Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Mau aku Bantu


__ADS_3

"Kak Alex" ucap Clarissa saat membuka matanya.


Mahen sedang berdiri di depannya sambil memegang tangannya.


"Ca, kamu sudah bangun?" ucap Mahen yang terlihat begitu bahagia.


Clarissa mengangguk. Mahen tersenyum bahagia.


"Kak" ucap Clarissa lagi. Kali ini dia menggenggam tangan Mahen.


"Iya Ca" ucap Mahen sambil mengelus tangan Clarissa yang saat ini menggenggam tangannya.


"Maafin Clarissa" ucap Clarissa dengan suara yang melemah.


"Tidak. Aku yang harusnya minta maaf" ucap Mahen kemudian mengelus kepala Clarissa.


"Maaf kak, seandainya Clarissa dengerin apa yang kakak bilang dulu. kejadian itu tidak akan terjadi" ucap Clarissa.


Mahen menggeleng.


"Tidak Ca, kamu tidak salah. Sekarang kita lupakan kejadian itu, kita fokus sama yang sekarang saja ya" ucap Mahen sambil menggenggam tangan Clarissa begitu erat.


"Aku takut kak" ucap Clarissa lagi.


"Tidak perlu takut. Ada kakak disini. Kamu percaya kan sama kakak" ucap Mahen menguatkan Clarissa.


"Kakak janji jangan tinggalin aku ya" ucap Clarissa lagi.


"Iya sayang, kakak janji" ucap Mahen sambil mengelus wajah Clarissa dengan sayang.


"I trust you kak, promise right" ucap Clarissa.


Mahen mengangguk, dia memeluk Clarissa dengan sayang.


Beberapa menit kemudian, Nadin dan yang lainnya sampai di rumah sakit.


"Caca, akhirnya kamu sadar juga" ucap Nadin kemudian memeluk Clarissa erat.


"Iya Nad" ucap Clarissa kemudian membalas pelukan Nadin.


"I Miss u so much" ucap Nadin.


"i do more" ucap Clarissa.


"Aku senang melihatmu sudah baikan Ca" ucap Bryan mendekati Clarissa.


"Iya kak. Maaf ya udah buat kalian khawatir" ucap Clarissa dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Nggak sama sekali Ca. Ini namanya musibah. Kamu sehat saja aku sudah sangat bahagia" ucap Bryan.


Mahen mendekati Clarissa. Kemudian merangkulnya dari samping.


"Aku lebih bahagia" ucap Mahen sambil memperlihatkan kepemilikan pada Bryan.


"Iya semua orang tahu kali, kalau dia milik loh. Gantian gw sekarang yang ngomong. Awas-awas" ucap Alex mendorong Mahen.


"'Ca, aku senang kamu udah baikan. Cepet sehat ya. Biar ada temen bebek aku ngoceh setiap hari" ucap Alex.


"Bebek?" tanya Clarissa bingung.


"Yang pakai baju pink" bisik Alex.


"Ohhhh" ucap Clarissa kemudian melihat siapa yang Alex maksud.


"Hahah. Ada-ada saja kak. Owh jadi udah mulai go publik ni" ucap Clarissa.


"Sttt jangan bilang-bilang" ucap Alex. Clarissa langsung mengacungkan jempol tangannya.


"Owh main rahasia-rahasia an. Oke" ucap Nadin tiba-tiba.


"Diam deh lu. kepo banget" ucap Alex.


Nadin mengurutkan bibirnya. Sedangkan Mahen saat ini tengah menatap Alex dengan tatapan tajam.


"Singa udah kayak mau nerkam saja tuh. Aku mundur alon-alon deh" ucap Alex.


"Haha" Clarissa tertawa melihat tingkah lucu Alex.


"Sejak kapan kak Alex bisa melucu seperti itu. Bukannya dulu dingin banget" batin Clarissa.


Dia melihat ke arah Nadin. Dia sangat yakin bahwa perubahan sikap Alex karena sahabatnya.


"Tapi sepertinya Nadin tidak menyukai kak Alex" batinnya lagi.


"Ca, cepet sembuh ya. Walaupun lu dulu musuh bebuyutan gw. Tapi gw nggak suka lihat lu sakit kek gini" ucap Sindy.


"Iya kak. Makasi ya udah jengukin aku" ucap Clarissa.


Sindy hanya mengangguk.


Nadin melihat Sindy tidak percaya. Bagaimana bisa Sindy bisa mengucapkan hal manis seperti itu.


"Sepertinya itu bukan kak sindy" batin Nadin.


"Cepet sembuh ya Ca. Biar bisa main-main ke rumah lagi" ucap Nathan.

__ADS_1


Kedengarannya sangat absurb.


"Main sama adek gue maksudnya. Ya elah" ucap Nathan setelah mendapat pelototan dari Mahen.


"Udah kan jengukinnya. Sekarang biarin pacar gw istirahat ya. Kalian pulang gihh" ucap Mahen.


"Huss kak. Gak baik usir tamu" ucap Clarissa.


"Hehe iya sayang. Tapi berduaan sama kamu. Kapan lagi kan" ucap Mahen.


"Awas berduaan. Yang ketiganya setan" ucap Alex.


"Sirik" ucap Mahen.


"Lah emang bener" ucap Alex lagi.


Nadin yang saat ini tengah lapar memilih untuk duduk. Dia memakan beberapa buah yang ada di meja.


"Hey, bilang dulu sama yang punya" ucap Nathan.


"Bener-bener nggak sopan" ucap Sindy lagi.


"Iri bilang bos" ucap Nadin. Dia memilih mengupas apel itu tanpa memperdulikan kata Sindy.


"Biarin saja kak. Punya aku punya Nadin juga. Kita kan besti. Kecuali ini" ucap Clarissa sambil memegang tangan Mahen.


Mahen yang mendengar itu wajahnya langsung bersemu merah.


"Bisa saja sayang" ucap Mahen.


"Iwuuuu. Sepertinya kita harus cepet pulang deh. Aku mual lihat kelakuan es batu ini. Es kalau udah mencair ternyata lebai banget ya" ucap Alex.


"Kakak belum tahu rasanya jatuh cinta sih. Ada manis-manis nya gitu loh" ucap Clarissa.


"Ops udah ya. Clarissa lupa" ucap Clarissa.


Nadin yang sedang fokus mengupas apel langsung melihat ke arah Alex.


Dia seperti menunggu respon alex selanjutnya.


"Ada sih. Tapi susah dapetinnya" ucap Alex.


"Nggak ada yang sulit kalau kakak mau" ucap Clarissa lagi.


"Iya Lex. Mau Aku bantu nggak?" Tanya Nathan.


"Nggak lah. Aku mah Gantle" ucap Alex sambil melihat ke arah wanita yang saat ini fokus dengan kegiatannya sendiri.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2