
Clarissa langsung menghempas tubuhnya di kasur apartemen miliknya.
Sudah hampir satu tahun dia mencoba melupakan Mahen. Tapi dia benar-benar tidak bisa. Sekeras apapun dia mencoba melupakan Mahen, sekeras itu juga bayangan Mahen muncul kembali.
Memang benar cinta pertama itu susah untuk dilupakan. Hingga pada akhirnya besok dia akan kembali ke Indonesia.
Dia ingin mengejar cintanya. Satu tahun belajar bisnis sepertinya sudah cukup. Dia juga sudah berhasil mendapatkan nilai tertinggi pada tahun ini. Dia akan mengambil cuti beberapa lama.
Rindu. Itulah alasan terbesar kenapa dia ingin kembali ke negaranya. Rindu Mama dan Papanya, rindu teman-temannya, dan yang terpenting rindu pada Mahen. Seseorang yang telah mengisi hatinya selama ini, namun berusaha dia lupakan selama setahun ini.
"Kak, aku harap kamu masih memiliki perasaan yang sama" batin Clarissa.
Setelah merasa cukup berbaring, dia langsung bangun dan mulai mengemas pakaiannya. Dia akan berangkat pagi-pagi sekali besok. Jadi dia harus packing dari malam jika tidak ingin kelabakan esok hari.
Drrtttt
Sebuah panggilan dari seseorang yang sangat dia kenal. Teman curhatnya selama ini.
"Hallo Beb" ucap Clarissa antusias.
"Bagaimana? apa kau sudah packing?" Tanya Nadin.
Clarissa pun langsung mengubah ke panggilan video untuk memperlihatkan apa yang sedang dia lakukan saat ini.
"Wah, aku sungguh tidak sabar bertemu dengan mu Ca" ucap Nadin dari seberang telpon.
__ADS_1
"Aku pun juga. Aku sungguh merindukan kalian semua" ucap Clarissa dengan wajah berbinar.
"Kalau rindu kenapa harus pergi sih. Ihh, kamu tahu nggak? Mia yang aku ceritakan semakin menjadi. Tadi pagi dia memberikan kado untuk kak Mahen. Dan kamu tahu apa respond kak Mahen?" ucap Nadin antusias.
"Apa?" Tanya Clarissa yang terlihat begitu penasaran.
"Dia menerima kado itu Ca. Aku takut kak Mahen kecantol sama itu cewek jadi-jadian yang sok kecantikan itu. Jadi kau cepatlah balik. Aku nggak rela kak Mahen sama dia" ucap Nadin. Clarissa tersenyum kecut.
Ada perasaan cemburu mendengar cerita Nadin. Setahunya Mahen tidak pernah menerima kado dari cewek manapun. Dan apa yang dia dengar barusan. Mahen malah menerima kado dari Mia.
Siswi pindahan yang selalu diceritakan oleh sahabatnya Nadin selama ini. Perempuan cantik yang mengejar-ngejar Mahen.
"Iya, aku akan balik Nad. Tunggu aku ya. Aku tidak akan melepaskan kak Mahen lagi" ucap Clarissa sambil mencoba menyemangati dirinya sendiri.
"Jangan sendu gitu dong wajahnya. Aku yakin kak Mahen pasti mau memaafkan mu Ca. Kamu tahu kan kalau dia sangat mencintaimu dulu. Sekarang giliran kamu untuk memperjuangkan cintamu. Jangan lembek gitu dong. Mana Clarissa, cewek kuat yang selalu berani melawan apapun" ucap Nadin mencoba menyemangati Clarissa.
"Aamiin, doakan aku ya Nad. Udah dulu ya, aku mau packing dulu. Besok kita ketemu intinya. Kamu harus ke rumah ya" ucap Clarissa seperti sebuah perintah yang tidak ingin ada penolakan.
"Iya bebeb. Selow, sebelum kamu sampai rumah pun aku yang akan duluan disana. Bila perlu aku jemput ke bandara. Mau nggak?" Tanya Nadin.
"Besok kan sekolah. Jangan jadi anak nakal yang bolos-bolos sekolah ya. Cukup aku saja dulu sama kak Mahen. Hehe" ucap Clarissa sambil mengingat kenangannya bersama kak Mahen yang pernah bolos dan dimarahi guru BK keesokan harinya.
"Haha, okey lah. Sampai ketemu besok ya" ucap Nadin dan panggilan telpon pun terputus.
Visual Tokoh
__ADS_1
Clarissa (Si pemberani, penakluk hati Mahen)
Mahen (Penakluk hati Clarissa)
Bryan (Sahabat Mahen yang diam-diam dijodohkan dengan Clarissa)
Nathan (Kakak Nadin, si pencair suasana)
Nadin (Sahabat Clarissa, si gadis ceria dan cerewet, musuh Alex)
Alex (Laki-laki pendiam tapi senang menjahili Nadin)
-Bersambung-
__ADS_1