Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Membiarkan saja


__ADS_3

"Hey Hen, ada yang aku mau omongin sama kamu" ucap Bryan yang tiba-tiba Dateng entah darimana.


"Hmm, ngomong aja" ucap Mahen.


"Kamu beneran suka sama Clarissa?" Tanya Bryan.


Mahen terdiam sesaat. Dia melihat Bryan sebentar kemudian fokus menatap ke depan lagi.


"Menurutmu?" ucap Mahen.


"Memang bener-bener susah ngomong sama manusia es satu ini" ucap Bryan sambil menghela nafasnya berat.


Mahen diam saja.


"Kalau kamu benar-benar suka dengan Clarissa aku mundur. Tapi jika sebaliknya aku akan maju dan kamu jauhi dia. Aku nggak mau habis-habiskan waktu Hen dengan kita berebut seperti ini" ucap Bryan.


"Apa kau menyerah?" Tanya Mahen sambil menatap Bryan.


"Aku hanya tidak mau salah satu dari kita sakit hati Hen. Sebelum aku benar-benar sayang sama Clarissa. Lebih baik aku yang mundur. Tapi aku harus yakin dulu bahwa kamu tidak akan menyakiti dia" ucap Bryan.


"Aku tidak akan menyakitinya" ucap Mahen yang membuat Bryan terdiam. Dia pun langsung mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah, kita tidak ada persaingan lagi. Aku harap kamu jangan sakiti dia Hen. Dia cewek baik banget" ucap Bryan. Sebenarnya Bryan tidak tega jika harus melepaskan Clarissa.


Tetapi dia juga tidak bisa seperti ini terus, bermusuhan dengan sahabat sendiri karena wanita. Papanya juga memintanya untuk fokus sekolah dan belajar bisnis karena dia akan menjadi penerus perusahaan nanti.


Dia tidak ingin pikirannya terbagi, untuk itulah dia akan melepaskan Clarissa walaupun terasa sangat berat.


"Tanpa kamu minta pun aku pasti akan menjaganya" ucap Mahen.


"Aku harap begitu" ucap Bryan kemudian beberapa lama teman-temannya terlihat masuk kelas Karena guru datang.


***


"Din aku pulang duluan ya" kata Clarissa kemudian pergi meninggalkan Nadin yang masih sibuk membereskan buku-bukunya.


"Biasa" ucap Clarissa sambil berlari. Nadin hanya memandangi Clarissa sambil menggeleng.


Sudah hampir 2 bulan Clarissa dan Mahen dekat. Tapi hubungan mereka belum ada kejelasan sama sekali. Mau dibilang pacaran tidak pernah ada kata pacaran. Mau dibilang tidak pacaran tapi kedekatan mereka seperti orang pacaran.


Sesampainya di depan gerbang sekolah. Clarissa langsung tersenyum saat melihat Mahen tengah berdiri disana menunggunya.


"Kak Mahen" teriak Clarissa hingga membuat beberapa orang di sana melihat ke arah mereka.

__ADS_1


Sudah bukan rahasia umum lagi mengenai kedekatan mereka. Bahkan Beberapa siswi disana terlihat sudah biasa melihat kedekatan mereka.


"Hey pelan-pelan" ucap Mahen sambil memberikan helm pada Clarissa.


"Hehe, maaf kak. Ayo" ucap Clarissa kemudian naik terlebih dahulu ke motor Mahen.


"Ayo" ucap Mahen.


Mereka pun melajukan motornya pulang ke rumah.


Seperti biasa Mahen akan mengantar Clarissa pulang ke rumahnya dahulu.


"Disini saja kak" ucap Clarissa saat mereka sudah sampai di tempat biasa Clarissa akan meminta untuk turun.


Clarissa selalu meminta turun jarak 1 rumah dari rumahnya karena tidak ingin papanya melihat.


Iya, sejak kejadian papanya memarahinya untuk ke basecamp lagi. Papanya menjadi lebih protective.


Dia tidak mengizinkan Clarissa untuk dekat dengan laki-laki. Mengetahui kedekatan Clarissa dengan Mahen saja membuat Clarissa harus rela untuk tidak keluar rumah selain hanya untuk ke sekolah.


Untuk itulah Clarissa tidak pernah ingin untuk meminta kejelasan hubungannya dengan Mahen. Dia ingin membiarkan semua nya berjalan saja seperti ini. Tanpa dia tahu apa akhir dari hubungannya nanti.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2