Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Flashback 2


__ADS_3

"ini makanan kalian" ucap seorang penjaga kemudian meletakkan makanan yang berisi roti dan susu untuk Clarissa dan Alex.


"Kami tidak lapar, kami mau keluar dari sini" ucap Clarissa berani.


"Haha, jangan harap" ucap penjaga tersebut kemudian pergi meninggalkan mereka.


Mereka melihat makanan tersebut. Perut mereka sangat lapar, tapi mereka juga takut jika makanan tersebut diracuni jadi mereka memilih untuk tidak memakannya.


Alex bangun kemudian melihat kondisi diluar dari sela-sela pintu.


Pintu tersebut sangat kuat dan besar jadi mereka tidak mungkin bisa melewatinya.


Alex mulai menyusun siasat. Dia memang cukup pintar di usianya. Keadaan lah yang membuatnya seperti ini.


"Ca, nanti kamu panggil penjaga. Lalu aku akan berusaha mengambil kunci di sakunya. Ingat kau harus mengajaknya bicara terus" ucap Alex.


Clarissa mengangguk tanda mengerti.


Setelah itu, mereka mulai menjalankan rencana masing-masing.


Clarissa berlari menuju pintu dan mulai memanggil penjaga.


"Pak tolong, teman saya sakit" ucap Clarissa. Alex langsung berpura-pura sakit.


Penjaga pun datang.


"Ada apa ini?" ucap penjaga tersebut.


"Awww" ucap Alex sambil menahan pinggangnya. Karena bibir nya yang begitu pucat. Penjaga itu langsung saja percaya.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya penjaga tersebut pada temannya.


"Biarkan saja mereka mati" ucap penjaga yang lainnya.


"Gila saja kau ini. Kalau sampai bos murka bagaimana? Hilang kepala kita nanti" ucap penjaga tersebut.


Dia kemudian membantu Alex. Dia terlihat bingung harus mulai dari mana.


"Apa kita panggil dokter saja?"Tanyanya.


"Kau gila? bisa-bisa ketauan kita menculik dia" ucap penjaga tersebut lagi.


Mereka masih sibuk berargumen. Alex kemudian menjalankan rencananya. Dia mengambil kunci itu secara perlahan di kantong kedua penjaga tersebut.


"Lalu bagaimana?" Tanya penjaga tersebut lagi.


"Lalu ngapain kamu memanggil kami bocah. Menyebalkan sekali" ucap penjaga tersebut.


"Ya untuk membantu. Tapi Om tidak bisa. Payah" ucap Clarissa yang membuat salah satu penjaga tersebut naik pitam.


"Apa kau bilang?" Tanya penjaga tersebut hendak ingin memukul Clarissa. Clarissa langsung meringkuk ketakutan.


"Udah lah. Biarkan saja. Kau tidak ingin bos marah pada kita kan. Ayo pergi" ucap temannya.


"Awas kau bocah" ucap nya lagi dengan senyum yang begitu menakutkan.


"Dapat" ucap Alex pada Clarissa sambil menunjukkan kunci tersebut.


Clarissa langsung ingin berteriak gembira. Namun dia langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ops" ucap nya. Namun langsung tersenyum bahagia.


"Kita tunggu sampai mereka tidur" ucap Alex.


Clarissa mengangguk.


Disisi lain, Syam dan Alexander saat ini tengah menatap tajam pada beberapa rekaman cctv yang dia dapatkan.


"Awas kau Andre. Berani sekali kau bermain-main dengan anakku" ucap Syam.


"Sekarang apa rencana mu?" Tanya Alexander.


"Kita kerahkan semua anak buah kita. Kita kepung basecamp mereka sekarang juga" ucap Syam.


Alexander langsung mengangguk tanda setuju.


Semua pasukan gelap yang sebelumnya tidak diketahui siapapun mulai keluar dari sarangnya.


Mereka sedang melawan psikopat dengan banyak anak buah. Jadi mereka harus mengerahkan banyak pasukan untuk ini.


Walaupun sebenarnya bisa saja Syam meledakkan basecamp Andre dari jarak jauh. Tapi dia memikirkan anak-anaknya yang berada disana.


"Ingat, bawa anakku dalam keadaan sehat. Tanpa lecet sedikitpun" ucap Syam.


"Siap tuan" ucap seseorang dari sambungan telpon.


"Sekarang kita berdua berangkat kesana" ucap Syam pada Alexander.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2