Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Jurang


__ADS_3

Alex dan Clarissa langsung tersenyum ketika berhasil membuka pintu penjagaan.


"Kak kita berhasil" ucap Clarissa kemudian tersenyum bahagia.


Namun belum beberapa langkah berjalan, terdengar tembakan yang sangat keras hingga memecah gendang telinga.


Hingga membuat para penjaga langsung bangun.


"Hey Mau kamana kalian?" Tanya Penjaga tersebut kemudian hendak bangun untuk menangkap Clarissa dan Alex.


"Door" suara tembakan kedua terjadi lagi.


"Ada apa itu di luar?" Tanya salah satu penjaganya.


Tiba-tiba seorang wanita yang tidak lain ada lah wanita yang menculik mereka tadi muncul.


"Sepertinya musuh telah menemukan kita. Kalian cepatlah lihat. Kedua anak ini biar aku yang menjaganya" ucap Jen.


Kedua penjaga pun menurut dan berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Sisa mereka bertiga disana.


Jen mendekati Alex dan Clarissa, namun keduanya langsung mundur


"Kalian tidak perlu takut, aku akan membantu kalian keluar dari sini. Maafkan aku ya" ucap Jen dengan wajah yang merasa bersalah.


"Hmm, pergi Tante. Tante orang jahat. Kami tidak percaya" ucap Alex.


"Di luar sedang ada pertempuran hebat. Antara papa kalian dengan bos kami. Aku tidak ingin anak-anak seperti kalian terluka. Untuk itulah aku ingin membawa kalian menjauh dari sini" ucap Jen.


"Papa datang?" Tanya Clarissa antusias.

__ADS_1


Jen langsung mengangguk.


"Kalau begitu antar kami ke papa" ucap Clarissa kemudian.


"Papa kalian sedang bertempur di luar sekarang. Jadi aku ingin membawa kalian ke tempat yang aman. Nanti aku akan mempertemukan kalian dengan mereka. Kalian tidak aman disini. Pasti Andre akan membunuh kalian lebih dulu. Jadi ayo cepat ikut aku" ucap Jen kemudian.


"Tidak, kami tidak mau percaya dengan Tante jahat lagi" ucap Clarissa kemudian.


Jen terlihat bingung. Bagaimana cara memberitahu anak-anak. Dia benar-benar tulus ingin membantu mereka. Hingga dia mengingat sesuatu.


"Kalian lihat ini, ini dan ini" ucap Jen sambil memperlihatkan beberapa bekas luka di tubuhnya.


"Ihhh. Itu pasti sakit sekali. Lebih parah daripada kak Alex" ucap Clarissa sambil meringis kesakitan.


"Ini hasil perbuatan Andre. Aku tidak ingin kalian seperti ini juga. Aku tidak berada di pihaknya. Jadi ayo ikut aku cepat sebelum dia kesini" ucap Jen.


Mereka pun menurut, Jen kemudian membawa mereka pergi.


Saat berhasil membuka pintu tesebut, Jen langsung menghembuskan nafas bahagia.


Mereka menyusuri hutan bertiga.


"Tante kita mau kemana sebenarnya, kenapa kita menyusuri hutan ini?" Tanya Clarissa.


"Ada gubuk di tengah hutan, jadi aku yakin tidak akan ada yang menemukan kita disana" ucap Jen.


"Lalu kapan kami bertemu papa?" Tanya Clarissa lagi.


"Apa kalian tidak mendengar suara tembakan itu. Kita belum aman sekarang" ucap Jen.


Mereka terus berjalan menyusuri hutan. Hingga mereka hampir sampai namun.

__ADS_1


"Door" seseorang terdengar melepaskan tembakan.


"AW" ucap Jen, karena kakinya lah yang sekarang terkena tembakan.


"Tante" teriak Alex dan Clarissa bersamaan.


Mereka langsung melihat ke belakang. Seseorang yang sangat mereka kenal sedang berdiri dengan pistol di tangannya.


"Mau kemana kalian huh?" Tanya Andre dengan seringai menyeramkan.


Dia terus mendekat, sedangkan Clarissa dan Alex terus menjauh.


"Kakak, bagaimana ini?" tanya Clarissa dengan tangan yang bergetar.


Mereka melihat ke belakang, disana ada jurang yang cukup dalam. Jika mereka mundur lagi. Maka tubuh mereka akan jatuh seketika.


"Dan kau?" ucap Andre saat melihat Jen.


"Door" satu tembakan lagi mengenai tubuh Jen hingga membuatnya ambruk tak berdaya.


Clarissa dan Alex yang melihat itu tidak bisa berkata-kata. Mereka langsung gemetar tidak berdaya.


"Door" lagi-lagi satu peluru mengenai tubuh Jen.


"Itulah balasan bagi orang yang berani bermain-main denganku" ucap Andre lagi.


"Aaaaaaaa" teriak Clarissa yang terlihat tidak sanggup lagi. Tangannya sudah gemetar tak terkendali.


"Door" satu tembakan lagi yang berhasil membuat Clarissa ambruk tidak sadarkan diri.


Alex langsung menangkap Clarissa. Namun karena tubuhnya yang lebih kecil dari Clarissa. Membuatnya tidak seimbang dan mereka berdua pun terjatuh ke jurang.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2