Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Rumor


__ADS_3

"Gimana?" Tanya Mahen saat Clarissa sudah menyelesaikan makannya.


"Enak dan kenyang" ucap Clarissa sambil tersenyum pada mahen.


"Manis" ucap Mahen spontan.


"Apanya yang manis, orang pedes" ucap Clarissa sambil menaikkan satu alisnya.


"Bukan ini, tapi ini" ucap Mahen sambil menunjukkan kearah piringnya kemudian ke wajah Clarissa.


Sontak membuat Clarissa langsung salting.


"Apaan sih kak. Ayo berangkat" ucap Clarissa kemudian bangun hendak membayar makanannya.


"Ini buk" ucap Mahen. Ibu Roh langsung saja mengambil uang dari Mahen dan mengabaikan uang dari Clarissa.


"Ihh bibi. Masak uang dari Clarissa di anggurin sih" ucap Clarissa dengan wajah yang tentunya sangat lucu menurut mahen.


"Tidak nak. Aturan di warung ibu, kalau ada sepasang muda mudi makan disini. Wanita dilarang bayar. Laki-laki nya saja yang boleh bayar" ucap Ibu Roh.


"Bibi bohong ya. Mana ada seperti itu. Kami bukan pasangan ya bik. Ini uangnya" ucap Clarissa tidak menyerah.


"Tapi kalian sudah seperti pasangan di sinetron -sinetron itu loh. Sangat serasi" ucap Ibu Roh.


Mahen hanya tersenyum mendengar perdebatan keduanya. Hingga dia memegang tangan Clarissa yang membuat Clarissa terdiam seketika.

__ADS_1


"Anggap saja kali ini aku yang traktir ya. Sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau temenin aku sarapan" ucap Mahen.


"Ya sudah. Nanti siang aku yang traktir. Tidak ada penolakan" ucap Clarissa yang kemudian dibalas senyuman oleh mahen.


"Siap bos" ucap Mahen mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Namun sebelum itu, ibu Roh memberikan jempol pada Mahen begitu pun sebaliknya dengan senyuman penuh arti.


"Ada-Ada saja ibu Roh" batin Mahen.


Sesampainya di sekolah, Mereka langsung menuju ke parkiran.


Saat melewati Beberapa siswa-siswi mereka terlihat begitu terkejut melihat kedatangan mahen dan Clarissa yang datang berdua. Khususnya para siswi.


siswi menatap dengan penuh iri. Seketika mereka berdua langsung menjadi tranding topik disana. Mereka menjadi pusat perhatian dalam waktu sekejap.


"Kak" ucap Clarissa saat sudah turun dari motor Mahen.


"Kenapa?"Tanya Mahen sambil menyenderkan tangannya di helm.


"Kenapa kakak tidak turunin aku di depan tadi. Pasti sekarang kita menjadi buah bibir para siswi dan siswa disini" ucap Clarissa dengan wajah gelisah.


"Biarin saja. Jangan terlalu dipikirkan. Santai saja, jangan dengerin apa yang mereka katakan" ucap Mahen sambil mengelus kepala Clarissa.


Hal ini tentu saja semakin membuat panas para siswi yang melihat mereka dari


kejauhan. Bahkan sudah terdengar siulan dari beberapa siswa dan siswi disana.

__ADS_1


"Kakak Astaga" ucap Clarissa sambil memasang wajah yang sangat kesal.


"Kenapa?" Tanya Mahen dengan senyum di wajahnya. Seperti sudah puas sekali menjahili Clarissa.


"Aku masuk duluan" ucap Clarissa kemudian meninggalkan mahen sendiri. Dia berjalan sambil menunduk menghindari tatapan mematikan dari beberapa siswi disana.


Samar-samar dia bisa mendengar suara bisik-bisik dari siswi yang sedang membicarakan nya.


"Dasar cewek keganjenan, Sini sana mau"


"Tapi memang dia cantik sih. Jadi ya wajar saja"


"Mereka cocok banget, jadi pengen"


"Syukur dah dia sama kak Mahen. Kak Bryan buat aku saja"


"Cewek ganjen"


Semua kalimat itu bisa dia dengar dengan jelas. Ada kalimat positif dan negatif. Dia memilih untuk tidak menghiraukan nya. Dia terus berjalan menunduk berharap segera sampai di kelasnya.


"Bruk" Dia menabrak seseorang.


"AW, maaf" ucap nya. Dia bisa tahu bahwa laki-laki yang ditabraknya adalah seorang laki-laki dari aroma tubuhnya.


"Ca" ucap laki-laki yang memiliki suara cukup familiar di telinganya.

__ADS_1


Dia pun mendongak.


-Bersambung-


__ADS_2