
Sepulang sekolah Mahen dan teman-temannya langsung menuju ke parkiran.
"Kalian duluan saja" ucap Mahen pada kedua temannya.
"Kau menunggu siapa?" Tanya Alex dan Nathan.
"Milikku" ucap Mahen yang tentu saja membuat Alex dan Nathan langsung saling pandang karena bingung.
Namun setelah keduanya sadar apa maksud dari Mahen. Mereka langsung tertawa terbahak-bahak.
"Wah-wah teman kita sudah bucin tingkat dewa nih" ucap Nathan.
"Udah buat kepemilikan lagi. Aduh udah-udah, aku nyerah" ucap Alex sambil mengangkat tangannya.
Mahen diam saja, dia memilih fokus ke arah jalan masuk ke parkiran.
"Duh sampai-sampai kita di kacangin nih karena menunggu miliknya" ucap Alex terus menggoda Mahen.
Disisi lain, Bryan tengah menunggu di depan kelas Clarissa. Dia sesekali melihat ke arah dalam karena guru tidak kunjung keluar. Seperti nya saat itu guru sedang memberikan tugas tambahan yang sangat banyak untuk mereka.
"Oke, jadi kumpulkan Minggu depan ya" ucap Guru tersebut kemudian keluar ruangan.
"Lah Bryan, ngapain kamu disini?" Tanya ibu Susan saat melihat Bryan berdiri didepan pintu keluar.
"Tunggu seseorang buk" ucap Bryan.
"Siapa pacarmu disini?" Tanya ibu Susan dengan mata menelisik.
"Belum pacaran Bu, doain saja" ucap Bryan. Ibu Susan hanya menggeleng kemudian pergi.
"Ada-ada saja anak zaman sekarang" ucap Buk Susan sambil melangkah pergi.
Melihat Bryan di luar beberapa siswi terlihat antusias. Tidak jarang dari mereka langsung melihat kaca untuk mengecek penampilan nya saat ini.
"Heh ada kak Bryan. Sepertinya dia mau menemuiku" ucap Siswi yang terlihat sangat menor dengan make up-nya.
__ADS_1
"Heh Jangan sok tahu. Dia pasti ingin menemuiku" ucap siswi yang lain.
Clarissa hanya diam saja. Dia sibuk membalas pesan dari Mahen.
'Sebentar lagi kak, Ibu guru baru keluar' Clarissa.
"Hey kau tidak lihat siapa yang diluar" ucap Nadin sambil mencolek Clarissa.
Clarissa langsung menoleh.
"Owh kak Bryan" ucap Clarissa, kemudian fokus memasukkan buku-bukunya ke tas.
"Kok cuma gitu. Sepertinya dia nungguin kamu Ca" ucap Nadin.
"Masak sih? buat apa? aku nggak ada janji sama kak Bryan" ucap Clarissa.
"Ya emang harus buat janji dulu buat ketemu kamu Ca. kek anak pejabat saja" ucap Nadin yang langsung dibalas senyuman oleh Clarissa.
Clarissa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung harus menjawab apa.
"Ya sudah, ayo kita keluar" ucap Clarissa.
Beberapa siswi terlihat mendekati Bryan. Bryan sampai kewalahan meladeni siswi tersebut yang terlihat menebar pesona padanya.
"Itu kan lihat, bukan buat nyamperin aku" ucap Clarissa kemudian mengajak Nadin menuju parkiran.
Nadin merasa bingung dengan situasi saat ini. Ingin sekali rasanya dia membantu Bryan. Tapi juga bukan urusannya. Dia merasa yakin bahwa Bryan kesana untuk menemui Clarissa.
"Ya sudahlah" batin Nadin kemudian mengikuti Clarissa. Berjalan menjauh meninggalkan beberapa kerumunan siswa siswi itu.
Sesampainya di parkiran, Clarissa langsung disambut dengan senyuman 3 orang yang sangat dia kenal disana. Dia merasa sedikit canggung, namun karena Nadin yang berada disampingnya menggandengnya langsung saja menghilangkan perasaan canggung itu seketika.
"Hallo kak Alex, kak Mahen" ucap Nadin sambil tersenyum ramah pada mereka.
"Hallo adiknya Nathan" ucap Alex yang membuat Nadin cemberut seketika.
__ADS_1
"Nadin kak Nadin, udah berapa lama kita ketemu. Masih saja lupa nama aku" ucap Nadin.
"Perkara nama saja. Iya-iya, Nad..."ucap Alex.
"Nadiiinnnn" ucap Nadin sambil teriak di depan Alex.
"Naddddddd apa ya" ucap Alex mencoba menggoda Nadin.
"Isshhh, kak Nathan coba lihat, adikmu dinistakan" ucap Nadin sambil menggandeng tangan Nathan.
"peduli amat. Lu tadi nggak nyapa gw. Sekarang giliran gini malah ngadu kek gini" ucap Nathan.
"Ihh, sama saja. Ya sudah nanti aku bilang mama kalau kakak nanti mau keluar sama kak Sindi. Dipikir aku nggak tahu" ucap Nadin tidak mau kalah.
"Ehh astaga. Aku sampai lupa kalau mau jalan sama dia. Gw tinggal dulu ya guys" ucap Nathan kemudian pergi meninggalkan teman dan adeknya itu.
"Heh, aku pulang sama siapa kak?" Teriak Nadin.
"Lex, titip dia" ucap Nathan kemudian menghilang entah kemana.
"Ya ampun" ucap Alex sambil melihat Nadin yang saat ini malah sedang memasang wajah cemberut padanya.
"Pulang sendiri ya" ucap Alex pada Nadin.
"Kok tega" ucap Nadin sambil melihat ke arah Clarissa berharap mendapat bantuan.
Clarissa malah menatap ke arah Mahen untuk meminta bantuan.
"Lex, antar apa. Masak kamu tega lihat perempuan pulang sendiri" ucap Mahen.
"Iya kak" tambah Clarissa.
Alex dengan berat hati mengiyakan. Alex dan Nadin pun berangkat duluan.
"Jadi?" Tanya Clarissa.
__ADS_1
"Ayo naik" Ucap Mahen sambil mengulurkan helm pada Clarissa.
-Bersambung-