
Tiba-tiba Clarissa membuka matanya.
"Huh" Clarissa terlihat terkejut setelah bermimpi sesuatu yang sangat menakutkan.
Namun apakah itu mimpi, mimpi yang terlihat begitu nyata. Bahkan lebih tepatnya seperti kenangan masa lalu yang muncul kembali.
Clarissa tiba-tiba menangis. Hingga menarik perhatian Kirana yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Astaga Ca. Akhirnya kamu bangun juga" ucap Kirana yang terlihat begitu bahagia.
Dia langsung memanggil dokter.
"Maa, caca takut, hiks" ucap Clarissa sambil terus menangis.
"Kenapa sayang?" Ucap Kirana begitu khawatir.
"Caca takut, hiks" ucap Clarissa sambil terus menangis.
Selang tidak terlalu lama, Dokter datang kemudian memeriksa Clarissa.
"Dok bagaimana anak saya?" Tanya Kirana.
"Nona tidak apa-apa nyonya. Seperti yang sudah saya katakan, ingatan masa kecilnya sudah kembali. Ini sebagian dari efeknya. Saya berharap keluarga terdekat bisa memberikan support terbaik untuk dia" ucap dokter tersebut.
"Baik dok, terima kasih" ucap Kirana kemudian mendekati Clarissa yang masih saja menangis.
"Tidak apa-apa sayang. Kamu jangan takut, sekarang sudah ada mama disini" ucap Kirana kemudian memeluk Clarissa yang masih menangis histeris.
__ADS_1
Clarissa terus menangis sambil beberapa kali menutup telinganya. Suara tembakan itu masih terngiang-ngiang di kepalanya.
"Ma, Caca takut" ucap Clarissa sambil terus memeluk mamanya erat.
"Ada mama disini sayang" ucap Kirana.
Disisi lain, Mahen sedang termenung sendiri, mengingat ucapan papa Syam beberapa hari yang lalu.
#Flashback on
"Kau tahu, kami bisa menemukan kalian. Tapi Andre masih belum kami temukan sampai sekarang. Aku tidak tahu kapan dia akan datang lagi untuk membalas dendam. Untuk itulah aku tidak mengizinkan Clarissa berhubungan dengan keluarga kalian. Om takut kejadian sebelumnya akan terulang kembali" ucap Syam.
"Maaf kan saya Om. ingatan itu tidak ada sedikitpun dalam ingatan saya. Ini salah saya Om. Saya akan menjauhi Clarissa jika itu bisa membuat Clarissa aman" ucap Mahen.
Syam terdiam beberapa saat. Dia langsung menggeleng.
"Sekarang, aku hanya berharap satu hal padamu. Tolong temani Caca. Bantu dia menghadapi trauma tersebut. Setelah bangun nanti, pasti dia akan mencarimu juga. Bantu dia sembuh ya nak" ucap Syam yang terlihat begitu tulus.
"Om merestui hubungan kami? lalu bagaimana dengan om Andre?" ucap Mahen.
Syam menghela nafasnya berat. Dia tersenyum kemudian menepuk pundak Mahen.
"Om akan berusaha mencarinya. Tapi Om juga berharap kamu mau membantu menjaga Caca" ucap Syam.
Mahen mengangguk mantap.
"Tentu saja Om" ucap Mahen kemudian tersenyum. Walaupun jauh di dalam hatinya ada beban berat yang ditanggungnya.
__ADS_1
"Om mempercayakan Clarissa padamu" ucap Syam.
Mahen mengangguk mantap.
#Flashback off
"Drrttt" hp Mahen bunyi.
"Hallo" ucapnya.
"Kak Mahen, Clarissa sudah bangun" ucap seseorang di seberang sana.
Mendengar hal itu, Mahen langsung berlari ke kelasnya. Dia mengambil tas nya.
"Hey mau kemana bro?" Tanya Nathan.
"Clarissa sadar, aku harus ke rumah sakit" ucapnya.
"Alhamdulillah, hati-hati. Nanti kami akan menyusul" ucap Nathan.
Mahen pun langsung melajukan motornya ke rumah sakit. Membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Dia terus mengucapkan syukur di dalam hatinya.
Sudah hampir satu Minggu Clarissa terbaring di rumah sakit. Mahen bahkan hampir di buat gila karenanya. Setiap hari sehabis sepulang sekolah dia selalu menyempatkan diri untuk menemui Clarissa. Berharap wanitanya sadar, dan ternyata doanya terkabul hari ini.
"Terima kasi ya Allah SWT" ucap Mahen tidak henti-hentinya.
-Bersambung-
__ADS_1