
"Kak Mahen? Ngapain disini?" Batin Clarissa.
Mark melihat ke arah tatapan Clarissa. Dia pun melambaikan tangan pada Mahen.
"Kamu tega melihatku berdiri disini lama?" Tanya Mahen dari telpon.
"Kakak Ngapain sih disini"? Tanya Clarissa.
"Ya mau lihat kamu lah" ucap Mahen.
"Aku masih kesel sama kakak" ucap Clarissa.
"iya iya maaf sama yang semalam. sekarang kakak jelaskan. sekarang kamu ke sini ya panas nih Ca" ucap Mahen.
Clarissa pun langsung menghampiri Mahen dan Mark juga mengikutinya.
"kak mark tunggu di sini bentar ya" ucap Clarissa.
Mark pun diam kemudian melihat Clarissa yang mulai menjauh.
"Kakak kenapa berdiri di sini kenapa nggak masuk saja" ucap Clarissa karena melihat cuaca di sana juga panas dan Mahen berdiri di tempat yang tidak teduh.
"ini bukan sekolahku Ca" ucap Mahen yang membuat Clarissa langsung ter sadar bahwa mereka sudah beda sekolah ya. Walaupun memang sudah dulu sih ya. Tapi namanya juga lupa.
"oh ya maaf Kak, Caca lupa. jadi?" Tanya Clarissa.
"ikut aku bentar" Ucap Mahen kemudian menarik tangan Clarissa.
"Kak Clarissa harus sekolah" ucap Clarissa.
"Tenang saja. Sekali bolos tidak akan membuatmu tidak naik kelas" ucap Mahen.
"Nanti papa marah kak" ucap Clarissa lagi.
Mahen langsung berhenti. dia sadar bahwa dia harus mendapatkan hati papa Clarissa. jadi dia melepaskan tangan Clarissa.
__ADS_1
"ya sudah begini saja nanti Kakak jemput aja ya di sini. Kakak mau ajak kamu ke suatu tempat. Sekalian mau jelasin yang tadi malam. Satu pesan kakak jangan dekat-dekat sama Mark" ucap Mahen.
"Iya. Kak Mark cuma teman Clarissa. Kak Mahen nggak usah terlalu cemas. Kak Mahen juga sebaiknya tinggalkan perempuan itu" ucap Clarissa.
"Perempuan yang mana?" tanya Mahen kembali.
"Perempuan yang mau kakak nikahi lah. Ya sudah Clarissa masuk dulu mood Clarissa jelek deh jadinya karena bahas perempuan itu" ucap Clarissa kemudian masuk meninggalkan Mahen.
Mahen hanya terpaku memandang Clarissa yang sudah menjauh. dia hanya menggeleng menatap kepergian ke Clarissa.
"Dia semakin cantik saat cemburu" ucap Mahen sambil tersenyum.
***
Saat ini Mahen sedang duduk di motornya menunggu Clarissa.
Setelah beberapa lama menunggu. Mahen akhirnya melihat Clarissa keluar dari gerbang.
Dia tidak sendiri. Dia bersama dengan Mark dan Li di sampingnya. Lagi-lagi Clarissa mengobrol dengan Mark sambil tersenyum.
"Aku sudah bilang padanya untuk jangan dekat-dekat" batin Mahen sambil mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia benar-benar kesal, tapi sangat tidak mungkin jika dia melampiaskannya di tempat ramai.
"Sudah senyum-senyumnya?" Tanya Mahen.
"Sudah" ucap Clarissa datar.
"Rupanya dia masih marah" batin Mahen.
"Ayo naik" Ucap Mahen tidak mau memperpanjang masalah. Dia tidak ingin jika rencana gagal. Jadi dia coba meredakan emosi nya.
Clarissa pun naik kemudian memasang helm di kepalanya.
Walaupun dia masih sangat kesal pada Mahen. Namun dia tidak bisa marah terlalu lama. Jadi dia hanya bisa diam dan menurut.
"Kita berangkat ya" ucap Mahen.
__ADS_1
"Hmmm" Clarissa hanya berdehem kemudian memegang tas Mahen sebagai pegangan.
"Pegangan yang erat Ca" ucap Mahen.
Clarissa diam saja, kemudian tangannya Mahen terulur mengambil tangan Clarissa kemudian melingkarinya pada perutnya.
"Udah, ayo" ucap Mahen. Clarissa hanya diam saja. Sedangkan Mahen saat ini sedang menahan detak jantungnya.
Entahlah dia lupa kapan terakhir kalinya dia berada pada posisi seperti ini dengan Clarissa. Dan dia sangat merindukannya, sangat-sangat merindukannya.
Ternyata benar, dibalik kesedihan itu akan ada kebahagiaan di dalam. Tapi dia juga tidak bisa memungkiri bahwa pasti akan ada banyak hal yang harus dia hadapi bersama dengan Clarissa ke depannya. Tidak selamanya kebahagiaan itu bersama kita.
Tapi jika selama dengan Clarissa. Mahen rela menghadapi masalah sebesar apapun itu.
Hingga mereka pun tiba di sebuah tempat.
Mereka sampai sebuah cafe. Namun letak cafe itu cukup tinggi. Sehingga dari cafe itu kamu bisa melihat banyak bangun di bawahnya.
"Wah, bagus kak" ucap Clarissa menatap takjub ke arah jajaran rumah dan pepohonan yang membentuk pola yang sangat indah menurutnya.
"Syukurlah kalau kamu suka" ucap Mahen.
"Suka banget kak" ucap Clarissa dengan senyum yang mengembang.
"Pemandangan yang sangat indah" ucap Mahen.
"Iya indah banget" ucap Clarissa sambil tersenyum melihat indahnya ciptaan sang maha kuasa.
"Ya, indah banget" ucap Mahen. Namun matanya masih terarah memandang Clarissa.
Clarissa yang tersadar sedang dipandangi oleh Mahen dalam jarak dekat langsung menengok.
"Jangan lihat kayak gitu. Nanti makin jatuh cinta" ucap Clarissa sambil menatap Mahen.
"Itu yang aku mau" ucap Mahen.
__ADS_1
"Deg" jantung Clarissa berdetak semakin cepat.
-bersambung-