Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Ke arah jam 12


__ADS_3

"Hallo semuanya" ucap Nadin yang tiba-tiba datang di antara mereka.


"Kak Alex apa kabar?" tanya Nadin.


"Lu lihat saja sendiri" ucap Alex yang membuat Nadin mencibir mulutnya.


"Ishh dasar memang" ucap Nadin.


"Oya kak Mahen. Tahu nggak? Clarissa sekarang sekolah di mana" ucap Nadin.


Mahen seketika langsung sadar jika dia tidak pernah menanyakan perkara hal itu. karena dia terlalu sibuk bekerja.


"Dimana?" Tanya Mahen.


Nadin langsung tersenyum.


"Di Mandala internasional school" ucap Nadin.


"Owhh" ucap Mahen. Dalam hati dia bersyukur karena Clarissa masih sekolah di Indonesia.


"Tahu nggak kak? Itu sekolah kak Mark" ucap Nadin yang membuat Mahen langsung menarik lagi ucapannya.


"Bagaimana bisa?" Tanya Mahen spontan.


"Entahlah. Katanya sih itu sekolah pilihan papanya" ucap Nadin.


Mahen mengepal tangannya kesal. Dia sudah membayangkan yang tidak-tidak sekarang.


"Tenang bro. Clarissa tidak akan melakukan apa-apa. Lagian dia kesana buat sekolah bukan buat ngapa-ngapain" ucap Bryan.


"Ngapa-ngapain apa maksud mu?" Ucap Mahen. Entah kenapa pikirannya sekarang semakin buruk.

__ADS_1


Dia langsung menekan nomor seseorang disana kemudian menelponnya.


"Hallo, kamu dimana?" Tanya Mahen.


"Langsung di telpon bro. Segitunya takut belahan jiwanya diambil orang" ucap Alex.


Namun Mahen hanya mengabaikannya. Yang ada dalam pikirannya sekarang hanya memastikan jika Clarissa tidak sedang bersama dengan Mark.


"Kepo. Ngapain kakak harus tahu" ucap Clarissa karena masih kesal dengan Mahen.


"Caaa, dimana?" Tanya Mahen lagi. Sedangkan saat ini Nadin hanya tersenyum bahagia karena rencana nya berhasil.


"Di sekolah lah kak" ucap Clarissa.


"Sama siapa?" Tanya Mahen lagi.


"Sendiri kak" ucap Clarissa


"Iya-iya" ucap Clarissa malas.


"Ca, kakak serius" ucap Mahen.


"Terserah Clarissa sih kak. Kakak saja mau nikah sama cewek lain. Kenapa Clarissa nggak boleh dekat sama cowok. Egois banget" ucap Clarissa kemudian mematikan telponnya.


Mahen lupa jika tadi malam dia sudah mengerjai Clarissa dan belum menjelaskan yang sebenarnya padanya. Bagaimana bisa Clarissa begitu polos hingga dia tidak sadar orang yang dia maksud adalah dirinya sendiri.


"Bro, aku ke Mandala dulu" ucap Mahen kemudian bangkit dari duduknya.


"Hey" belum Alex menyelesaikan ucapannya Mahen sudah tidak terlihat.


"Cinta bener-bener membuat orang tidak bisa berpikir logis" ucap Alex.

__ADS_1


Disisi lain, Clarissa tidak mood lagi membaca buku di depannya karena telpon dari Mahen tadi. Dia memilih keluar kelas untuk mencari udara segar.


"Ca" panggil seseorang yang membuat Clarissa langsung menoleh. Ternyata dia adalah Mark dan Li yang sedang berjalan berdua.


"Kak Mark" ucap Clarissa. Mark terlihat berlari menghampirinya. Hal itu tentu saja tidak lepas dari tatapan tidak suka dari beberapa siswa disana. Terutama kakak kelas. Bagaimana tidak, Clarissa yang anak baru bisa begitu dekatnya dengan Mark sang idola sekolah.


Clarissa yang sudah biasa menghadapi orang-orang seperti itu lebih memilih mengabaikannya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Mark.


"Nggak tahu kak. Lagi cari udara segar saja ini" ucap Clarissa.


"Ada-ada saja kamu. Kalau Cari udara segar ya di taman" ucap Mark.


"Hehe, kak Mark mau tanding basket ya?" Tanya Clarissa saat melihat penampilan Mark yang sudah lengkap dengan pakaian khas pemain basket.


"Iya nih. Nonton yuk" ucap Mark.


"Emang tandingnya kapan?" Tanya Clarissa lagi.


"Belum tanding sih. Masih latihan dulu buat tanding Minggu depan. Sebelum kelulusan sebagai kenang-kenangan saja" ucap Mark. Clarissa hanya mengangguk tanda mengerti.


Hingga "Drrttt" hp nya berbunyi lagi.


"Hallo" ucap Clarissa.


"Lihat ke arah jam 12" ucap seseorang di telpon.


Clarissa langsung mengikuti perkataan orang tersebut. Dan betapa kagetnya dia saat melihat seseorang tengah berdiri disana sambil menatapnya tajam.


-Bersambung-?

__ADS_1


__ADS_2