Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Ajakan nonton bareng


__ADS_3

Kali ini dia tidak berhasil menjaga keseimbangannya, dia tumbang begitu saja.


Namun beruntung seseorang menangkapnya.


"K-kak mahen" ucap Clarissa dengan tubuh yang masih berada diperlukan mahen. Dia bisa mencium wangi semerbak parfume mahen yang sudah bercampur dengan keringat.


Lama mereka pada posisi itu. Saling menatap satu sama lain. Seperti waktu telah terhenti.


"Ciee ciee" ucap anak kecil yang tiba-tiba melintas di samping mereka. Hal itu sontak membuat mahen langsung tersadar kemudian melepaskan Clarissa begitu saja hingga membuatnya terjatuh ke tanah.


"Aw" ucap Clarisa sambil memegang bokongnya.


"Mesra-mesraan pagi-pagi. Sekarang malah membuang pacar sendiri. Benar-benar anak-anak zaman sekarang, susah dimengerti" ucap salah satu ibu-ibu yang lewat disana.


Mahen yang tersadar akan sikapnya. Langsung menatap Clarissa dan mengulurkan tangannya.


"Maaf" ucap Mahen sambil mengulurkan tangannya tanpa ekspresi. Clarissa yang melihat sikap Mahen yang seperti tidak ikhlas ini langsung mengabaikan uluran tangannya dan berdiri sendiri.


"Nggak apa-apa" ucap Clarissa.


Mereka terlihat canggung setelah itu. Hingga Clarissa memulai percakapan.


"Kak Mahen tinggal disini juga?" tanya Clarissa basa basi. Walaupun dalam hatinya sebenarnya dia sangat malas untuk berbasa basi. Apalagi dengan mahen. Manusia dingin yang bisa membuat siapapun membeku jika berbicara dengannya.

__ADS_1


"Iya" ucap mahen singkat.


"Itu kan apa aku bilang, percuma basa basi dengannya" batin Clarissa.


"Owh, ya udah deh kak, aku balik duluan ya" ucap Clarissa hendak ingin pergi. Karena dia memang malas berbicara dengan Mahen. Apalagi kalau dijawab singkat seperti itu. Dia hanya akan menghabiskan tenaga saja nantinya.


Belum sempat dia melangkahkan kakinya, tiba-tiba Mahen bersuara.


"Tunggu" ucapnya hingga membuat Clarissa langsung melihat ke arahnya lagi. Clarissa terdiam menunggu apa yang akan diucapkan mahen selanjutnya.


"Aku antar, Nanti kamu menabrak orang lagi" ucap Mahen kemudian berjalan duluan meninggalkan Clarissa.


Clarissa menelan air liur dengan berat. Ini sungguh diluar ekspektasi nya.


Clarissa langsung berlari dan menyeimbangi langkah kaki Mahen.


"Ini orang kenapa ya, kesambat apa dia, seperti ini bukan kak mahen yang seperti orang-orang bilang" ucap Clarissa sambil sesekali memastikan jika itu Mahen, kakak kelasnya di sekolah.


"Jangan melihatku seperti itu" ucap Mahen sambil terus menatap kedepan. Hal ini tentunya membuat Clarissa yakin kalau ini mahen, karena sikap dinginnya masih sama.


"Hmmm, ternyata memang dia" batin Clarissa kemudian bersikap acuh tak acuh. Dia tidak berniat untuk memulai percakapan lagi. Semoga saja dia bisa cepat sampai rumah dan menghilang dari hadapan Mahen secepatnya.


Mereka terus berjalan, melewati beberapa rumah di kompleks tersebut. Bertemu dengan beberapa ibu-ibu yang terlihat berjalan santai. Sesekali ibu-ibu terlihat berbisik-bisik sambil melihat Clarissa dan Mahen.

__ADS_1


Hal ini tentunya membuat Clarissa sangat risih.


"Apa Buk? Kalau mau bicara, sini ngomong langsung di depan orangnya, nggak pernah liat orang jalan apa" ucap Clarissa dengan emosi yang tertahankan.


Ibu-ibu tersebut hanya diam, kemudian berjalan cepat menjauh Clarissa.


"Dasar ibu-ibu" ucap Clarissa yang membuat Mahen tiba-tiba tersenyum. Clarissa yang menyadari itu langsung menatap Mahen kesal.


"Malah ketawa, bantuin kek. Kesel tahu lihat ibu-ibu kepo kayak gitu. Apalagi sampai bisik-bisik nggak jelas, liat kearah kita lagi" ucap Clarissa. Entah kenapa dia menjadi begitu sensitif sekarang. Mungkin mau datang bulan.


"Biarin aja" ucap Mahen singkat, kemudian kembali memasang wajah dinginnya


"Ish, kulkas emang" batin Clarissa kemudian memilih untuk diam kembali.


"Kemarin jadi makan siang dengan Bryan?" Ucap Mahen yang mulai bersuara. Clarissa menengok sebentar kemudian menatap lurus kembali.


"Jadi kak" ucap Clarissa. Mahen terlihat menghela nafasnya sebentar. Kemudian bersuara kembali.


"Hmm, nanti sore nonton bareng sama aku mau nggak?" Tanya Mahen tiba-tiba yang membuat Clarissa langsung melihat Mahen dengan wajah terkejut.


"Fix, ini bukan kak mahen" batin Clarissa.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2