Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Ikut Bahagia


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Nadin saat sudah sampai di rumah Clarissa.


Disana terlihat Syam dan Kirana tengah duduk berdua. Mereka terlihat habis bersitegang. Namun setelah kedatangan Nadin wajah Kirana berubah seketika.


"Waalaikummussalam, Nadin" ucap Kirana yang terlihat begitu bahagia.


"Iya Tante, Clarissa nya ada?" Tanya Nadin sambil mencium tangan Kirana.


Dia melihat ke arah Syam. Namun sepertinya mood papa Syam sedang tidak enak. Jadi dia mengurungkan niatnya untuk menyapa.


Kirana tersenyum bahagia kemudian mengajak Nadin ke kamar Clarissa.


"Dari tadi dia tidak mau makan. Aku harap kamu membujuknya makan ya Nad" ucap Kirana.


"Siap Tante" ucap Nadin. Dia tidak ingin bertanya lebih lanjut, karena ini bukan urusannya.


Tapi dia sangat tahu jika sedang terjadi sesuatu disini.


"Masuklah. Mama tinggal ya" ucap Kirana kemudian pergi meninggalkan Nadin disana.


Dia langsung saja mengetuk pintu Clarissa.


Tanpa pikir panjang Celana langsung membuka pintu karena tahu itu pasti Nadin.

__ADS_1


"Ayo masuk Nad" ucap Clarissa yang terlihat begitu antusias.


"Sepertinya kau sudah sangat lapar Ca" ucap Nadin kemudian langsung membuka tasnya.


"Nggak juga sih. Tapi aku lagi galau makanya pengen banget makan rasanya" ucap Clarissa mengelak.


"Ada ya kek gitu" ucap Nadin.


"Adalah, ini kan aku" timpa Clarissa kembali. Nadin hanya menggeleng melihat tingkah Clarissa. Dia membiarkan Clarissa makan dulu. Nanti dia akan menanyakan kejadian yang sebenarnya.


"Hiks hiks" Clarissa tiba-tiba menangis. Namun mulutnya masih penuh dengan makanan.


"Ca. Makan dulu. Jangan sambil nangis astaga. Lihat ingusmu itu" ucap Nadin menggoda Clarissa.


"Kau serius kak Mahen dipukul. Kenapa bisa sampai seperti itu? Emang kak Mahen ngapain?" Tanya Nadin yang terlihat mulai penasaran.


"Entahlah. Aku di dalam. Saat aku mendengar suara pukulan. Aku langsung keluar. Tapi Aku langsung dihadang oleh bodyguard papa. Tapi aku sangat jelas melihat darah mengalir di bibir Kak Mahen. Hiks. Hiks" ucap Clarissa kembali.


Nadin langsung memeluk Clarissa. Berharap tangisnya mereda.


Dia menunggu hingga Clarissa tenang. Hampir 10 menit Clarissa menangis dalam pelukan Nadin. Setelah beberapa saat Clarissa mulai bisa menahan emosinya. Nadin langsung melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Clarissa.


"Dengarkan aku ca. Aku tidak tahu alasan kenapa papa mu tidak menyetujui hubunganmu. Kamu juga begitu. Tapi dengan kamu seperti ini, mogok makan dan mengabaikan orang tuamu menurutku tidak benar Ca. Apa ada hasilnya kamu melakukan ini?" tanya Nadin.

__ADS_1


Clarissa langsung menggeleng. Nadinpun mengangguk.


"Jadi menurut ku. Kamu tanyakan langsung pada papamu. Kenapa dia tidak menyetujui hubunganmu. Lalu kamu bisa menyelesaikan masalahmu. Aku bisa lihat Ca, mereka begitu sangat mencintaimu. Dan aku yakin, papa mu melakukan ini karena sayang padamu. Apa kau tahu, tadi mata Mama Kirana sangat sembab seperti habis menangis. Jangan jadi anak durhaka ya Ca. Aku sungguh mengerti perasaanmu. Tapi kita sudah 17 tahun Ca. Bukan kanak-kanak lagi yang ketika ada masalah seperti ini" ucap Nadin.


Clarissa terdiam. Dia membenarkan ucapan Nadin. Dia tidak mungkin seperti ini terus.


"Ayolah Ca. Kamu itu juara segala jenis bela diri. Masak begini saja menangis. Aku pikir kamu orang yang kuat loh" ucap Nadin.


"Ishh, aku juga manusia kali Nad" ucap Clarissa sambil menumpuk Kepala Nadin dengan bantal.


Nadin langsung membalas. Berakhir lah mereka saling menumpuk satu sama lain.


Hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertawa bersama.


Kirana yang sedang berada di luar pintu kamar Clarissa mendengar anaknya tertawa langsung tersenyum bahagia.


Hati ibu mana yang tega melihat anaknya menangis dan mengurung diri walaupun hanya beberapa jam. Dia begitu sedih saat melihat Clarissa menangis tadi. Tapi dia juga tidak mampu melawan suaminya.


Berada diantara perselisihan anak dan suami adalah hal yang sungguh memusingkan.


Dia mencintai keduanya. Jadi dia tidak bisa membela siapapun. Dia hanya berdoa semoga mereka bisa berbaikan.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2