
Nadin mengetik nama seseorang di Hpnya. Kemudian menekan telepon.
"Hallo kak Mahen, dimana?" Tanya Nadin.
"Di kantor Nad. Kenapa?" Tanya Mahen.
Nadin langsung menceritakan kejadian tadi. Tanpa pikir panjang, Mahen langsung mematikan telpon.
"Semoga kak Mahen cepat kesini dan tidak terjadi apa-apa" ucap Nadin.
Disisi lain, Syam dan Kirana tengah duduk di ruang dokter. Menunggu penjelasan dokter selanjutnya. Harap-harap cemas mereka menunggu penjelasan dari dokter.
"Jadi bagaimana dok?" Tanya Syam.
Dokter pun menjelaskan panjang lebar bagaimana keadaan Clarissa saat ini.
"Intinya nona baik-baik saja tuan. Ini hanya proses penyembuhan memori nona 11 tahun" tambah dokter Yudi.
Dokter Yudi adalah dokter yang menangani Clarissa sejak kecil. Jadi dia cukup tahu pasti apa saja yang sudah dialami Clarissa terkait kondisi medis. Termasuk kejadian bersejarah 11 tahun yang lalu.
#Flashback On
Setelah mengetahui siapa ayah dan ibu Alex. Syam dan Kirana menjadi semakin dekat dengan mereka.
Mereka tahu bahwa keluarga Alex adalah orang baik-baik dan terpandang serta disegani oleh siapapun.
__ADS_1
Namun satu hal yang luput dari informasi yang Syam dapatkan. Bahwa siapa sebenarnya keluarga Alexander.
Setelah pulang sekolah, Clarissa langsung meminta pak supir untuk mampir ke sebuah toko es cream.
"Kak Alex, kita beli es cream dulu yuk. Kebetulan hari ini ulang tahun Clarissa loh" ucap Clarissa yang terlihat begitu antusias.
"Benarkah? kenapa kamu baru memberitahuku?" Tanya Alex kesal.
"Hehe, kan kak Alex nggak pernah nanya. Ayo kak" ucap Clarissa kemudian menarik tangan Alex menuju toko tersebut.
"Pak, tunggu sebentar ya" ucap Alex pada pak supir pribadinya.
Alex dan Clarissa terlihat mengantri berdua. Karena saat itu kondisinya toko es cream tersebut cukup ramai.
"Kak, bisa nggak sih kita langsung maju saja. Males banget ngantri kayak gini. Atau aku telpon papa saja ya? Papa pasti punya cara biar kita cepet dapet" ucap Clarissa yang terlihat tidak sabaran.
"Nggak Mau. Clarissa nggak mau jauh-jauh dari kak Alex" ucap Clarissa sambil nyengir menunjukkan gigi kecilnya.
Alex hanya diam tanpa ingin merespon lagi.
"Adek" ucap seseorang tidak dikenal yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Iya Tante?" ucap Clarissa dengan polosnya.
"Kalian nunggu es cream?" Tanya wanita itu.
__ADS_1
Clarissa dan Alex sontak langsung mengiyakan.
"Kalian mau ikut Tante nggak. Tante punya toko es cream yang lebih besar. Jadi kalian tidak perlu antri" ucap Wanita tersebut.
"Wah yang benar Tante. Boleh-boleh, caca mau" ucap Clarissa antusias.
Berbeda dengan Alex yang menatap wanita itu dengan penuh curiga.
"Jangan mau Ca. Udah kita ngantri disini saja." bisik Alex.
"Ihhh, capek kak. Caca pergi beli es cream disana. Kak Alex tunggu disini ya" ucap Clarissa.
"Ca, kita tidak mengenalnya. Siapa tahu dia ingin berbuat jahat pada kita" bisik Alex lagi.
"Benarkah. Tapi dia terlihat sangat baik" ucap Clarissa. Dia mulai sedikit ragu.
Wanita itu langsung mengeluarkan Hpnya dan memperlihatkan beberapa foto es cream yang terlihat sangat menggiurkan pada Clarissa.
"Wah cantik dan besar banget. Caca mau" ucap Clarissa dengan antusias.
Alex hanya bisa menghela nafasnya berat.
"Ayo kak Alex. Kita kesana saja ya. Nanti kalau dia memang penipu. Kita langsung telpon papa" bisik Clarissa.
Alex tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia menuruti permintaan Clarissa. Kemudian mengikuti wanita tersebut.
__ADS_1
-Bersambung-