Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Hari yang Mengesalkan


__ADS_3

"Hmmm, sebentar kak, kakak tadi ngomong apa" Tanya Clarissa lagi untuk memastikan. Mahen maju selangkah kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Clarissa. Kemudian berbisik di telinga Clarissa.


"Kamu mau nggak nonton bareng nanti?" ucap Mahen di samping telinga Clarissa.


Entah mengapa sikap Mahen membuat tubuh Clarissa meremang seketika.


"Wahh" ucap Clarissa sambil bergerak menjauhi tubuh mahen.


"Kak mahen bisa aja bercandanya" ucap Clarissa sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"Hmmm, ya sudah tidak jadi" ucap Mahen kemudian berjalan meninggalkan Clarissa.


"Itu kan, dia hanya bercanda" ucap Clarissa kemudian berlari mengejar Mahen dan memintanya untuk kembali.


"Kak Mahen pulang saja, rumah Clarissa udah deket kok, Clarissa janji akan hati-hati" ucap Clarissa kemudian melambaikan tangannya dan meninggalkan Mahen.


Mahen hanya terdiam melihat Clarissa yang sudah pergi menjauh meninggalkannya. Dia menghela nafasnya berat. Kemudian memegang jantungnya yang sedari tadi tidak berhenti berpacu dengan kencang saat bersama Clarissa.


"Mengapa jantungku selalu seperti ini saat bersamanya" ucap Mahen kemudian memasukkan tangannya kembali ke saku celananya kemudian berjalan pulang.


***

__ADS_1


Di rumah Clarissa langsung di sambut oleh Kirana dan Syam yang tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Kirana yang sedang menyiram tanaman kesayangannya. Sedangkan Syam yang bergelayut manja pada Kirana.


"Clarissa pulang" teriak Clarissa memecahkan konsentrasi kedua orang tuanya.


"Anak Mama sudah pulang" ucap Kirana kemudian hendak mendekati Clarissa namun ditahan Syam.


"Hey, lepaskan dulu" ucap Kirana sambil menggeliat agar Syam melepaskan pelukannya. Namun hal yang terjadi malah sebaliknya. Syam memperkuat pelukannya.


"Astaga" ucap Kirana dan membiarkan Syam tetap pada posisinya, namun dia tetap bergerak maju untuk mendekati Clarissa.


"Papa kayak anak remaja yang baru jatuh cinta aja ihhh. Nempel terus sama mama" ucap Clarissa.


"Inget umur ihh" ucap Clarissa kemudian mencium tangan keduanya.


"Gimana jogging tadi? ketemu cogan nggak?" Tanya Kirana sambil mengedipkan matanya.


"Boro-boro Ma, tadi aku ketemu kakak kelas yang kayak kulkas. Udah gitu dia ngomongnya ngaco banget lagi" ucap Clarissa dengan wajah kesal.


"Ngaco gimana tuh?" ucap Kirana yang terlihat penasaran.

__ADS_1


Syam yang mengetahui bahwa istri dan anaknya akan bergosip, memilih meninggalkan mereka berdua. Karena pastinya mereka berdua akan mengabaikan keberadaan nya.


"Masak dia ngajakin Clarissa nonton. Kan nggak mungkin banget" ucap Clarissa. Kirana tersenyum melihat ekspresi anaknya.


"Lah kok nggak mungkin, Dia kan cuma ngajakin kamu nonton sayang. Terus gimana kamu terima nggak?" Tanya Kirana dengan wajah yang tidak sabaran. Clarissa menggeleng yang kemudian meninggalkan kekecewaan pada wajah Kirana.


"Yahhhh, nggak seru" ucap Kirana. Jiwa mama nya memang masih muda sekali. Jadi sangat patut sekali respondnya seperti itu.


Bahkan jika melihat Kirana dan Clarissa, lebih terlihat seperti hubungan antara kakak dan adik. Untuk itulah Clarissa sangat nyaman jika ceritanya ke mamanya.


"Udahlah Ma jangan dibahas. Clarissa sama dia cuma temen. Lagian nggak mungkin juga Clarissa sama dia. Clarissa mau fokus sekolah. Nggak boleh pacaran kata papa" ucap Clarissa dengan semangat yang membara.


"Haha, iya-iya, Mama setuju. Tapi kalau mau Deket sama cowok nggak apa-apa kok. Asalkan inget batasan ya sayang. Dan yang terpenting kenalin ke Mama dulu" ucap Kirana.


"Siap bos" ucap Clarissa kemudian berpamitan untuk naik ke kamarnya.


"Hmm, aku jadi tidak tega jika mengatakan bahwa dia tidak boleh pacaran karena sudah dijodohkan oleh papanya" ucap Kirana sambil menatap punggung Clarissa yang menjauh pergi.


Sesampainya di kamar, Clarissa langsung menatap wajahnya di cermin. Kemudian memaki tidak karuan. Entah kenapa moodnya memburuk karena kejadian tadi.


Jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam. Dia sangat kesal pada Mahen. Dan dia tidak tahu mengapa.

__ADS_1


"Hari yang Mengesalkan" ucapnya kemudian mengambil handuk dan bersiap untuk mandi.


-Bersambung-


__ADS_2