Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Perkara jus jeruk


__ADS_3

"Bagaimana?" Tanya Clarissa sambil memperlihatkan penampilannya saat ini. Menggunakan baju kaos putih dan celana panjang, dengan sepatu putih.


"Ciee ciee, cantik banget sih sahabatku" ucap Nadin sambil melihat Clarissa dari atas sampai bawah.


"Ayo" ucap Nadin kemudian menggandeng tangan Clarissa dengan penuh semangat


Saat tiba untuk izin pada Kirana, nyali Nadin langsung ciut. Dia mundur beberapa langkah.


"Kau saja yang izin" ucap Nadin pada Clarissa. Clarissa hanya bisa menggeleng melihat tingkat sahabatnya itu.


"Ma, Clarissa izin mau ke rumah Nadin ya. Mau kasi oleh-oleh ke Tante Nanda" ucap Clarissa sambil memperlihatkan tote bag di tangannya.


"Ya sudah, hati-hati ya. Nad, titip Caca ya, intinya sebelum malam harus pulang" ucap Kirana.


"Siap Tante, kami berangkat ya Tan" ucap Nadin kemudian mencium tangan Kirana.


"Kirana pergi bentar ya Ma" ucap Clarissa kemudian mencium tangan Kirana.


Dalam perjalanan ke rumah Nadin, Clarissa tidak henti-hentinya menarik nafas kemudian menghembuskannya lagi.


"Kau segerogi itu Ca?" Tanya Nadin tanpa mengalihkan fokus ke jalanan di depannya.


"Hmmmm, aku takut ekspektasi ku tidak akan sesuai dengan kenyataan yang aku dapatkan nanti Nad" ucap Clarissa dengan wajah yang terlihat begitu cemas.


"Makanya jangan terlalu berekspektasi tinggi dulu. Yang terpenting kamu sudah mencobanya bukan. Kalau memang nanti Kak Mahen tidak menerimamu. Ya sudah, sabar, haha" ucap Nadin.


"Ishhh, kamu ini bukannya menguatkan malah menjatuhkan" ucap Clarissa kesal.

__ADS_1


"Haha iya-iya. Maaf. Tidak ada salahnya mencoba Ca. Aku juga yakin kak Mahen masih suka sama kamu Ca. Tapi aku nggak yakin dia akan bersikap baik padamu. Jika melihat dari apa yang telah kamu lakukan padanya. Nah, disinilah tugasmu Ca untuk menebus semua kesalahan yang telah kamu lakukan selama ini" ucap Nadin sambil menepuk pundak Clarissa.


"Hmmm, baiklah, doain aku ya Nad" ucap Clarissa penuh harap.


"Always, i wish all the best for u beb" ucap Nadin.


Setelah sampai di rumah Nadin, terlihat beberapa motor terparkir disana. Termasuk motor yang sangat Clarissa kenal. Motor yang menjadi saksi biksu perjalanan cintanya dengan Mahen.


Ternyata benar, Mahen dan gengnya sedang di rumah Nathan sekarang. Clarissa terlihat ragu untuk turun dari mobil. Dia masih berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak semakin cepat sekarang.


"Ayo Ca" ucap Nadin.


Clarissa pun kemudian turun sambil membawa Tote bag di tangannya.


"Oke, aku pasti bisa" ucap Clarissa kemudian berjalan masuk mengikuti Nadin.


"Mama ada Clarissa ini" teriak Nadin lagi berharap suaranya bisa sampai ke lantai dua tempat dimana kakak dan teman-temannya disana.


"Bentar" ucap seseorang dari arah taman belakang.


Clarissa melihat ke arah sekeliling. Mencari seseorang yang sangat dia rindukan selama ini. Seorang laki-laki yang terus mengusik hati dan pikirannya setahun ini. Bagaimana keadaannya, apakah dia baik-baik saja, apakah ada perubahan dari wajahnya.


Kalimat itu terus terngiang-ngiang dipikirannya saat ini.


"Kalau kau cari kak Mahen, dia ada di atas" ucap Nadin sambil menunjuk ke arah sebuah kamar di lantai 2.


"Itu kamar kak Nathan. Tenang sebentar lagi kita akan keatas Ca. Kita ketemu Mama dulu ya" ucap Nadin.

__ADS_1


Clarissa hanya mengangguk, tanpa ingin berkomentar banyak. Karena jantungnya saat ini sungguh tidak bisa diajak berkompromi.


"Astaga, siapa ini? Clarissa? Sudah lama sekali" ucap Ibu Nanda yang entah datang darimana. Dia langsung memeluk Clarissa erat.


"Si bang Toyib yang hilang terus sudah pulang Ma" ucap Nadin mengejek Clarissa.


"Wkwk, ada-ada saja kamu ini. Apa kabarmu sayang?" tanya Nanda.


"Baik Tante. Oya ini oleh-oleh buat Tante" ucap Clarissa.


"Wah makasi banyak sayang" ucap Nanda.


"Ma, aku dan Clarissa ke kamar dulu ya" ucap Nadin sambil menarik tangan Clarissa.


"Oke, Oya, itu bawakan minuman buat kakak mu, dari tadi mama menyuruhnya turun untuk ambil sendiri, tapi sampai sekarang belum ada batang hidungnya" ucap Nanda sambil menunjuk ke arah deretan jus jeruk di meja makan.


"Ish males banget, nanti biar Clarissa saja dah Ma. Nadin mau ganti baju dulu. Ca minta tolong ya" ucap Nadin kemudian naik duluan untuk ganti baju.


"Astaga itu anak, bisa-bisa nya. Ca, Tante minta tolong ya" ucap Nanda.


"Ehhh, iya Tante. Clarissa juga belum say hi sama kak Nathan" ucap Clarissa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Ingin sekali dia menolak, tapi sungguh dia tidak enak. Benar-benar menyebalkan emang sahabatnya yang satu itu. Dia malah kabur ke kamarnya.


"Ya sudah, Makasi ya sayang. Tante mau angetin makanan dulu ya. Tante ada masakan kesukaan kamu juga. Nanti turun makan ya" ucap Nanda kemudian menuju ke dapur. Sisa Clarissa sendiri disana dengan beberapa deretan jus jeruk di depannya.


"Aku belum siap astaga" ucap Clarissa.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2