
"Ca, dicariin kak Mahen tu" ucap Nadin sambil membawa beberapa Snack untuk Clarissa. Mereka saat ini sedang di kelas.
Clarissa sengaja tidak ke kantin untuk menghindari Mahen. Dia masih malu karena kejadian kemarin.
"Masak?" ucap Clarissa dengan wajah yang begitu terkejut.
Nadin hanya mengangguk kemudian memilih duduk di samping Clarissa sambil memakan jajan yang baru dia beli.
Clarissa langsung saja menunduk dan bersembunyi di bawah kursi untuk menghindari Mahen.
"Temui gihh, kak Mahen di luar tuh" ucap Nadin.
"Bilang saja aku nggak ada" ucap Clarissa.
"Aku udah bilang kamu di kelas Ca. Sana selesaiin masalah mu. Sampai kapan kamu kayak gini terus. Inget umur Ca. Nangis itu hal yang wajar loh" ucap Nadin.
Clarissa langsung sadar bahwa apa yang dia lakukan ini salah. Dia pun bangun dan memilih untuk menemui kak Mahen.
"Baiklah, aku akan menemui kak Mahen. Aku berani dan aku pasti bisa" ucap Clarissa sambil merapikan baju seragamnya.
"Nah gitu dong, semangat" ucap Nadin sambil mengangkat tangannya.
Clarissa pun keluar untuk menemui Mahen.
Di depan kelas terlihat sepi. Mahen disana duduk sendiri sambil membawa sebuah plastik.
"Kak Mahen" ucap Clarissa pelan.
Mahen langsung saja tersenyum dan bangun dari duduknya.
"Kamu pasti belum makan, ini makan dulu" ucap Mahen sambil menyerahkan plastik yang dia bawa.
__ADS_1
"Tadi udah nitip sama Nadin kak" ucap Clarissa menolak.
"Ambil saja biar kamu makin imut. Apa perlu aku siapin?" ucap Mahen sambil mencubit pipi Clarissa gemas.
"Kakk" ucap Clarissa sambil melihat ke Kiran dan kanan. Beruntung sepi saat itu jadi tidak ada yang melihat dan tidak akan ada ocehan dari siswa lainnya.
"Makanya terima ini" ucap Mahen.
Clarissa pun dengan berat hati mengambil plastik yang berisi makanan itu.
"Makasi kak" ucap Clarissa sambil menunduk.
Mahen pun langsung duduk di bangku kembali.
"Sama-sama. Sini duduk dulu. Nggak baik ngomong sambil berdiri" ucap Mahen.
Clarissa ragu namun akhirnya dia tidak menolak. Dia duduk di samping Mahen.
"Kak, aku boleh minta tolong?" tanya Clarissa.
"Hmm" ucap Mahen.
"Lupain masalah kemarin" ucap Clarissa, Mahen tersenyum kemudian mengangguk.
"Makasi kak" ucap Clarissa.
"Hmm" balas Mahen.
"Oya kak, untuk beberapa hari aku tidak bisa ke basecamp dulu" ucap Clarissa lagi. Mahen hanya diam.
Clarissa pun hanya diam, dia bingung harus merespon seperti apa.
__ADS_1
"Oke, nanti beritahu aku jika kau ingin kesana. Aku pergi dulu ya. Ingat makan dulu" ucap Mahen sambil mengacak rambut Clarissa gemas.
"Eh, i-iya kak" ucap Clarissa gugup. Lagi-lagi jantungnya berdetak tidak karuan.
Clarissa pun hanya bisa diam sambil melihat Mahen yang sudah mulai menjauh.
Dia masih bingung akan reaksi Mahen.
"Dia bahkan tidak tanya kenapa" batin Clarissa.
Dia merasa sedikit kecewa akan respond Mahen. Tapi dia juga sadar bahwa dia bukan orang yang penting. Jadi untuk apa Mahen bertanya
"Huhh" teriak Clarissa kemudian masuk ke kelasnya.
"Sudah?" Tanya Nadin saat Clarissa sudah duduk di bangkunya.
Nadin terlihat begitu antusias mendengar cerita teman terdekatnya itu.
"Sudah, dia ingin memberikan ini" ucap Clarissa sambil menunjukkan plastik tadi.
"Terus-terus?" Tanya Nadin lagi.
"Tidak ada terusannya" ucap Clarissa dengan wajah yang terlihat sedih.
"Lah terus kenapa wajahmu seperti itu? Kamu kecewa ya? Wah-wah ada yang sedih nih karena nggak diperhatiin kak Mahen" ejek Nadin.
"Heh apaan sih. Orang cuma temen saja" ucap Clarissa.
"Lah emang aku udah bilang kamu pacarnya kak Mahen. Atau emang jangan-jangan ngarep nih. Cieee" ucap Nadin lagi.
Dia tidak henti-hentinya menggoda Clarissa hingga bel masuk pun berbunyi.
__ADS_1
-Bersambung-