
Ini hari ketiga Mahen pergi ke Amrik, Clarissa mulai uring-uringan karena Mahen jarang memberikan kabar padanya sejak kedatangannya disana.
Mahen akan mengabarinya hanya saat malam hari saja. Dengan alasan dia sibuk dengan urusan kantor.
Clarissa bisa mengerti. Namun perasaannya tidak bisa dibohongi, dia tetap merindukan Mahen.
Dia yang saat ini tengah duduk di kantin sendiri, tiba-tiba melihat beberapa kerumunan dari kejauhan. Seperti sedang terjadi sesuatu disana. Dia pun penasaran, jadi dia memutuskan melihatnya.
Dia berjalan kesana dengan penuh rasa penasaran.
Namun karena terlalu banyak kerumunan disana, dia jadi kesulitan untuk melihat.
"Hey, ada sih?" Tanya Clarissa penasaran pada seorang siswi disana.
"Ada guru baru, ganteng banget" ucapnya.
"Owh, aku pikir apa" ucap Clarissa kemudian hendak pergi untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun baru beberapa langkah seseorang menarik tangannya.
Dia melihat ke orang tersebut. Dia bingung, orang tersebut tampak sangat asing. Menggunakan seragam guru SMA.
"Apa ini guru yang dimaksud. Tapi kenapa dia memegang tanganku sekarang" batin Clarissa. Dia pun langsung menarik tangannya.
__ADS_1
"Maaf pak, Ada apa?" Tanya Clarissa bingung. Beberapa siswa dan siswi disana terlihat memperhatikan mereka.
"Apa kamu yang bernama Clarissa Wijaya?" Tanya nya yang membuat Clarissa semakin bingung.
"Iya benar, ada apa ya pak?" Tanya Clarissa lagi.
"Tidak ada, aku hanya ingin kamu tahu, bahwa saya sekarang guru disini" ucap Nya lagi.
"Lah, nggak penting banget ini guru" batin Clarissa.
Dia menatap aneh ke arah guru tersebut. Hanya tampilan wajah polos, lugu, tampan namun berwibawa. Tidak ada bentuk wajah mencurigakan sama sekali.
"Owh iya. Terima kasih atas informasinya. Saya permisi" ucap Clarissa kemudian pergi begitu saja. Namun entah mengapa perasaannya tidak enak sekarang. Dia memiliki feeling yang buruk akan kehadiran guru tersebut. Namun dia berusaha untuk menyingkirkannya secepat mungkin.
Hingga bel berbunyi dan mereka semua pun masuk ke dalam kelas.
Setelah pulang sekolah, Clarissa langsung menuju ke gerbang untuk menunggu jemputan. Rasanya sekarang semuanya terasa sepi. Kak Mahen tidak ada, Kak Mark pun yang sering bersamanya juga sudah tidak ada. Hanya tinggal Nadin, namun Nadin juga sudah susah dihubungi. Karena dia lebih sering bucin dengan pacar barunya.
Clarissa terlihat melirik ke arah jalan raya, berharap pak Tono segera datang untuk menjemputnya, rasanya panas sekali sekarang.
Dia pun memilih berteduh di pos satpam.
__ADS_1
"Pak nitip neduh bentar ya" ucap Clarissa.
Setelah itu dia mengulurkan hpnya. Mulai menscroll Instagram untuk mencari kesibukan.
Dia mencari nama Mahen. Di baru sadar ternyata dia belum mengikuti akun Instagram Mahen karena memang dia jarang sekali membuka Instagram.
Dia mulai menscroll ke bawah. Melihat beberapa postingan Mahen. Terakhir kali dia upload foto saat di bandara.
"Kapan ini diambil?" ucap Clarissa saat melihat foto seorang wanita yang sedang bermain di pantai.
"Astaga, caption-nya" ucap Clarissa sambil tersenyum membaca caption-nya yang tertulis disana.
"My Future" tulisnya.
Clarissa pun tidak sengaja melihat akun seseorang yang cukup dia kenali disana.
"Kak Mia" ucap Clarissa. Dia pun iseng membuka akun tersebut.
Beruntung nya tidak di private sehingga dia bisa mulai melihat postingan Mia.
Hingga dia langsung terdiam pada satu foto.
__ADS_1
-Bersambung-