Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
I will


__ADS_3

Mahen berlutut di depan Clarissa. Clarissa mulai bingung dengan sikap Mahen. Dia ingin meminta Mahen berdiri, Namun Mahen menolak.


Mahen mengambil sesuatu dari kantong nya. Dia pun langsung mengeluarkan sebuah kotak cincin di tangannya.


Dia membuka kotak tersebut kemudian memperlihatkannya pada Clarissa. Mengangkatnya hingga bisa dilihat jelas oleh Clarissa.


Sebuah cincin yang sangat indah, Dengan permata di tengah-tengahnya.


"Apakah hadiahnya cincin? Tapi bukannya kak Mahen sudah memberikan cincin kemarin" batin Clarissa.


Jantungnya mulai berdebar kencang, pikirannya mulai kesana kemari.


"Apa kak Mahen sedang melamarku sekarang. Ahh tidak mungkin" batin Clarissa mencoba menepis semua pikiran tersebut.


"Ca, Aku tidak mampu merangkai kata, yang aku tahu, hariku terasa kosong saat tidak ada kamu di sampingku. Di pikiranku hanya kamu Setiap harinya. Aku tidak bisa membayangkan jika harus jauh dari mu Ca. Sepertinya aku sudah menemukan cintaku. Dan cintaku itu kamu. So, Will you marry me?" ucap Mahen yang membuat Clarissa langsung terkejut dibuatnya.


"Deg" ternyata feeling ya bener. Tapi bagaimana bisa dia dilamar dalam kondisi seperti ini. Dalam kondisi kucel dan baru bangun. Rasanya dia sangat kesal sekarang. Tapi bagaimana mungkin dia mempermasalahkan hal ini saat di posisi seperti ini.


Dia tidak mampu berkata-kata, hanya bisa menutup mulutnya yang mungkin sudah menganga sekarang.


Dia tidak pernah berekpektasi tinggi jika akan datang hari ini. Hari dimana dia berdiri dan seorang laki-laki berlutut di depannya.


"Kak Ini serius?" ucap Clarissa lagi.


Mahen tersenyum dan mengangguk.


"Aku tidak pernah seserius ini Ca" ucap Mahen.


Clarissa terdiam sebentar kemudian mengangguk.

__ADS_1


"So?" Ucap Mahen kembali.


"I Will" ucap Clarissa yang membuat semua orang disana langsung bersorak gembira.


Mahen langsung berdiri kembali dan memakaikan cincin itu di jari manis Clarissa. Sekarang ada dua cincin yang tersemat di jari manisnya.


Mahen langsung memeluk Clarissa erat. Begitu juga dengan Clarissa. Semua nya terasa lega sekarang untuk Mahen. Tapi sepertinya belum, masih ada banyak tantangan yang akan mengikuti kisah cinta mereka.


"Terima kasih Ca. Terima kasih" ucap Mahen.


"Aku sayang kak Mahen" ucap Clarissa kemudian mempererat pelukannya. Rasanya dia bener-bener ingin menangis sekarang.


"Cieee ciee" ucap Nadin sambil mencolek Clarissa.


Clarissa hanya tersenyum. Dia pun melepaskan pelukannya pada Mahen. Dia beralih memeluk Nadin.


"Thanks ya Nad" ucap Clarissa.


"Makasi karena udah buat aku kesel dan jantungan hari ini" ucap Clarissa yang membuat Nadin langsung tertawa.


"Sama-sama loh. Btw, ada yang mau jadi istri muda ini" ucap Nadin sambil mencolek Clarissa.


Clarissa hanya tersenyum.


"Kamu mau juga nggak Nad. Biar nanti kakak lamar kamu juga" ucap Alex yang membuat Nathan langsung menyikut perut sahabatnya.


"Gila saja loh. Jangan macam-macam ya" ucap Nathan yang membuat Nathan dan yang lainnya langsung tertawa.


Berbeda dengan Nadin yang saat ini malah melihat Alex dalam diam. Melihat dirinya ditatap seperti oleh Nadin, Alex langsung mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Nadin langsung menghadap lain.


"Oke, sekarang kita potong kuenya ya" ucap Bryan menghentikan semua drama yang ada disana.


"Ide bagus" ucap Nathan.


"Ayo Ca" ucap Nadin kemudian meletakkan kue itu di meja.


Potongan pertama, Clarissa berikan pada Mahen.


"Aaa" ucap Clarissa sambil menjulurkan potongan kue ke mulut Mahen.


Mahen menurut saja kemudian melahapnya.


Setelah itu, Clarissa membagikan potongan kue lainnya kepada yang lainnya.


Lagi-lagi Mahen mendekati Clarissa kemudian memeluk pinggangnya.


"Belum halal woy" ucap Alex.


"Sirik saja loh" ucap Mahen yang membuat Alex hanya cemberut.


Disisi lain, terlihat seseorang laki-laki paruh baya tengah melihat ke arah mereka dengan tatapan yang begitu kesal.


"Rasanya aku ingin mencincang mereka berdua" ucap Laki-laki tersebut sambil tersenyum menyeramkan.


"Sabar bos. Kita pasti akan mendapatkan mereka. Penjagaan orang tua mereka sangat ketat. Masih sangat sulit untuk menaklukannya. Kita tunggu waktu yang tepat. Pasti ada waktu mereka akan lengah" ucap seorang laki-laki berkaca mata di sebelahnya.


"Aku sungguh tidak sabar menanti waktu itu datang" ucapnya sambil memainkan pisau di tangannya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2