Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Kejadian yang tidak terduga


__ADS_3

"What? apa aku tidak salah dengar Cha?" teriak Nadine tidak percaya.


"Iya aku serius" ucap Clarissa.


"Wah wah wah gila. Ini kak Brian loh. Salah satu laki-laki terdingin di sekolah ini dan laki-laki terpopuler kedua setelah kak mahen. bagaimana bisa? gila Kamu keren banget ca" ucap Nadine yang tidak henti-hentinya memuji Clarissa.


"Aku juga tidak ngerti Dien. Brian tadi nabrak aku terus dia meminta maaf dan katanya sebagai ucapan permintaan maafnya dia traktir aku makan siang nanti" ucap Clarissa.


"Akuu yakin satu sekolah pasti akan heboh dengan ini. Kalian makan siang di mana? di kantin?" tanya Nadin.


"Menurut aku sih itu modus Ca. Sepertinya kak Brian tertarik sama kamu" ucap Nadine yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Clarissa.


"Tidak mungkin aku yakin 100% dia hanya ingin minta maaf. Udah lah Din yuk kita kalah sih enggak usah bahas ini lagi sekolah udah bunyi tuh" ucap Clarissa.


Dia sebenarnya masih kepikiran sih dengan perkataan Nadine tadi. Tapi dia tidak ingin terlalu lu geer atau apa. Dia berusaha keras untuk positive thinking. Dan dia berharap semoga apa yang diucapkan Nadine tadi tidak benar.


Dia tidak ingin mendapatkan masalah di sekolah barunya ini. ini terlalu pagi untuk membuat masalah. sudah cukup kemarin dia bertengkar dengan 3 gang kakak kelas yang rese itu.


"Iya iya pokoknya nanti aku harus ikut. Tapi aku akan pantau kalian dari kejauhan" ucap Nadine antusias.


Carissa memilih diam dia tidak ingin memperpanjang percakapan tersebut apalagi ini tentang kak Brian.

__ADS_1


Di sisi lain geng the king sedang membicarakan Clarissa.


"Wah kamu serius Bray?" ucap Nathan tidak percaya.


Bryan baru saja selesai menceritakan semuanya dan memberitahu teman-temannya bahwa dia akan makan siang bersama Clarissa nanti sehabis pulang sekolah.


"Iya, aku harus bergerak cepat. Aku tidak ingin keduluan seseorang nantinya" ucap Brian.


"Aku boleh ikut nggak Bray?" tanya Nathan.


"Wah gila temen gue hebat banget. Tu Alex lu harus ngikutin jejak temanmu ini. Lu, stuck di satu cewek bertahun-tahun yang sampai sekarang nggak bisa dapetin" ucap Nathan.


"Hahaha. Aku bercanda Alex. Cepat banget naik darah" ucap Nathan.


Mahen yang saat itu ada disana hanya diam saja. Dia memilih untuk bermain dengan hp-nya. Entahlah hanya dia yang tahu apakah dia tertarik atau tidak dengan pembicaraan teman-temannya saat itu.


"Hen lu main HP terus. Emang lagi chat sama siapa?" tanya Nathan.


"Kepo banget" ucap mahen kemudian menutup hp-nya.


"Idih kok kalian berdua sensi amat. aku cuma nanya doang" Ucap Nathan. Bryan yang saat itu ada di samping Nathan menepuk bahunya, seperti kode agar Nathan bersabar dalam menyikapi sikap kedua temannya.

__ADS_1


"Mereka berdua bikin naik darah sih. untung aku baik, sabar, ganteng, dan rajin menabung. Dimana lagi kalian menemukan temen seperti aku ini. Aku itu limited edition lho" ucap Nathan sambil membusungkan dadanya.


"Iya-iya" ucap Alex dan Bryan. Berbeda dengan mahen yang hanya menggeleng melihat tingkah Nathan yang sangat kepedean.


"Aku pergi duluan ya guys" ucap mahen tiba-tiba kemudian bangun dari tempat duduknya.


"Lah kebiasaan banget. Pas kumpul lu pasti mau pergi. Kamu mau ke mana hen?" tanya Nathan dengan wajah cemberut.


"Aku ada urusan sebentar. Kalian masuk ke kelas aja dulu itu bel dah bunyi" ucap mahen kemudian berlalu pergi meninggalkan teman-temannya.


Mahen terlihat berjalan kearah kelas 10. Hal ini tentu saja membuat cewek-cewek kalau 10 berteriak tidak karuan. Ini pertama kalinya mereka melihat mahen melewati ruangan mereka.


Hingga mahen berhenti pada satu ruangan. Sontak hal itu membuat seluruh siswa di kelas itu penasaran.


Mahen masuk ke kelas itu. Kemudian menghampiri satu meja dimana ada seorang siswi yang duduk di bangkunya.


Hal itu sontak membuat semua siswi di sana semakin berteriak histeris.


"kak mahen" ucap siswi itu dengan mulut yang ditutup.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2