Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Pulang


__ADS_3

4 pemuda tampan tengah menjadi perbincangan di cafe Cemara. Daya tarik mereka memikat para wanita disana.


Tidak ada satu pun yang fokus makan. Pandangan mereka terarah pada pintu masak. Tempat berdirinya keempat wanita tampan dengan style casual.


"Duduk disana saja" tunjuk Nathan kemudian berjalan ke arah meja yang dimaksud. Dan ketiganya pun mengikuti arah gerakan kaki Nathan.


Setelah mereka mengambil tempat duduk. Seorang waiters wanita berpakaian cukup minim , berjalan melambai mendekati mereka sambil membawa daftar menu.


"Ish, Udah males gw. Lu aja yang pesen Tan" ucap Alex kemudian mengeluarkan Hpnya. berpura-pura memainkan Hpnya. Begitupun dengan Bryan dan Mahen, mereka mencari kesibukan yang lain.


Mereka memang sangat malas berurusan dengan wanita sok sexy dan kecentilan.


"Hallo ganteng, ini daftar menunya ya. Silahkan mau pesan apa" ucap Waiter itu dengan suara yang sangat manja. Bukannya malah menarik, mereka malah merasa jijik mendengarnya.


"Baik terima kasih" ucap Nathan kemudian mengambil daftar menunya dengan ramah.


"Sama-sama ganteng" ucapnya lagi. Nathan hanya membalas dengan senyuman. Namun hal itu sontak membuat para wanita disana berteriak histeris.


Nathan tidak memperdulikannya. Dia pun fokus membaca beberapa menu disana. Kemudian mulai menyebut kan pesanannya dan pesanan ketiga temannya.


"Baik, kami catat ya. Silahkan ditunggu" ucap Waiter itu manja kemudian pergi meninggalkan meja mereka.


"Males banget" ucap Bryan.

__ADS_1


"Oya, jadi bagaimana rencana kalian?" Tanya Alex.


Mereka pun mulai berbicara serius.


"Jadi kapan kita mulai?" ucap Nathan.


"Tentu saja secepatnya" ucap Bryan dan Alex serempak. Mahen hanya diam sambil menimbang-nimbang kesepakatan mereka.


***


Yups, pagi ini Clarissa sudah rapi dengan gaun warna ungu selutut sambil menarik koper miliknya. Dia menyusuri bandara Soekarno Hatta seorang diri.


"Akhirnya" ucap Clarissa sambil menghirup udara Jakarta yang sangat dia rindukan. Matanya bergerak kesana kemari berusaha mencari seseorang. Hingga dia melihat seseorang sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum padanya.


Pelukan yang sangat erat sebagai bukti rasa rindu yang selama ini dia tahan. Rindu pada wanita cantik yang telah melahirkannya dan merawatnya sampai sebesar ini.


"Clarissa kangen banget sama Mama. Kenapa sih mama nggak pernah mengunjungi Clarissa. Padahal deket loh" ucap Clarissa sambil menatap Mamanya kesal.


"Mama juga kangen banget sama kamu. Kamu tahu sendiri kan bagaimana papa. Papa ingin kamu fokus belajar disana sayang. Dan mama tidak bisa berbuat apapun" ucap Kirana sambil mencubit hidung anaknya gemas.


"Hmm, ya deh iya. Aku kangen banget sama Mama. Huhu" ucap Clarissa kemudian mempererat pelukannya pada Kirana.


Kirana hanya menggeleng melihat tingkat anak satu-satunya ini.

__ADS_1


"Kamu nggak kangen sama papa" ucap seseorang yang membuat Clarissa tersadar bahwa tidak hanya ada mamanya disana.


"Astaga, papa" ucap Clarissa kemudian berganti memeluk Papanya.


"Caca kangen banget sama papa juga" ucap Clarissa. Syam tersenyum sambil membalas pelukan anaknya. Pelukan seorang papa yang begitu merindukan anaknya.


Sudah setahun dia tidak bertemu dengan anaknya, tapi kenapa rasanya sudah lama sekali Clarissa pergi. Mungkin karena rasa rindu dan sayang seorang papa yang begitu besar pada anaknya.


"Nanti lagi pelukannya ya. Sekarang kita pulak dulu. Mama sudah membuatkan makanan kesukaanmu. Mama yakin kamu pasti belum sarapan" ucap Kirana yang langsung dibalas anggukan oleh Clarissa.


"Mama tahu saja, ya udah ayo" ucap Clarissa merasa tidak sabaran untuk sampai di rumahnya.


Dia begitu merindukan rumah yang sudah dia tempati selama 16 tahun itu, dan harus dia tinggalkan selama setahun.


Selama di perjalanan, Clarissa terus mengoceh seperti anak kecil. Menceritakan perjalanannya selama satu tahun, bertemu dengan teman-teman baru disana.


Hingga dia teringat sesuatu, kemudian mengambil hpnya. Memencet nama seseorang disana dan mulai menekan panggilan telpon.


"Kamu telpon siapa sayang?" Tanya Kirana.


"Nadin Ma, katanya dia kerumah hari ini" ucap Clarissa sambil meletakkan HPnya ditelingannya. Lama dia menunggu namun tidak ada jawaban.


"Bukannya Nadin masih di sekolah. Ini masih jam 9 sayang. Siapa tahu Nadin lagi di kelas" ucap Kirana yang membuat Clarissa tersadar kemudian langsung mematikan telpon dan mulai mengetikkan pesan untuk Nadin.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2