Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Ke Kantor


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat beberapa orang berjas hitam sedang memantau Clarissa dan Mahen.


"Lapor tuan, Nona sedang bersama dengan pria sebelumnya, Sedang ke basecamp anak jalanan" ucap Laki-laki berjas hitam itu. Dia adalah pengawal suruhan Syam untuk menjaga Clarissa.


"Baiklah, biarkan saja. Tetap pantau mereka" ucap Syam kemudian panggilan tertutup.


Clarissa dan Mahen terlihat berjalan bersama memasuki gang kecil.


Mahen membawa beberapa buku di tangannya, begitu pun dengan Clarissa.


"Kak Mahen, Kak Caca" teriak Ica dan anak lainnya.


Mereka terlihat begitu antusias saat melihat Clarissa dan Mahen.


"Hallo sayang. Coba tebak kakak bawain apa?" Tanya Clarissa dengan senyum mengembang.


"Bawa apa ya? hmm pasti mainan baru" kata salah satu anak disana.


"Buku baru" tebak Ica yang langsung dibenarkan oleh Mahen.


"Horeee, buku baru" ucap anak-anak lainnya antusias.


"Makasi kak Caca dan kak Mahen" ucap Ica saat sudah selesai membagikan semua buku itu pada anak-anak.


"Buku nya disimpan dulu ya. Kita belajar bela diri dulu untuk hari ini" ucap Clarissa.


"Siap kak" sahut serentak anak-anak.


Mahen pun mundur, memilih duduk di bangku belakang. Memberikan kesempatan Clarissa mengambil alih semuanya.


"Oke semuanya, ikuti kakak ya" ucap Clarissa.


Dia mulai memperagakan beberapa gerakan silat dasar. Anak-anak pun mengikutinya. Sesekali dia memperbaiki gerakan mereka.


Mahen hanya memandangi Clarissa dengan takjub. Ini pertama kalinya dia melihat Clarissa memperagakan beberapa gerakan silat.


"Hmmm, kapan terakhir kali aku melihatnya seperti ini. Aku bahkan lupa. Apa dia masih mengingatku?" batin Mahen sambil terus mengamati Clarissa dalam diam.

__ADS_1


Clarissa merasa tidak nyaman diperhatikan Mahen. Dia pun mendekati Ica dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Siap kak" kata Ica kemudian berlari kearah Mahen.


"Kak Mahen ayo ikut latihan bersama kami" kata Ica sambil menarik tangan Mahen.


"Ayo" kata Mahen tanpa menolak sedikitpun.


Dia bahkan bahagia dan terlihat begitu antusias.


"Oke, kakak di sini ya" ucap Clarissa sambil mengarahkan tubuh Mahen untuk berada tepat disampingnya.


"Siap bos" ucap Mahen.


"Yak" kata Clarissa sambil menunjukkan gerakan silat. Mahen mengikuti gerakannya, namun terlihat salah.


Clarissa mencoba memperbaikinya.


"Begini kak, tatapannya lurus ke depan ya" ucap Clarissa dengan tangan yang mengarahkan wajah Mahen dan tangannya untuk lurus.


Dia tidak sadar jika wajahnya begitu dengan Mahen saat ini hingga hampir bersentuhan.


"Cieee Cieee" teriak anak-anak yang menyaksikan hal tersebut.


"Astaga" ucap Clarissa kemudian melepaskan genggaman tangannya.


"Krett" dia tidak sengaja menginjak tali sepatunya hingga keseimbangannya berkurang.


"Kak Caca" teriak Ica saat melihat Clarissa hampir terjatuh.


Namun beruntung, Mahen yang berada di sampingnya langsung menangkap tubuh Clarissa.


Lagi-lagi mereka pada posisi yang canggung.


Diam dengan saling menatap cukup lama.


"Ya ampun" batin Clarissa dengan tangan yang memegang lengan Mahen.

__ADS_1


Mahen hanya diam seribu bahasa, dengan tangan yang masih memegang pinggang Clarissa.


"Kak Mahen" ucap Clarissa pelan.


"Astaga, Maaf Ca" kata Mahen kemudian memperbaiki posisi mereka.


"Terima kasih kak" ucap Clarissa.


"ehh iya. Kamu lain kali hati-hati. Kita sudahi saja belajar hari ini. Ini sudah mau sore Ca" ucap Mahen tanpa melihat Clarissa. Entahlah apa yang terjadi padanya. Dia merasa begitu canggung saat ini.


"Iya kak. Sekali lagi makasi ya. Clarissa tutup dulu ya" ucap Clarissa kemudian langsung menuju ke anak-anak untuk menutup kegiatan belajar mereka.


"Hati-hati ya semuanya" ucap Clarissa saat anak-anak mulai berhamburan pulang.


"A-ayo kak" ucap Clarissa kemudian berjalan mendahului Mahen.


"Bagaimana ini, tanganku kenapa masih gemeteran seperti ini" ucap Mahen sambil berusaha menetralkan tangan dan jantungnya.


Begitupun Clarissa. Saat sudah di luar, dia langsung memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.


"Kenapa selalu seperti ini" ucap Clarissa.


"Nona" ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri di depan Clarissa.


"Astaga, kau mengagetkanku" ucap Clarissa pada laki-laki itu. Tentunya dia sangat mengenalinya.


"Nona diminta ke kantor oleh tuan" ucap Laki-laki itu. Clarissa tidak ada pilihan selain menurut.


"Sebentar saja izin dulu pada temen saya" ucap Clarissa namun Clarissa teringat bahwa tidak ada satu orang pun yang boleh tahu siapa dia.


Jadi dia memilih untuk langsung masuk ke mobil dan memberi tahu Mahen nanti saja lewat telpon.


Setelah Clarissa masuk mobil, mobil itu terlihat melaju dengan begitu cepat meninggalkan basecamp itu.


"Hallo Kak Mahen. Clarissa pulang duluan ya. Ada acara keluarga. Jadi tadi papa jemput" ucap Clarissa berbohong.


"Ohh iya Ca" ucap Mahen dengan suara yang terdengar sangat kecewa.

__ADS_1


-Bersambung-


Semoga suka ceritanya, jangan lupa vote ya biar aku semangat nulisnya, hehe


__ADS_2