
Hari ini, Clarissa sudah bersiap-siap dengan ransel besar di punggungnya.
Dia langsung ke kamar mamanya untuk meminta izin pergi.
"Ma, Caca mau berangkat dulu ya" ucap Clarissa kemudian mencium tangan Kirana.
"Hati-hati sayang. Inget kabarin mama" ucap Kirana.
Kirana masih merasa lemas setelah kejadian mogok makan kemarin. Setelah Clarissa sampai di rumah. Dia langsung mau makan dan tentunya disuapi oleh Clarissa.
"Siap Mama. Ingat harus makan" ucap Clarissa kemudian mencium pipi mamanya dan pergi.
Dia tidak menemukan papanya disana. Dia juga masih malas jika harus bertemu papa nya.
Dia tidak ingin merusak mood paginya. Karena dia benar-benar ingin refreshing sekarang.
"Ma, bilang sama papa nanti Clarissa izin pergi ke kemah ya" ucap Clarissa. Walaupun kesal tentunya dia masih ingi berbakti dengan meminta izin pada papanya.
"Iya, hati-hati. Jangan lupa sarapan" ucap Kirana.
"Mama tuh yang jangan lupa sarapan" ucap Clarissa kemudian menghilang dari pandangan Kirana saat ini.
Clarissa mengambil kunci mobilnya kemudian berangkat. Tidak lupa dia menelpon Nadin.
"OTW" ucap Clarissa kemudian mematikan telpon setelah ucapan iya keluar dari Nadin.
"Hmm, males banget deh harus ketemu sama dua nenek lampir itu" ucap Clarissa saat mengingat Mia dan Sindi juga ikut nanti.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Nadin. Terlihat beberapa mobil berjejeran di sana.
"Oke, mereka sudah Dateng, huftt" ucap Clarissa mencoba menguatkan diri. Dia sangat males jika berurusan dengan banyak drama nanti di dalam sana. Apa lagi jika drama nya dengan nenek-nenek lampir menyebalkan.
"Assalamualaikum" ucap Clarissa saat sampai di depan pintu Nadin.
"Waalaikummussalam, masuk saja Ca. Kayak tamu dari mana saja. Langsung ke atas saja. Nadin disana" ucap Nanda.
"Siap Tante" ucap Clarissa kemudian langsung naik.
Samar-samar terdengar suara tertawa dari perempuan jadi-jadian itu.
Dia pun memilih menaiki tangga dengan santai. Mencoba mengulur waktu saja.
"Hey Ca" ucap Nadin saat melihat Clarissa. Nadin terlihat duduk sendiri sambil bermain dengan Hpnya.
Yups, Sindi sedang bergelayut manja di samping Nathan. Sedangkan Mia bergelayut manja di samping Mahen. Alex dan Bryan sedang sibuk memperhatikan dua temannya.
Melihat kedatangan Clarissa sontak membuat semua orang yang ada di sana menengok ke arahnya.
Clarissa hanya tersenyum kemudian duduk di samping Nadin.
"Udah Dateng si tuan putri. Lama banget dandannya" ucap Sindi.
Clarissa hanya diam saja, dia memilih memperhatikan tangan Mia yang saat ini menggandeng Mahen.
Mahen yang sadar Arah tatapan Clarissa langsung melepaskan rangkulan tangan Mia.
__ADS_1
"Padahal bisa nolak dari tadi" ucap Clarissa pelan. Namun tentunya masih terdengar jelas oleh Nadin yang ada di sampingnya.
"Kak Mahen udah coba lepas dari tadi Ca. Tapi itu nenek lampir saja yang tidak tahu malu" bisik Nadin.
Clarissa hanya mengangguk malas. Dia sedang malas mengurusi perasaannya. Tadi malam dia tidak tidur karena harus packing dan menemani mamanya tidur.
"Nah karena semuanya sudah kumpul. Sekarang kita langsung berangkat saja gimana?" Tanya Alex yang langsung disetujui oleh semuanya.
Mereka langsung berangkat membawa barang bawaan masing-masing.
"Ca aku bawain ya" tawar Bryan.
"Nggak apa-apa kak. Caca bisa sendiri kok" ucap Clarissa menolak. Namun Bryan bersikeras sehingga Clarissa tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujuinya.
"Kita pakai mobil dua saja ya. Dalam satu mobil dua cewek dua cowok" ucap Nathan.
"Clarissa, Mia, Bryan dan Mahen satu mobil. Sisanya ikut aku" ucap Nathan.
"Lah, nggak bisa gitu kak. Aku sama Clarissa " protes Nadin.
"Tidak ada protes-protes. Ayo naik. Kalau nggak, nggak usah ikut" ucap Nathan yang membuat Nadin langsung cemberut.
"Hmmm, kenapa harus sama dia sih" batin Clarissa sambil melihat sinis pada Mia yang saat ini berdiri di samping Mahen.
Mahen melihat Clarissa. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.
-Bersambung-
__ADS_1