Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Bernafas lega


__ADS_3

Mereka masih menunggu sudah hampir 1 jam belum ada tanda-tanda dokter keluar.


Sedangkan diluar ruangan, Kirana, Syam dan Nadin masih gelisah menunggu.


Mereka was was dengan keadaan Clarissa. Pikiran buruk berkeliaran di kepala mereka. Mereka hanya bisa berdoa semoga Clarissa baik-baik saja.


-Flashback On-


"Mama Mama" teriak Clarissa kecil sambil membawa roti pemberian dari teman barunya.


"Iya sayang" ucap Kirana kemudian melepaskan Hp yang sedang dipegangnya.


"Caca dapat temen baru loh Ma. Dan dia kasi ini, dia tinggal di depan" ucap Clarissa sambil menunjuk ke arah rumah Alex.


"Oya, namanya siapa?" Tanya Kirana penasaran.


"Alex" ucap Clarissa mantap. Dia terlihat begitu bahagia sekarang.


Melihat anaknya yang begitu antusias, Kirana ikut bahagia.


"Benarkah? Mama ikut seneng mendengarnya. Kapan-kapan ajak ketemu sama mama ya" ucap Kirana.


"Siap Ma" ucap Clarissa sambil meletakkan tangannya di kepala.


"Drrrttt" tiba-tiba hp Kirana berbunyi.


"Bentar ya sayang" ucap Kirana kemudian mengangkat telponnya dan meninggalkan Clarissa sendiri.


Clarissa kembali memasang wajah murung.


"Selalu seperti ini" ucap Clarissa dengan wajah sedih.


Dia mengambil bonekanya, kemudian pergi bermain ayunan di halaman rumahnya.


"Hmm, hanya kamu temanku disini" ucap Clarissa sambil menatap boneka kecil yang ada dipangkuannya.


Clarissa memandang ke arah rumah Alex, berharap melihat teman barunya disana.


Namun dia tidak kunjung kelihatan. Bahkan tidak kelihatan sama sekali.

__ADS_1


"Dia kemana ya?" Tanya Clarissa.


Hingga sosok yang dia tunggu-tunggu terlihat keluar dan menghampirinya.


Dia langsung berlari mendekatinya.


"Kak Alex" ucap Clarissa kemudian berlari ke arah gerbang.


"Pak, bukain pintu gerbang" ucap Clarissa.


Setelah pintu gerbang terbuka, Clarissa langsung menarik Alex dan mengajak nya bermain bersama.


"Kak Alex kesini mau bermain sama Clarissa kan?" Tanya Clarissa dengan wajah berbinar.


Alex menggeleng.


"Tidak. kata Mama kamu terlihat sedih dan terus menatap ke arah rumahku. Jadi mama memintaku kesini" ucap Alex.


"Yah, aku pikir kak Alex mau bermain denganku" ucap Clarissa dengan wajah murung.


Alex tidak bisa melihat orang lain bersedih. Apalagi seorang wanita.


"Kak Alex mau bermain denganku?" Tanya Clarissa antusias. Mahen hanya membalas dengan anggukan.


"Bermain ayunan bagaimana?" Tanya Clarissa.


Alex mengiyakan. Saat ingin bermain lainnya. Alex juga mengiyakan. Begitu seterusnya.


Awalnya dia terpaksa karena dia tidak tega melihat Clarissa bersedih. Namun akhirnya dia merasa nyaman saat bermain dengan Clarissa. Karena dia merasa ramai saat mendengar celotehan-celotehan dari Clarissa.


Hari demi hari berlalu. Mereka semakin dekat. Bahkan Clarissa juga sering bermain ke rumah Alex. Begitu sebaliknya!


Melihat kedekatan anaknya. Syam mulai terlihat khawatir. Dia mencoba mencari tahu keluarga Alex.


Begitupun dengan Kirana. Dia mulai meluangkan waktunya untuk mencari tahu teman dekat anaknya. Takut jika anak satu-satunya akan salah bergaul nantinya.


"Hai sayang, kalian sedang bermain apa? Sibuk sekali" ucap Kirana pada keduanya.


"Sedang membuat istana pasir yang besar" ucap Clarissa antusias.

__ADS_1


"Wah hebat sekali anak mama. Oya ini temannya Clarissa ya?" Tanya Kirana.


Dia memang sering melihat Clarissa bermain dengan Alex. Namun dia tidak pernah sempat bertegur sapa dengan teman anaknya karena sibuk


"Iya Ma" ucap Clarissa yang terlihat begitu antusias. Dia langsung memperkenalkan Alex pada mamanya.


"Nama lengkap kamu siapa?" Tanya Kirana, dia ingin mencari tahu seluk beluk keluarga teman baru anaknya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Dia akan meminta Leon asisten suaminya nanti.


"Mahendra Alexander" ucap Alex kemudian melanjutkan membuat istana pasir.


"Owh, nama kakak ternyata itu. Kemarin aku dengernya Alex saja. Untuk itu aku panggil kak Alex" ucap Clarissa.


Mahen hanya diam. Dia fokus membuat istana pasir kembali.


"Mama tinggal dulu ya" ucap Kirana.


#Flashback Off


Setelah beberapa lama menunggu, dokter dan beberapa perawat terlihat keluar.


Syam dan Kirana langsung berdiri dan mendekati anaknya yang saat ini sedang di bawa oleh perawat.


"Nona muda berhasil melewati semuanya. Dia akan kami bawa ke ruang rawat inap" ucap dokter tersebut.


"Dia sedang dalam kendali obat bius. Jadi belum bisa ditemui" tambahnya lagi.


"Tuan dan Nyonya. Bisa ikut saya" ucap dokter tersebut lagi pada Syam dan Kirana.


Syam dan Kirana langsung bernafas lega. Begitupun dengan Nadin.


Mereka langsung mengikuti dokter tersebut.


Meninggalkan Nadin sendiri.


"Apa aku harus mengabari kak Mahen? Tapi apa tidak apa-apa?" Tanya Nadin pada dirinya sendiri.


"Ah, aku harus mengabarinya. Dia kan pacarnya Clarissa. Dia sebaiknya tahu ini. Mungkin Clarissa bisa cepat sembuh kalau ada kak Mahen" ucap Nadin kemudian mencari nomor telpon Mahen di hpnya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2