
"eh maaf"ucap Clarissa saat dia menyadari telah menabrak seseorang.
namun laki-laki yang ditabraknya hanya diam saja dia memandang Clarissa dengan tatapan dinginnya. hal ini tentu saja membuat Clarissa langsung tertunduk. dia sangat merasa bersalah karena kecerobohannya.
dia berlari untuk menghindari kejaran Nadine. eh tiba-tiba dia malah menabrak Mahen.
"maaf ya kak aku benar-benar tidak sengaja"ucap Clarissa sambil tertunduk.
main diam saja kemudian malah berjalan melewati Clarissa dan melanjutkan niatnya untuk pergi ke toilet.
sontak hal itu membuat Carissa sangat kesal. dia memandang punggung mahen yang berlalu pergi meninggalkannya dengan wajah yang sangat kesal.
"hei kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" tanya Nadin dengan nafas ngos-ngosan.
"aku kesal sekali dengan kak mahen. sok kegantengan sekali. masa aku minta maaf diabaikan" ucap Clarissa dengan wajah kesal.
"hei. apa yang telah terjadi? apa yang aku lewatkan?" tanya Nadin dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.
Clarissa langsung menceritakan semuanya dengan wajah yang sangat serius mulai dari dia menabrak mahen sampai sikap mahen yang begitu dingin kepadanya.
"hahaha oh jadi begitu ceritanya. bagaimana bisa kamu menebak laki-laki famous paling terkenal di sekolah kita. Kamu sangat beruntung ca" ucap Nadine sambil tersenyum bangga.
__ADS_1
"hei bagaimana bisa menabrak laki-laki itu jadi sangat beruntung. aku disuruh bertemu lagi dengannya saja aku tidak mau." ucap Clarissa dengan wajah yang masih kesal.
"awas loh Cha, jangan terlalu benci seseorang yang seperti itu, nanti kamu malah suka sama dia" ucap Nadine. hal ini tentunya membuat Clarissa semakin kesal.
"amit-amit aku suka sama laki-laki seperti itu. ngomong sama kamu bikin naik darah saja. aku ke toilet dulu" ucap Clarisa kemudian pergi meninggalkan Nadine sendiri. Nadine hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"aw" Triak Clarissa saat seseorang tiba-tiba menabrak tubuhnya. dia memegang lengannya yang terasa sakit.
"astaga maaf maaf" ucap seseorang yang menabrak Clarissa.
"apakah ini yang dinamakan dengan karma. cepat sekali aku kena karmanya" batin Clarissa sambil memegang lengannya yang masih terasa sakit.
"kak Bryan" ucap Clarissa.
"kakak tahu namaku"ucap Clarissa tidak percaya.
"hahaha ya iyalah ca. kita kan sebelumnya pernah kenalan berenam saat itu" ucap Brian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"hehehe iya kak. aku pikir kakak nggak bakal ingat namaku" ucap Clarissa.
"kamu baik-baik aja kan Cha maafkan aku ya" ucap Brian sambil mencoba memegang lengan Clarissa. namun Clarissa langsung menjauh.
__ADS_1
"aku tidak apa-apa kok kak ini cuma sakit sedikit saja" ucap Clarisa dan senyumnya ramah.
"syukurlah kalau begitu. oh ya sebagai ganti permintaan maaf ku aku kamu mau nggak aku traktir makan siang nanti di kantin" ajak Brian.
"tidak perlu kak. aku nggak apa-apa kok. aku ya aku mau ke toilet dulu ya kak soalnya udah kebelet" ucap Clarissa karena ingin segera menyelesaikan percakapan nya dengan Brian ini. hal ini karena sedari tadi libur apa sih disana melihatnya dengan tatapan tidak suka. dia sungguh merasa tidak nyaman.
"padahal aku aku berniat baik ingin mentraktirmu dan meminta maaf"ucap Bryan dengan wajah kecewa.
"ya sudah kak, Clarissa mau makan siang dengan kakak" ucap Clarissa karena merasa tidak enak melihat wajah kecewa Brian.
"kamu serius Ca" katanya Bryan dengan wajah yang sangat antusias.
"iya kak, kalau gitu aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Clarissa.
"astaga iya-iya. sampai ketemu nanti siang ya" ucap Brian.
Clarissa pun setengah berlari menuju ke toilet. bukan karena dia benar-benar kebelet. tapi karena dia merasa benar-benar tidak nyaman berbicara berdua dengan Brian. apalagi dengan melihat tatapan tatapan siswi yang dia yakini sebagai fans Brian.
"aduh, bagaimana ini. kenapa ya tadi aku mengiiyakan ajakan kak Brian. tapi tidak mungkin juga aku tolak aku sungguh tidak tega. tapi aku benar-benar benci juga berurusan dengan masalah apalagi kak Brian punya banyak fans. hmm, semoga semuanya baik-baik saja" ucap Clarissa.
-Bersambung-
__ADS_1