
Clarissa terlihat keluar membawa bahan-bahan berbeque, begitu pun dengan Mahen yang saat ini tengah membawa alat pemanggang ya.
Mark reflek langsung berlari membantu Clarissa.
"Aku bantu ya Ca" ucap Mark kemudian mengambil bahan-bahan berbeque tersebut dari tangan Clarissa
"Tidak perlu Kak" ucap Clarissa karena khawatir Mahen akan marah lagi.
Mark tidak peduli dengan penolakan Clarissa, Dia membantu Clarissa membawanya.
Hal ini tentu saja tidak luput dari pengawasan Mahen.
Clarissa hanya bisa menunduk menatap mereka dengan tidak suka.
"Makasi kak" ucap Clarissa saat sudah selesai menaruh ke tempatnya.
Clarissa pun mulai menyiapkan semuanya, dan Mark masih saja membantunya.
"Hmm, ca tolong ambilkan piring di dalam" ucap Mahen.
Clarissa refleks langsung bangun.
"Aku temani Ca?" tanya Mark.
Clarissa terlihat ragu. Awalnya dia ingin menolak, tapi melihat suasana di dapur yang begitu menyeramkan. Clarissa langsung mengiyakan.
"oke, ayo" ucap Mark.
Hal itu sontak membuat Mahen terlihat tidak suka.
"Aku takut di dalam kak, serem begitu. Nggak apa-apa ya" ucap Clarissa pelan saat melewati Mahen.
Mahen langsung menarik tangan Clarissa.
"Biar aku yang menemaninya" ucap Mahen pada Mark.
"Tidak bisa, dia meminta aku untuk menemaninya" ucap Mark tidak mau kalah.
Akhirnya terjadi adu mulut antara keduanya.
__ADS_1
Hal itu sontak menarik perhatian orang-orang disana.
"Stop!! Nad, ayo temenin aku ke dapur" ucap Clarissa yang langsung di iyakan oleh Nadin.
Clarissa dan Nadin pun langsung ke dapur, meninggalkan Mahen dan Mark yang saat ini menatap kepergian mereka.
"Awas Lo" ucap Mark kemudian kembali ke posisinya.
Mahen diam saja kemudian melanjutkan kegiatannya.
Sedangkan Nadin dan Clarissa saat ini tengah bergosip berdua.
"Hey, mereka kenapa sih?" tanya Nadin.
"Entahlah Nad" ucap Clarissa.
Clarissa pun mulai menceritakan semua kejadian tadi saat bersama dengan Mahen. Nadin menatap tidak percaya pada setiap cerita Clarissa.
"Kaka Mahen kayak gitu? fix dia cemburu" ucap Nadin.
"Entahlah. Tapi dia bahkan sangat sulit untuk mengatakan dia suka sama aku Nad" ucap Clarissa.
"Dia mungkin takut Ca" ucap Nadin.
"Kamu tahu nggak satu tahun lalu" ucap Nadin.
"Kenapa dengan satu tahun lalu?" Tanya Clarissa penasaran.
#Flashback
"Hey, inget ya. Besok semua nya harus siap. Bunga jangan lupa" ucap Mahen yang terlihat begitu bersemangat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Dia masih setiap menulis kata-kata yang akan diberikan pada Clarissa.
Dia tidak pandai merangkai kata-kata. Apalagi untuk menyatakan cinta pada perempuan. Ini pertama kalinya dia melakukannya.
"Iya, tenang. Semuanya beres. Kau udah ngantuk banget ini Hen. Kamu tidur juga sana. Bye" ucap Nathan kemudian mematikan telpon.
Bukannya tidur, Mahen malah kembali membaca tulisan di tangannya. Menghafalkan setiap rangkaian kata yang ada disana.
__ADS_1
"Aku pasti bisa" ucap Mahen sambil mengangkat tangannya penuh semangat.
Keesokan harinya. Mahen sudah siap dengan seragamnya. Bahkan sangat pagi untuk dikatakan bersiap ke sekolah.
Yups, semalaman dia tidak tidur. Hanya demi menghafalkan kalimat cinta yang akan dia katakan pada Clarissa nantinya.
Padahal dia cukup mengatakan cinta saja. Tapi dia ingin berbeda, hingga cinta pertamanya ini bisa dia kenang selamanya.
Namun....
#Flashback Off
"Hmmmm" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke dapur.
"Kak Mahen" ucap Clarissa dan Nadin gelagapan.
Mahen mendekat. Lebih tepatnya mendekati Clarissa.
"Tidak baik membicarakan orang di belakang" ucap Mahen kemudian menjitak dahi Clarissa.
"AW" ucap Clarissa sambil mengelus dahinya.
"Kok Clarissa saja. Nad..." belum dia meneruskan omongannya. Dia melihat tidak ada Nadin disana.
"Apa?" ucap Mahen sambil memajukan langkahnya mendekati Clarissa.
Spontan Clarissa mundur.
"Kak, Maaf. Clarissa janji nggak lagi ya" ucap Clarissa kemudian hendak kabur. Namun Mahen menahannya.
"Mau kemana?" Tanya Mahen.
"Ke-keluar kak. Temen-temen pasti nunggu" ucap Clarissa gelagapan.
Mahen malah menarik Clarissa ke dalam pelukannya.
Clarissa langsung terdiam, tidak mampu berkata-kata.
"Sebentar saja, seperti ini" ucap Mahen kemudian mempererat pelukannya dan memejamkan matanya. Menikmati detak jantung mereka yang sedang beradu sekarang.
__ADS_1
"Jangan pergi lagi Ca" ucap Mahen dengan mata yang masih terpejam.
-Bersambung-