Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Ulang tahun


__ADS_3

Hampir satu jam Clarissa tertidur. Dia terbangun karena hpnya berbunyi.


"Siapa sih yang menelpon, ganggu saja" ucap Clarisa, dia menutup telinganya dengan menggunakan bantal.


Namun telponnya terus berbunyi hingga mau tidak mau dia harus bangun. Dengan langkah gontai dia bangun untuk melihat Hpnya.


"Si cerewet" itu yang tertulis disana.


"Iya Nad" ucap Clarissa malas.


"Ca, Lo harus ke cafe sekarang. Kak Mahen lagi berantem" ucap Nadin dari seberang telpon.


Clarissa masih setengah sadar. Dia hanya mengangguk dengan mata tertutup.


"CA!!" panggil Nadin.


"Ehh kenapa Nad?" ucap Clarissa lagi dan kembali membuka matanya.


"Kak Mahen Ca, dia lagi berantem ini. Nggak ada yang bisa lerai. Kamu cepat datang ke cafe biasa" ucap Nadin yang mulai kesal.


"Kak Mahen? kak Mahen berantem? Astaga" ucap Clarissa yang kaget dan langsung tersadar. Matanya pun terbuka dengan sempurna sekarang.


"Otw" ucap Clarissa kemudian mematikan telpon. Dia langsung mengambil tasnya dan kunci mobil.


"Ma pinjam mobil" ucap Clarissa pada Kirana. Belum Kirana selesai menjawab. Clarissa sudah menghilang bagai ditelan bumi.


"Astaga anak itu. Bisa-bisanya dia keluar dengan baju dan wajah seperti itu" ucap Kirana.


Clarissa langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya benar-benar hanya tertuju pada cafe itu sekarang. Dia sangat takut terjadi sesuatu pada Mahen jika dia terlambat.

__ADS_1


Jantungnya berdetak sangat cepat sekarang saking khawatirnya.


Untungnya jalanan saat itu tidak terlalu ramai, jadi Clarissa bisa langsung dengan mudah menyalip beberapa mobil di depannya.


Hanya beberapa menit, dia pun sudah sampai di tempat tujuan.


Dia langsung memarkirkan mobilnya. Untungnya saat itu parkiran cafe sedang sangat sepi, jadi dia bisa dengan cepat mendapatkan tempat parkir.


Dia berlari masuk ke dalam Cafe. Namun tampak aneh. Tidak ada satu orangpun disana.


Dia ngos-ngosan, dia mencoba untuk menetralkan nafasnya sambil memperhatikan kesekeliling yang tampak begitu sepi.


"Lah, katanya disini. Orang-orang nggak ada. Apa dia sedang mengerjaiku" ucap Clarissa.


"Jika benar, awas saja" ucap Clarissa.


Dia mengambil Hpnya, hendak menelpon Nadin. Namun saat melihat pantulan wajahnya di hp, dia begitu terkejut. Rambutnya acak-acakan, dan dia sangat pucat sekarang.


Dering pertama, tidak ada jawaban.


Dering kedua.


"Happy birthday to you" terdengar suara beberapa orang di belakangnya.


Clarissa langsung berbalik ke arah datangnya suara. Dan orang yang dia cari sedang berdiri disana sambil membawa kue ditangannya.


Clarissa hanya terdiam melihat mereka. Dia hanya menatap mereka dengan wajah datar. Terutama pada laki-laki yang memegang kue sekarang.


"Happy birthday to you, happy birthday day, happy birthday day, happy birthday to you" cafe itu tiba-tiba dipenuhi dengan suara nyanyian mereka.

__ADS_1


Mahen langsung mendekati Clarissa dengan senyuman di wajahnya. Clarissa melihat Mahen dingin.


"Kak Mahen bohongi aku?" itu kata pertama yang keluar dari mulut Clarissa sekarang.


"Hehe, Maaf ya. Kan mau kasi kejutan, masak harus jujur" ucap Mahen kemudian mengelus rambut Clarissa.


"Aku khawatir tahu sama kakak. Lihat tampilan ku sekarang. Saking khawatirnya aku sampai tidak mencuci muka tadi pas bangun tidur. Untungnya aku nggak pakai baju tidur kesini" ucap Clarissa.


"Iya Maaf sayang. Ini ide Nadin nih" ucap Mahen sambil menunjuk Nadin.


Nadin hanya cengengesan.


"Tapi berhasil kan?" ucap Nadin.


Clarissa hanya mengangguk sambil memasang wajah antara bahagia, terharu atau sedih.


"Jangan nangis dong, ayo tiup lilinnya dulu" ucap Mahen.


Clarissa langsung melakukannya.


"Yeayyy, HBD ya sayang. Wish All the Best for U, Tetap jadi Clarissa ku yang baik hati, penyayang, dan apa adanya " ucap Mahen kemudian mendekati Clarissa dan mencium keningnya.


"HBD Ca. wish all the best for u" ucap Nadin, kemudian Alex, Nathan dan Bryan.


"Makasi ya kak, makasi semuanya" ucap Clarissa dengan mata berkaca-kaca.


"Nad, titip bentar" ucap Mahen kemudian memberikan kue tersebut pada Nadin.


Mahen tiba-tiba berlutut di depan Clarissa

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2