
Clarissa menaiki anak tangga dengan langkah perlahan, jantungnya berdetak semakin cepat seiring dengan anak tangga yang dia lalui.
"Tolonglah, bersahabat sekali saja wahai jantung. Kan tidak lucu jika aku menjatuhkan jus ini sekarang" batin Clarissa.
Dia menarik nafas kemudian menghembuskan perlahan, berharap jantungnya kembali normal.
Hingga saat ini dia sudah sampai di depan kamar Nathan. Dia pun meletakkan jus itu di meja terlebih dahulu agar bisa mengetuk pintu kamar.
"Tok Tok" Clarissa mulai mengetuk pintu kamar dengan jantung yang berdetak semakin cepat.
Disisi lain, Nathan, Alex, dan Mahen sedang bermain games bareng. Bryan sendiri sedang membaca buku.
"Siapa itu?" Tanya Nathan.
Namun karena posisi Nathan yang cukup jauh, membuat suaranya tidak terdengar oleh seseorang di luar sana.
"Lex, coba lihat siapa yang mengetuk" pinta Nathan.
"Kau saja Tan, masih seru nih" ucap Alex sambil fokus dengan Hp di depannya.
Dia melihat ke arah Mahen dan Bryan. Mereka juga sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi terpaksa dia harus mengalah. Toh, ini rumahnya juga.
"Sebentar" ucap Nathan kemudian berjalan membuka pintu.
"Krekk" saat pintu terbuka. Nathan langsung terdiam sesaat.
__ADS_1
"Kak Nathan" ucap Clarissa dengan senyum kikuk. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan Nathan, jadi dia sedikit bingung untuk berekspresi seperti apa.
"Ehhh, Ca" hanya kata itu yang keluar dari mulut Nathan saat ini.
Sontak Bryan dan Alex langsung menengok. Bryan langsung bangun dari tidurnya.
"Kapan balik Ca?" Tanya Nathan.
"Tadi pagi Kak, Oya ini Tante suruh bawain jus jeruk buat kakak. Clarissa taruh dimana kak?" Tanya Clarissa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Tanpa pikir panjang, Nathan pun langsung mempersilahkan Clarissa untuk masuk. Memintanya menaruh jus itu di meja belajarnya.
"Deg" laki-laki yang sangat ingin dia temui sedang duduk sambil bermain Hp disana,
fokus bermain games tanpa melihatnya sama sekali.
Yang berbeda, mungkin sikapnya.
"Hallo kak Alex, kak Bryan, dan " Clarissa terdiam saat harus menyebutkan nama Mahen. Entah apa yang membuatnya ragu. Mungkin karena sikapnya yang berbeda sendiri. Dia tidak melihat Clarissa sedikitpun.
"Kak Mahen" ucap Clarissa dengan suara pelan.
"Permisi ya kak" ucap Clarissa kemudian menaruh jus itu di meja.
"Iya Ca, makasi ya" ucap Alex sambil tersenyum ramah pada Clarissa. Alex terlihat biasa saja, sama seperti dia yang dulu. Selalu ramah.
__ADS_1
Bryan, dia hanya diam saja sambil melihat setiap gerak-gerik Clarissa.
Clarissa melihat Mahen begitu lama. Mahen tidak melihatnya sama sekali. Bahkan lebih tepatnya tidak peduli. Rasanya sakit sekali, tapi dia harus kuat. Dia harus mulai secara perlahan. Karena kesalahannya begitu besar, jadi dia merasa wajar jika Mahen bersikap seperti itu.
"Hen, disapa Clarissa tuh, kamu nggak niat sapa balik apa? fokus banget sama itu Hp" ucap Nathan sambil melihat ke arah Mahen.
"Iya Hen, masak sudah lama ketemu sikap kamu kayak gitu sih" tambah Alex lagi.
"Bacot" kata Mahen tanpa mengalihkan pandanganya sama sekali.
"Deg" seperti diserang oleh ribuan batu, dadanya terasa sakit dan sesak sekali. Dia tidak pernah membayangkan jika respon Mahen akan seperti ini padanya.
"Hmm, mungkin kak Mahen lagi sibuk kak, Clarissa pamit mau ke kamar Nadin dulu ya kak" ucap Clarissa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Iya Ca, makasi ya jus nya" ucap Nathan dengan wajah merasa bersalah.
"Sama-sama kak" ucap Clarissa kemudian keluar dari kamar Nathan secepat yang dia bisa. Rasanya air matanya saat ini sudah mau jatuh di tempatnya. Berusaha keras dia menahannya agar tidak keluar sebelum masuk ke kamar Nadin.
"Tok Tok, Din" panggil Clarissa.
Nadin langsung membukakan pintu dan tersenyum pada Clarissa. Berharap akan mendapat cerita bahagia.
Namun saat melihat ekspresi Clarissa, wajah Nadin berubah seketika.
Clarissa langsung masuk ke kamar dan duduk di kasur. Nadin pun langsung menutup pintu.
__ADS_1
-Bersambung-