Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Kejahilan Nadin


__ADS_3

"Ikut aku" ucap mahen sambil menarik tangan Clarissa keluar dari kelas.


"Hey, apa maksudmu?" ucap Clarissa sambil menarik tangannya. Namun melihat beberapa orang yang tengah menatapnya sekarang membuat nya terdiam. Dia tidak ingin mencari masalah dengan siswi-siswi di sekolahnya. Walaupun dia tahu dengan perlakuan mahen sekarang padanya tentu saja sudah membuat siswi disana naik darah.


Mereka pun sampai di salah satu sudut sekolah. Disana tidak ada orang, karena mahen juga sudah meminta siswa siswi disana untuk tidak mengikutinya.


Mahen menatap Clarissa lekat-lekat. Entah apa yang ada dipikiran nya sekarang.


"Kenapa kakak menatapku seperti itu?" ucap Clarissa dengan wajah santainya.


"Apa kau tidak mengenaliku?" Tanya mahen.


"Tentu saja aku kenal, siapa sih yang nggak kenal sama kak mahen, cowok paling populer di sekolah ini" ucap Clarissa yang membuat wajah mahen tampak kecewa.


"Bukan itu maksudku, apa kau tidak pernah merasa bertemu denganku sebelumnya?" Tanya mahen kembali. Entah kalimat apa yang diharapkan mahen untuk keluar dari mulut Clarissa saat ini.


"Hmm, kemarin saat menabrak kak Alex, sama pas dikantin kak?" Ucap Clarissa dengan polosnya. Namun lagi-lagi bukan jawaban itu yang diinginkan Mahen.


"Hmm, oke. Pergilah" ucap mahen sambil memalingkan wajahnya.


"Kak mahen nggak apa-apa? apa aku salah jawab kak?" Tanya Clarissa bingung.


Mahen menggeleng kemudian pergi meninggalkan Clarissa yang masih mematung.


Hal itu sontak membuat Clarissa semakin bingung. Dia merasa mahen adalah laki-laki aneh.


"Aneh" ucap Clarissa kemudian berlalu dari tempat itu menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas, Clarissa langsung di serbu oleh teman-temannya.


"Ca, kamu kenal kak mahen?" Tanya salah satu siswi.


"Kalian pacaran?"


"Tidak mungkin, atau saudara sepupu?"

__ADS_1


"Tapi tidak mirip, Ca kak mahen ngomong apa sama kamu?" pertanyaan bertubi-tubi ditanyakan oleh teman-teman Clarissa. Hal itu tentu saja membuat Clarissa begitu bingung menjawabnya. Bagaimana tidak, tadi dia sudah dibuat bingung dengan tingkah kak mahen, sekarang ditambah dengan pertanyaan teman-temannya.


"Pertanyaan kalian bisa satu-satu nggak sih, Clarissa jadi pusing ni, sudah-sudah kalian balik ke bangku kalian sana. Ribet banget ngurusin hidup orang" ucap Nadin yang langsung dibalas riuh protes dari teman-temannya. Namun tentu saja Nadin masa bodoh dengan itu semua.


"Makasi ya Din" ucap Clarissa.


"Kamu hutang cerita loh sama aku Ca" ucap Nadin Sambil tersenyum jahil pada Clarissa. Clarissa hanya mengangguk kemudian fokus kedepan karena guru tiba-tiba datang.


Disisi lain Bryan terlihat tidak bisa fokus memperhatikan penjelasan guru di depannya. Entah apa yang di pikirannya saat itu. Hanya dia yang tahu.


Bahkan sautan guru yang memintanya untuk maju tidak didengarnya.


"pokkk" kepala Bryan digetok Nathan dari belakang. Sontak membuatnya langsung menghadap belakang dan menatap Nathan dengan kesal.


"Apaa haa? itu buk Nana manggil kamu. Malah dicuekin" ucap Nathan sambil menunjuk ke arah depan.


Pandangan Bryan langsung beralih ke arah depan. Dilihatnya buk Nana yang saat ini menatapnya sambil melotot.


"Ibu manggil saya?" ucap Bryan dengan polosnya tanpa takut sama sekali.


"Iya, cepat kerjakan soal didepan. Kalau kamu tidak bisa. Keluar dari kelas ibu sekarang, ibu tidak terima siswa yang tidak memperhatikan penjelasan ibu ya" ucap buk Nana sambil menatap wajah Bryan kesal.


Dia pun mulai mengerjakan soal yang diberikan buk Nana. Tentunya dengan cepat dan tepat hingga membuat buk Nana hanya bisa menggeleng.


"Baiklah duduklah. Untuk kamu pintar" ucap Buk Nana kemudian melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda tadi.


Bryan memang terkenal sebagai salah satu siswa terpintar di sekolah itu. Begitupun juga dengan mahen dan Alex, berbeda halnya dengan Nathan yang memang cukup kurang di bidang akademik. Namun untuk urusan non akademik dia adalah pemenangnya.


"Untung kau pintar ya" ucap Nathan sambil menyenggol bangku Bryan dengan kakinya.


***


Sehabis pulang sekolah, Bryan langsung berpamitan pada ketiga sahabatnya.


"Kalian duluan saja ya. Aku mau jemput doi dulu" ucap Bryan sambil menepuk pundak Nathan dan yang lainnya.

__ADS_1


"Wah wah ada yang mau kencan ni. Pokoknya kalau kalian jadian, aku harus dapat PJ paling banyak" ucap Nathan.


"Tenang aja. Duluan ya" ucap Bryan kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.


Dia berjalan menuju ke kelas Clarissa yang sontak membuat perhatian siswi disana lagi-lagi diambil alih.


"Kak Bryan" teriak Siswi-siswi disana histeris. Beberapa siswi terlihat senyum malu-malu, merasa bahwa Bryan datang untuknya.


Seperti biasa, Bryan hanya menyikapi mereka dengan dingin sambil terus berjalan menuju kelas Clarissa. Hingga Clarissa terlihat keluar dari kelasnya bersama dengan Nadin disampingnya.


Melihat Bryan yang berjalan ke arah mereka tentu saja membuat Nadin langsung histeris.


"Wah wah, kak Bryan Ca, kak Bryan. Sepertinya dia akan kesini" ucap Nadin. Namun Clarissa malah bertingkah sebaliknya, dia malah mengalihkan wajahnya.


"Aduh, aku lupa kalau aku ada janji makan siang dengannya. Kenapa pakai jemput segala sih" ucap Clarissa.


"Ca" ucap Bryan saat sudah di depan Clarissa.


"Heh, iya kak" ucap Clarissa kikuk.


"Kamu tidak lupa dengan janji kita kan?" Ucap Bryan.


Clarissa menatap Nadin, dia ingin mencari alasan agar bisa membatalkan rencana makan siang bersama itu. Namun Nadin langsung mendorong Clarissa hingga membuatnya hampir terjatuh kepelukan Bryan. Beruntung Clarissa bisa menahan dirinya.


"Hehe, sorry Ca. sana dah. Kelamaan mikir. Bukannya kamu memang ada janji sama kak Bryan. Tenang saja, nanti aku pulang sama kak Nathan kok" ucap Nadin Sambil tersenyum melihat temennya yang baru dia kenal beberapa hari itu.


"Astaga, baru saja aku ingin membuat alasan. Apa dia bisa membaca pikiranku" bathin Clarissa sambil menatap Nadin kesal. Namun Nadin hanya tersenyum sambil memandang Clarissa yang terlihat malas banget.


"Oke deh Din. Aku pinjam dulu temanmu ya" ucap Bryan sambil tersenyum yang membuat Clarissa menatap Bryan terkejut.


"Aduh, senyum nya kak Bryan bikin aku meleleh. Pinjam aja kak, nggak dibalikin juga nggak apa-apa" ucap Nadin Sambil tersenyum jahil pada Clarissa.


"Nadddiiinnn" ucap Clarissa seperti menahan kejengkelan.


"Ya udah ya kak, Ca, aku cari kak Nathan dulu. Have fun ya kalian" ucap Nadin kemudian meninggalkan mereka sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Yaa udah ayo" ucap Bryan pada Clarissa yang langsung dibalas anggukan oleh Clarissa.


-Bersambung-


__ADS_2