan.
Mahen terdiam sesaat.
"Maaf sayang, dari tadi aku tidak memegang hp" ucap Mahen.
"Tidak" ucap Clarissa yang membuat Mahen mahen langsung terdiam.
"Kau tidak ingin memafkanku?" Tanya Mahen lagi.
"Tidak, kakak sudah membuatku malu tadi karena menarik tanganku kesini di depan teman-teman" ucap Clarissa sambil menyilangkan tangannya di dada.
"Lee kak" ucap Clarissa.
"Terserahlah, aku tidak peduli. Kamu mau apa? Maafin aku ya?" ucap Mahen sambil memegang kedua tangan Clarissa.
"Owh gitu, terserah? ya udah terserah" ucap Clarissa lagi kemudian menarik tangannya.
"Astaga, apa yang harus aku lakukan sekarang" batin Mahen bingung.
Mahen memilih diam. Wanita memang susah diajak bicara jika sedang marah. Jadi dia akan menunggu sampai emosi Clarissa membaik.
Mereka diam-diam an selama beberapa menit. Tidak ada pembicaraan sama sekali.
Clarissa tidak ingin mengalah. Intinya dia tidak ingin memulai pembicaraan duluan. Kali ini dia harus menang. Karena beberapa kali berantem, selalu dia yang mengalah.
"Kok panas ya" batin Clarissa yang mulai merasa kegerahan.
Berapa di dalam mobil berdua dan di bawah sinar matahari membuatnya kegerahan sekarang.
__ADS_1
"Ternyata AC nya belum dinyalakan" batin Clarissa lagi.
Dia mulai mengipas-ngipas tangannya. Dia melirik ke arah Mahen yang tidak peka sama sekali.
Dia mulai mengipas semakin keras. Tapi Mahen bahkan hanya diam saja.
Merasa diabaikan, Clarissa melihat ke arah Mahen yang saat ini malah menatap lurus ke depan.
"Kenapa dia diam saja. Tidak peka sekali" batin Clarissa.
"Kak, ngapain disini? Ayo, panas ini" ucap Clarissa yang sudah tidak tahan lagi.
Mahen sengaja mengabaikan Clarissa, karena Clarissa tidak kunjung mau bicara dengannya.
"Mau kemana sayang?" Tanya Mahen sambil mencoba menahan senyumnya.
Ternyata rencananya berhasil.
"Temenin ambil mobil di bengkel" ucap Clarissa.
"Bengkel mana?" tanya Mahen.
Clarissa mengambil hpnya. Ternyata Lee sudah memberikan alamat bengkel yang dimaksud.
"Kesini kak" ucap Clarissa sambil memperlihatkan jalan yang dimaksud. Atau lebih tepatnya Clarissa memperlihatkan chatnya bersama dengan Lee.
"Nomor siapa ini?" Tanya Mahen.
"Nomor Kak Lee lah kak. Ayo kak" ucap Clarissa lagi.
Mahen pun melakukan mobilnya menuju alamat bengkel yang dimaksud.
"Jangan simpan nomornya. Ingat langsung hapus chatnya. Jangan dibalas" ucap Mahen yang seperti sebuah ultimatum yang tidak bisa terbantahkan.
"Hmm" ucap Clarissa yang masih sibuk dengan Hpnya.
"Ca" ucap Mahen lagi.
"Iya kakakku sayang. Nanti aku hapus pas udah sampai bengkel ya. Aku mau bilang makasi dulu ini" ucap Clarissa yang terlihat mulai kesal.
"Sejak tadi ngajak ribut terus" batin Clarissa.
__ADS_1
-Bersambung-