Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Cafe


__ADS_3

Setelah selesai jogging, Clarissa terlihat tersenyum beberapa kali. Dia kembali mengingat kejadian tadi saat bersama dengan Mahen.


Walaupun tadi dia tidak berbincang lama dengan Mahen. Tapi bertemu dengan Mahen saja rasanya sangat bahagia.


Clarissa mengambil handuk untuk mandi. Karena hari ini dia janji untuk ke rumah Nadin.


Dia tidak mungkin menghabiskan waktu sendiri di rumah. Mama dan Papanya sedang keluar. Dan dia juga harus benar-benar memanfaatkan waktu libur sebulannya ini. Karena setelah itu dia akan kembali ke Singapura lagi.


Setelah keluar dari kamar mandi. Clarissa tampak keluar dengan handuk mandinya.


Drttttt


Sebuah panggilan telpon dari Nadin.


"Hallo Nad, iya" ucap Clarissa sambil mengeringkan rambutnya.


"Ca, kita ketemu di Cafe saja ya" ucap Nadin dari seberang telpon.


"Share lock saja" ucap Clarissa.


"Oke, ingat dandan yang cantik" ucap Nadin yang membuat alis Clarissa langsung naik karena bingung.


"Lah buat apa? aku udah cantik dari dulu, nggak perlu dandan" ucap Clarissa dari seberang telpon.


"Hadeh, terserah kamu dah" ucap Nadin kemudian menutup telpon.


"Haha, aneh. Kenapa dia suruh aku dandan cantik. Hmmm, ahh ya sudahlah" ucap Clarissa kemudian melanjutkan kegiatannya mengeringkan rambut.


Beberapa menit kemudian Clarissa sudah siap dengan jaket jeans dan rok selutut. Rambut dia biarkan terurai.


Dia mengambil kunci mobil kemudian berangkat ke cafe tujuan.

__ADS_1


Di perjalanan dia melihat ke sekeliling. Jalan yang dia lewati sekarang adalah jalan yang dulu sering dia lewati bersama Mahen.


"Huh, Kangen banget" ucap Clarissa.


Hingga dia melewati basecamp anak jalanan. Tempat dimana dia mulai dekat dengan Mahen.


Clarissa berhenti sebentar untuk melihat kondisi basecamp tersebut.


"Sepi dan tidak terurus, berarti kak Mahen tidak pernah kesini lagi" ucap Clarissa dengan wajah sedih.


Dia merindukan anak-anak. Dia tidak sempat pamitan pada mereka dulu. Dia penasaran bagaimana keadaan mereka sekarang. Semoga mereka baik-baik saja. Hanya kalimat itu yang terucap di mulutnya.


Dia pun melanjutkan perjalanannya menuju cafe karena jam sudah menunjukkan pukul 10.


Sesampainya di Cafe, dia langsung di sambut oleh Nadin yang sedang berdiri di parkiran. Sepertinya Nadin juga baru datang bersama dengan kak Nathan di sampingnya. Terlihat deretan beberapa mobil juga di sana.


Clarissa sedikit kecewa karena dia tidak menemukan motor Mahen disana.


Pipi cabi, putih dan rambut panjang terurai membuatnya menjadi pusat perhatian beberapa cowok disana saat ini.


"Hmmm hmmm" ucap beberapa cowok yang terlihat sedang bersama teman-temannya.


Clarissa memilih mengacuhkannya dan mendekati Nadin yang saat ini tengah melambaikan tangan padanya.


"Wah wah, sahabatku emang cantik banget" ucap Nadin sambil melihat Clarissa dari atas ke bawah.


"Emang, baru tahu?" ucap Clarissa sambil tertawa-tawa yang tentu saja semakin mengundang beberapa laki disana memperhatikannya. Karena Clarissa semakin cantik saat tertawa.


"Wah, ada yang menjadi pusat perhatian nih" ucap Nathan.


"Biasa itu kak, Ayo masuk Nad. Aku laper nih. Tadi habis lari lupa sarapan" ucap Clarissa kemudian menarik tangan Nadin untuk masuk ke cafe.

__ADS_1


Nathan hanya mengikuti mereka dari belakang. Sambil menggeleng pelan melihat kedua nya terlihat seperti anak TK yang sedang bergandengan.


Baru saja sampai di depan pintu Cafe. Langkah Clarissa langsung terhenti. Karena disana sudah ada Mahen, Alex, dan satu wanita yang saat ini tengah duduk di dekat Mahen.


Wanita itu terlihat bergelayut manja di samping Mahen. Dan Mahen hanya diam saja.


Bagaimana di hantam batu besar, hatinya terasa sangat sakit sekarang. Rasanya dia ingin pergi dari tempat itu juga. Namun dia berusaha sekuat tenaga menahannya.


"Dia Mia Ca. Cewek yang aku ceritain" ucap Nadin.


Clarissa hanya mengangguk.


"Ayo kita kesana" ucap Clarissa dengan suara yang berubah dingin.


"Kau tidak apa-apa kan Ca?" tanya Nadin.


"I am good. Yuk" ucap Clarissa sambil berusaha tersenyum. Namun seperti terkesan dipaksa.


"Hallo kak, maaf kami telat" ucap Nadin kemudian mengambil tempat duduk.


Clarissa pun ikut duduk. Dia duduk di samping Bryan.


"Kak saya duduk disini ya" ucap Clarissa pada Bryan.


"Iya Ca. Dengan senang hati" ucap Bryan dengan senyum yang membuat siapapun meleleh dengannya. Clarissa membalas senyum Bryan dengan tidak kalah manisnya


Mahen hanya melihat mereka dalam diam. Terlihat jelas raut wajah tidak suka di wajahnya.


"Wah, seperti nya akan seru nih" bisik Nadin pada kakaknya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2