Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Posesif


__ADS_3

"Kak Mark" ucap Clarissa.


"Boleh gabung kan?" Tanya Mark pada beberapa orang disana.


"Tentu saja boleh kak. Sini kak" ucap Nadin sambil menunjuk tempat kosong di sebelah Clarissa.


"Kak Li, disamping aku saja" ucap Nadin sambil menepuk ruang kosong sebelahnya.


Namun saja Li duduk. Alex sudah berpindah posisi dan mengambil posisi di dekat Nadin.


"Ishhh kak Alex" teriak Nadin kesal. Alex tidak menggubris. Dia memilih memainkan gitarnya dan mengabaikan suara Nadin sekarang.


Clarissa diam saja. Dia membiarkan Mark yang duduk di sampingnya. Kemudian Li duduk di samping Mark.


"Hay Ca" ucap Mark basa basi.


Hal itu tentu saja tidak lepas dari pandangan orang-orang disana. Termasuk Mahen yang saat ini melihat Mark dengan tatapan mematikan.


"Hay kak" ucap Clarissa dengan senyumannya.


"Kamu nggak niat kenalin aku sama temen-temen mu disini. Aku sudah seperti pencuri disini. Dilihat sampai segitunya" ucap Mark karena melihat wajah Mahen yang melihatnya begitu tidak suka.


"Hmmm, kakak-kakak. Perkenalkan, ini kak Mark dan disampingnya kak Li. Dia senior aku dulu saat SMP" ucap Clarissa.


"Lebih tepatnya teman dekat Clarissa" ucap Mark dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Clarissa membiarkan saja. Dia sangat tahu bagaimana watak Mark sejak dulu.


"Ca, ikut aku" ucap Mahen tiba-tiba.


"Kemana kak?" Tanya Clarissa bingung.


"Ambil tempat berbeque" ucap Mahen asal. Sebenarnya bukan itu maksudnya. Dia benar-benar sudah tidak mampu menahan kesabarannya melihat Clarissa akrab dengan laki-laki lain.


"Sama Mia saja kak" tawar Mia.


"Ayo Ca cepat" ucap Mahen tidak terbantahkan. Clarissa pun langsung menurut. Dia mengikuti langkah Mahen.


Langkah Mahen begitu cepat hingga Clarissa kesulitan mengikutinya. Mereka menuju ke arah dapur vila.


"Kak, pelan-pelan" ucap Clarissa yang membuat Mahen langsung berhenti tiba-tiba.


"Kak" ucap Clarissa. Dia terlihat begitu kaget dengan perlakuan Mahen sekarang.


"Aku udah bilang apa?" Tanya Mahen dengan rahang yang sudah mengeras seperti menahan amarahnya.


"Bi-bilang apa kak?" rasanya Bibir Clarissa kelu. Apalagi jika melihat tatapan Mahen yang terlihat begitu menyeramkan menurutnya.


"Jangan tersenyum pada laki-laki manapun" ucap Mahen.


Clarissa terdiam sesaat. Dia kembali mengingat kejadian tadi siang. Pantes saja sikap Mahen begitu berbeda padanya. pikirnya.

__ADS_1


"Kak Mahen cemburu?" spontan kalimat itu keluar dari mulut Clarissa sekarang.


Mahen terdiam sesaat. Clarissa terlihat menunggu jawaban dari Mahen.


"Iya, jadi jangan lakukan itu lagi" ucap Mahen kemudian melepaskan Clarissa.


"Kenapa kak Mahen cemburu. Clarissa kan bukan siapa-siapa kakak" tanya Clarissa.


"Kalau aku bilang jangan ya jangan. Nggak usah banyak bantah oke" ucap Mahen kemudian mencubit hidup Clarissa. Clarissa terlihat kecewa, sebenarnya bukan itu jawaban yang dia inginkan.


"Kalau Clarissa nggak mau gimana" ucap Clarissa.


"Aku akan menciummu" ucap Mahen dengan wajah datarnya.


Spontan Clarissa langsung mendorong Mahen dengan tangannya. Menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kak Mahen mesum" ucap Clarissa.


"Makanya, jangan pernah senyum pada laki-laki lain. Apalagi sampai peluk. Satu lagi, jangan nyanyi, kecuali buat aku saja" ucap Mahen sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Clarissa.


Clarissa terlihat kesulitan menelan ludahnya. Bahkan dia menahan nafasnya sekarang. Berada sedekat ini dengan Mahen membuatnya tidak mampu berkata-kata.


Dia hanya mengangguk, yang langsung membuat Mahen menyunggingkan senyumnya.


Mahen langsung pergi ke dapur untuk mengambil apa yang seharusnya mereka ambil.

__ADS_1


"Dasar posesif" ucap Clarissa.


-Bersambung-


__ADS_2