
Bryan dan Clarissa saat ini duduk berdua di dekat kolam renang. Clarissa terlihat diam seribu bahasa.
Setelah makan malam, papanya langsung meminta Clarisa untuk menemani Bryan berkeliling di rumahnya.
"Aneh memang" batin Clarissa.
"Kamu bilang apa Ca?" Tanya Bryan.
"Aku tidak berbicara dengan kakak" ucap Clarissa.
"Owhh, aku tidak menyangka ca. Ternyata orang tua kita saling mengenal dan begitu sangat dekat" ucap Bryan berusaha memulai percakapan.
"Hmmm" ucap Clarissa tidak berminat merespon Bryan.
Bryan hanya bisa menghela nafasnya berat melihat respon Clarissa.
"Gimana sekolahnya ca?" Tanya Bryan berusaha mencari topik.
"Baik kak" ucap Clarissa.
"Hehe, ada pelajaran yang susah nggak? atau mungkin ada teman-teman yang tidak baik" ucap Bryan lagi.
"Baik semuanya kak, lancar-lancar" ucap Clarissa.
"Syukurlah. Besok berangkat sama aku ya" ucap Bryan.
"Nggak usah kak. Aku lebih suka pakai sepeda soalnya" ucap Clarissa.
Bryan tidak menyerah.
__ADS_1
"Nanti kakak jemput pakai sepeda dh" ucap Bryan.
Clarissa mendengus kesal. Menurutnya Bryan sangat memaksa. Mau tidak mau dia akhirnya menerima tawaran Bryan.
"Baiklah kak, besok ya. Tapi jangan telat. Kalau kakak telat aku berangkat duluan" ucap Clarissa .
Bryan langsung tersenyum bahagia. Berbeda dengan Clarissa yang terlihat cemberut.
"Ca" ucap Bryan lagi.
"Kenapa lagi sih" batin Clarissa. Dia pun hanya membalas panggilan Bryan dengan dehaman pelan. Dia masih sibuk melihat air di kolam renang. Dia merasa tidak nyaman duduk berdua dengan Bryan seperti ini.
Dia hanya berharap semoga dia cepat pergi saja.
"Kamu tahu tidak?" ucapan Bryan terhenti saat tiba-tiba bibi datang mengatakan jika mereka dipanggil berdua ke ruang tamu.
"Alhamdulillah" ucap Clarissa kemudian berjalan pergi dahulu meninggalkan Bryan yang masih terdiam mematung.
"Ma Pa" ucap Clarissa kemudian duduk diantara papa dan mamanya. Begitupun dengan Bryan yang mengambil tempat duduk disana.
"Kalau begitu, saya dan istri saya beserta Bryan mau pulang dulu. Terima kasih atas jaminannya. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Bryan dan Clarissa ya Syam" ucap Papa Bryan.
"Maksud mereka apa?" Batin Clarissa.
Dia bingung sekaligus penasaran dengan ucapan papa Bryan tadi, tapi dia memilih untuk diam. Karena dia benar-benar tidak suka jika Bryan lama-lama di rumahnya.
"Iya, hati-hati bro. Lain kali mampir lagi ya. Kamu juga Bryan, lain kali bisa main-main ke rumah sini" ucap Syam yang membuat Clarissa melotot dan kesal.
"Wkwk, siap om. Bryan pasti main-main kesini. Besok ini mau ajakin Clarissa ke sekolah bareng" ucap Bryan.
__ADS_1
"Wah bagus tu" ucap Syam tersenyum bahagia.
Berbeda dengan Kirana yang terlihat mengerti dengan sikap Clarissa. Dia memilih tersenyum canggung. Dia memang dari awal tidak setuju dengan perjodohan ini. Menurutnya Clarissa butuh memilih sendiri pasangan hidup terbaik untuknya. Tapi dia tidak bisa juga menentang keputusan suaminya.
"Ca aku balik dulu ya" ucap Bryan.
"Hati-hati kak" ucap Clarissa dengan wajah datar.
"Om sama Tante pamit pulang dulu ya sayang" ucap Papa dan Mama Byan. Clarissa pun langsung mencium tangan keduanya.
Mereka pun berlalu pergi. Clarissa langsung saja naik ke kamarnya tanpa berbada basi. Dia bahkan mengabaikan panggilan papa dan mamanya.
Dia sungguh lelah dan malas dengan semua itu. Entah mengapa dia merasakan gelagat aneh dari pertemuan itu.
"Entah, ini feeling ku atau bukan. Aku merasa papa dan mama menjodohkanku dengan kak Bryan. Jika benar, hmmm. Akan aku pastikan ini tidak akan terjadi. Aku berhak atas hidupku" ucap Clarissa.
Dia pun langsung menghempaskan tubuhnya di kasur sambil termenung melihat ke langit-langit kamarnya. Entah apa yang ada di pikirannya. Tatapannya begitu kosong dan penuh dengan tanda tanya.
Hingga hp nya berdering yang membuat nya tersadar akan lamunannya.
Sebuah video call.
"Kak Mahen" batin Clarissa.
Entah kenapa jantungnya langsung berdegup sangat kencang. Sejak kejadian di bescamp itu. Perasaannya jadi tidak karuan seperti ini.
Dia menarik nafas sebanyak-banyaknya kemudian menghembuskannya. setelah itu dia menekan tombol hijau.
"Hallo" ucap seseorang dari seberang sana.
__ADS_1
-Bersambung-