Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Sayang


__ADS_3

Hari ini Clarissa sudah boleh pulang. Mahen pagi-pagi sekali sudah berada di rumah sakit karena akan mengantar Clarissa pulang.


Kirana saat ini sedang memasukkan beberapa barang bawaannya di tas.


"Mama kesini niat nemenin Caca atau pindahan? Barangnya bawaannya banget banget. Kalah loh Caca" ucap Clarissa.


"Mama kan Magul!" ucap Kirana.


"Magul?" Tanya Clarissa bingung. Begitu pun dengan Mahen yang juga tampak bingung.


"Mama Gaul. Itu saja kalian tidak tahu" ucap Kirana yang membuat Clarissa langsung tertawa dengan sangat keras.


"Ada-ada saja. Siapa yang ngajarin mama astaga" tanya Clarissa.


"Jangan salah, Mama ini kan punya komunitas ibu-ibu gaul" ucap Kirana sambil tersenyum bangga.


Clarissa langsung menutup wajahnya. Dia menyembunyikan wajahnya yang saat ini menahan tawa melihat tingkah mamanya.


"Udah lah, ayo cepat. Pak Tono pasti menunggu kita di bawah. Ayo cepat" ucap Kirana.


Mereka pun bergegas untuk turun.


"Ma, aku pulang sama kak Mahen ya. Kami mau ke rumah Nadin sebentar" ucap Clarissa.

__ADS_1


"Iya, ingat jangan lama-lama. Kamu perlu jaga kesehatan juga" ucap Kirana.


Clarissa mengacungkan jempolnya tanda setuju.


Clarissa dan Mahen langsung mengambil jalan berbeda dengan Kirana. Mereka ke tempat parkir sedangkan Kirana menuju ke lobi.


Saat di mobil hanya hening yang terdengar. Clarissa berinisiatif memulai pembicaraan. Dia sangat tahu jika pacarnya ini tidak mungkin akan memulai obrolan, mengingat sikap dinginnya.


"Kak, tahu nggak?" ucap Clarissa yang terlihat begitu antusias.


"Nggak" ucap Mahen sambil fokus menyetir.


"Kemarin kak Mark jengukin aku tahu. Terus dia bawa bunga buah kan ya. Eh malah dia yang habisin" ucap Clarissa sambil ketawa mengingat kejadian kemarin.


"Terus, dia juga bilang. Dia udah lama nggak makan buah. Makanya deh dia habisin. Tapi mama nggak percaya dong. Dia malah merebut buah itu dari kak Mark. Kata Mama pamali kalau makan makanan yang dibawa sendiri untuk diberikan ke orang lain. Emang bener ya kak?" ucap Clarissa lagi.


Mahen hanya diam saja, dia malah fokus menatap jalanan di depannya.


Clarissa menunggu respon dari Mahen. Tapi tidak kunjung ada respon dia memilih dia dan menatap jalanan di depan nya.


Dia sedikit kesal karena dikacangin, tapi dia positif thinking mungkin Mahen sedang fokus menyetir.


Setelah beberapa lama menyetir. Mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


Disana sudah ada beberapa mobil yang terparkir yang pasti milik Bryan dan Alex. Namun mereka tidak sadar jika ada satu mobil lainnya yang terparkir disana.


Dalam perjalanan masuk ke rumah Nadin, mereka hanya diam. Bukannya tidak ada percakapan. Tapi setiap Clarissa berbicara, Tidak ada tanggapan sama sekali.


Jadi Clarissa memilih diam saja, mungkin Mahen sedang tidak berada pada mood yang baik.


"Hallo kak" ucap Clarissa yang terlihat bersemangat saat bertemu dengan geng the king.


"Hallo Ca. Wah udah pulang Ca?" tanya Alex.


"Iya kak Alhamdulillah. Kak Nathan, Nadinnya ada?" Tanya Clarissa.


"Ada, dia lagi di kamarnya" ucap Nathan.


"Oke kak. Kak Mahen, aku ke Nadin dulu ya" izin Clarissa.


"Hmmm" ucap Mahen dengan muka datar.


Clarissa tidak mau mengambil pusing dengan perubahan sikap Mahen. Dia tidak mungkin kan ribut di depan banyak orang.


"Ya udah. Aku tinggal dulu ya kakak ku sayang. Jangan rindu" bisik Clarissa kemudian berlari menuju kamar Nadin.


Mendengar kalimat yang diucapkan Clarissa. Bulu kuduk Mahen langsung berdiri. Entahlah sekarang, dia hanya bisa terdiam dengan jantung yang berdetak tidak karuan.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2