Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Kau gila?


__ADS_3

"Tuan, musuh mengetahui keberadaan kita, sepertinya mereka sedang bergerak kesini" ucap salah satu dari anak buah Andre.


"Biarkan saja. Kita lihat siapa yang akan menang" ucap nya sambil melihat kearah monitor di depannya.


Disana terlihat Clarissa sedang berada di mobil sambil memandang lurus ke depan.


"Ca, kau sudah menghubungi kak Mahen kan?" Tanya Lee.


"Tentu tidak. Kalau dia tahu aku mengikutinya, aku tidak akan dikasi izin kak" ucap Clarissa.


Lee hanya tersenyum dalam diam.


"Oya, apa rencana mu sekarang ca?" Tanya Nadin.


"Nanti kita lihat kondisi nya dulu. Kak Mahen mengerahkan banyak pasukannya. Kita kesana hanya melihat apakah mereka butuh bantuan apa tidak. Jadi kita monitor dari belakang. Kalau memang kak Mahen butuh bantuan, baru kita maju" ucap Clarissa.


"Oke, aku setuju" ucap Nadin sedikit lega. Sebenarnya dia juga takut untuk ikut dalam pertarungan itu. Dia tidak pernah sekalipun ikut dalam hal berbahaya sebelumnya.


Beberapa menit kemudian mereka semua sampai di tempat tujuan. Terlihat beberapa mobil terparkir di pinggir jalan.


"Kita diam disini saja" ucap Alex. mereka berhenti di depan semak-semak agar tidak terlihat oleh Mahen.


Mereka mobil yang ditumpangi Mahen terparkir tidak jauh dari mobil lainnya.


Beberapa menit kemudian orang yang lengkap dengan seragam hitam terlihat keluar dari beberapa mobil disana.


"Itu kak Mahen" ucap Clarissa sambil menunjuk mobil hitam.


"Empat orang disini, sisanya ikut aku untuk menemui Mahen. Aku sungguh tidak nyaman melihat temanku berjuang sendirian" ucap Alex.


"Aku ikut" ucap Clarissa langsung.


"Tidak, Clarissa, Nadin, Lee dan Mark diam disini. Kami bertiga akan membantu Mahen" ucap Nathan.


"Tapi..." Clarissa merasa tidak ikhlas jika dia tidak ikut.


"Ca, diam saja disini. Kau tidak mau kan kak Mahen memarahi kamu. Aku yakin disana sangat bahaya untuk kita" ucap Nadin.

__ADS_1


Clarissa pun mau tidak mau menurut. Dia memilih untuk diam disana.


"Nanti kalau ada apa-apa, cepat tekan ini" ucap Alex.


"Apa ini?" Tanya Nadin.


"Alarm mobil" ucap Alex kemudian.


"Astaga" ucap Nadin sambil menatap Alex kesal.


"Ya udah aku pergi dulu ya beb. Doakan aku selamat" ucap Alex.


"Iya kak, pokoknya harus balik selamat" ucap Nadin.


"Ayo cepat" ucap Bryan.


Alex mengangguk dan tersenyum. Mereka bertiga pun langsung bergerak ke tujuan dengan membawa senjata masing-masing.


Mereka langsung ke arah mobil Mahen.


Dia langsung membuka pintu mobil dengan cepat.


"Kami kesini untuk membantumu. Bisa-bisa nya kau melupakan kami saat kembali dari Amrik" ucap Nathan.


Mahen tidak banyak tanya. Karena ini dalam suasana genting. Dia pun memilih keluar dengan membawa pistolnya.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara tembakan dari beberapa penjuru.


"Dor dor dor"


Suara terus terdengar.


"Hallo, bagaimana?" ucap Mahen sambil memegang earpon di telinganya.


"Ayo. Kita harus bergerak" ucap Mahen kemudian.


"Mereka sudah berhasil menembus pertahanan musuh. Aku ingin tanganku sendiri yang akan membunuh Andre" ucap Mahen berapi-api.

__ADS_1


Mereka bertiga pun mengangguk. Mereka langsung memasang masker masing-masing dan berjalan menuju TKP.


"Dor" suara tembakan kembali menggema.


"Tuan tuan tuan. hati-hati ternyata mereka jumlahnya cukup banyak" ucap Seseorang disana.


"Apa kita ledakkan saja markas mereka?" Ucap Mahen kemudian.


"Tapi saya tidak yakin Andre ada di dalam Tuan" ucapnya.


"Baiklah, kalian urus yang lainnya cepat. Dan Andre biar aku yang membunuhnya" ucap Mahen.


Bryan, Alex dan Nathan hanya bisa menatap Mahen tidak percaya. Bagaimana bisa temannya membicarakan pembunuhan dengan sangat mudah. Bahkan tanpa pikir panjang.


"Ayo" ucap Mahen sambil terus berjalan menyusup.


"Dor" Mahen melepaskan tembakannya pertama kali.


"Wow" ucap Nathan tidak percaya.


"Kalian bisa menggunakan pistol itu kan?" Tanya Mahen karena sedari tadi dia hanya melihat teman-temannya menatap dirinya.


"Tentu bisa" ucap Alex.


"Oya Clarissa mana?" Tanya Mahen.


"Kami tidak tahu" ucap Nathan.


"Jangan bohong. Aku tau kalian mengikutiku. Aku hanya ingin membuatnya tetap aman. Aku akan mengirim beberapa orang untuk menjaganya disana" ucap Mahen.


"ada di mobil. Sudah ada Lee dan Mark yang menjaganya disana" ucap Nathan.


"Kau gila?" ucap Mahen dengan wajah yang begitu terkejut.


"Apa maksudmu?" Tanya Nathan.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2